Menurutnya, peringatan Hari Guru Nasional bukan semata seremoni tahunan, melainkan refleksi akan peran besar guru sebagai fondasi terbentuknya generasi cerdas, berkarakter, dan peduli terhadap kemajuan negeri.
“Dari gurulah lahir orang-orang yang memahami ilmu pengetahuan sekaligus memiliki nilai-nilai kehidupan. Setiap kemajuan bangsa sesungguhnya berakar dari kesabaran dan keteguhan seorang guru dalam menuntun peserta didiknya menuju masa depan yang lebih baik,” ujar Indra Kitang.
Ia menegaskan, guru memiliki peran multidimensi dalam membentuk perilaku dan mental generasi penerus bangsa. Tidak hanya sebatas mentransfer pengetahuan, namun juga membangun karakter, menanamkan disiplin, serta mengajarkan nilai moral dan kemanusiaan dalam setiap proses pembelajaran.
Indra juga menyoroti pengalaman banyak anak bangsa, terutama generasi 1970 hingga 1980-an, yang melewati masa pendidikan dengan pola kedisiplinan tinggi dari para guru. Menurutnya, ketegasan tersebut justru menjadi pondasi kuat yang membentuk pribadi tangguh, tidak mudah menyerah, serta menjunjung tinggi kerja keras.
“Momen ini sangat emosional bagi kami. Air mata menetes ketika mengenang jasa guru. Tidak ada ungkapan yang sepadan untuk membalas pengorbanan mereka. Guru memang pahlawan tanpa tanda jasa, tetapi jejak perjuangan mereka melekat dalam setiap lini kehidupan—politik, ekonomi, ilmu pengetahuan, hingga kebudayaan,” ucapnya penuh haru.
Selain menjabat sebagai Ketua Korlip KPK Tipikor Provinsi Riau, Indra Kitang juga merupakan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perkumpulan Pers Daerah Indonesia (PPDI) Kabupaten Bengkalis. Melalui momentum ini, ia mengajak seluruh masyarakat untuk memberikan penghormatan tulus kepada para pendidik.
“Kita harus mengapresiasi kerja keras guru, mendukung kiprah mereka, dan memastikan profesi guru dihargai sesuai martabatnya. Guru hebat, Indonesia kuat,” tegasnya.
Indra berharap seluruh guru di Indonesia senantiasa diberikan kesehatan, kebahagiaan, dan kekuatan dalam menjalankan tugas mulia membangun generasi masa depan bangsa.













