TEAMLIBAS.COM- SELATPANJANG – Memanfaatkan perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk mendorong kreativitas generasi muda menjadi salah satu langkah yang ditempuh Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Kepulauan Meranti melalui Lomba Pembuatan Video AI 98 Detik.
Kompetisi yang ditujukan bagi pelajar SMA, SMK, dan MA sederajat se-Kabupaten Kepulauan Meranti ini digelar dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 dan Hari Ulang Tahun (HUT) Pemuda Pancasila ke-67.
Mengusung tema “Sumpah Pemuda – Bersatu, Berdaulat, Berkarya” dengan subtema “Pemuda adalah Harta Masa Depan”, kegiatan ini menjadi ruang bagi pelajar untuk menyalurkan ide, mengembangkan keterampilan digital, sekaligus menyampaikan pesan positif melalui karya audiovisual.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, generasi muda tidak cukup hanya menjadi pengguna. Mereka juga perlu didorong untuk menghasilkan karya kreatif, edukatif, dan bernilai bagi masyarakat. Melalui kompetisi ini, pelajar diberi kesempatan mengeksplorasi kemampuan dalam pengembangan ide, penyuntingan video, sinematografi, serta pemanfaatan teknologi AI secara produktif.
Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Kepulauan Meranti, Sugianto alias Mas Tato, diharapkan dapat mendorong kegiatan ini sebagai bagian dari upaya memberikan ruang positif bagi generasi muda untuk berkembang, berinovasi, dan beradaptasi dengan perubahan zaman.
Dalam keterangannya, Sugianto dapat menekankan pentingnya membangun kepercayaan diri dan keberanian pelajar dalam mengembangkan potensi melalui kegiatan kreatif.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak generasi muda, khususnya para pelajar di Kepulauan Meranti, agar terus mengembangkan kreativitas dan tidak takut mencoba hal-hal baru. Perkembangan teknologi harus dimanfaatkan untuk kegiatan yang positif, produktif, dan mampu melahirkan karya yang membanggakan,” demikian rumusan pernyataan yang dapat dikonfirmasikan kepada Sugianto.
Ia juga diharapkan mendorong agar peringatan Hari Sumpah Pemuda tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat persatuan, tanggung jawab, dan kontribusi nyata generasi muda terhadap daerah maupun bangsa.
Sementara itu, Koordinator Lomba, Eko Priyono, menempatkan kompetisi ini sebagai wadah bagi pelajar untuk menunjukkan bakat dan kemampuan, khususnya dalam bidang kreativitas digital.
Eko dapat menyampaikan bahwa perlombaan tersebut bukan semata-mata tentang memenangkan hadiah, melainkan juga kesempatan untuk belajar, berinovasi, dan membangun keberanian dalam menampilkan karya kepada publik.
“Melalui lomba ini, kami ingin memberikan ruang kepada pelajar di Kabupaten Kepulauan Meranti untuk menunjukkan bakat, kemampuan, dan kreativitas mereka, khususnya dalam memanfaatkan teknologi AI. Kami percaya generasi muda memiliki banyak ide dan potensi yang perlu diberikan kesempatan untuk berkembang,” demikian rumusan pernyataan yang dapat dikonfirmasikan kepada Eko Priyono.
Ia juga mengajak pihak sekolah, guru, dan orang tua untuk mendukung pelajar yang memiliki minat di bidang teknologi, desain, videografi, maupun industri kreatif. Dukungan lingkungan pendidikan dan keluarga dinilai penting agar potensi generasi muda dapat berkembang secara terarah.
Untuk mengapresiasi kreativitas peserta, panitia menyediakan hadiah uang tunai dan sertifikat bagi para pemenang. Juara pertama akan memperoleh Rp1 juta, juara kedua Rp750 ribu, juara ketiga Rp500 ribu, serta juara harapan pertama Rp300 ribu.
Selain memperoleh penghargaan, peserta berkesempatan mengasah keterampilan, membangun portofolio karya digital, dan mengembangkan kepercayaan diri dalam berkompetisi secara sehat.
Perlombaan ini terbuka bagi siswa dan siswi SMA, SMK, serta MA sederajat se-Kabupaten Kepulauan Meranti. Peserta wajib mengikuti lomba secara perorangan, memiliki akun Instagram pribadi yang tidak dikunci selama periode lomba, serta mengikuti akun resmi panitia @pemudapancasila.meranti2.
Video diunggah melalui akun Instagram masing-masing peserta dengan menggunakan fitur kolaborasi bersama akun resmi tersebut. Karya wajib berdurasi 98 detik dengan toleransi tiga detik dan menggunakan teknologi AI minimal pada dua foto. Nama lengkap peserta dan nama sekolah juga harus dicantumkan dalam video.
Peserta diwajibkan memasukkan kalimat “Memperingati Hari Sumpah Pemuda bersama Pemuda Pancasila”, serta menyertakan logo HUT Sumpah Pemuda ke-98 dan logo 67 Tahun Pemuda Pancasila sesuai ketentuan panitia.
Kreativitas penyuntingan, sinematografi, alur cerita, dan musik menjadi aspek yang dapat memberikan nilai tambah. Karya harus orisinal, belum pernah dilombakan, serta tidak mengandung unsur SARA, provokasi negatif, pornografi, maupun ujaran kebencian.
Pendaftaran tidak dipungut biaya dan dilakukan melalui kode QR pada poster resmi lomba yang dibagikan panitia.
Panitia menetapkan batas akhir pengiriman video pada 26 Oktober 2026 pukul 23.59 WIB. Karya yang dikirimkan setelah batas waktu tersebut tidak akan dinilai.
Pengumuman pemenang dijadwalkan pada 27 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB melalui akun Instagram @pemudapancasila.meranti2. Jadwal pengumuman tersebut bersifat tentatif sesuai informasi panitia.
Bagi peserta yang belum memahami cara menggunakan fitur kolaborasi Instagram, panitia menyediakan video tutorial melalui tautan berikut:
https://drive.google.com/file/d/1NQjRjImziigZK4u4-wJ-_sNvFOKwzZu8/view?usp=sharing
Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui Koordinator Lomba Eko Priyono atau kontak panitia yang tercantum pada poster resmi. Panitia juga mencantumkan nomor kontak Sofia di 0822-5239-8943.
Penyelenggaraan Lomba Video AI 98 Detik diharapkan menjadi langkah awal dalam memperluas ruang kreativitas digital bagi pelajar di Kabupaten Kepulauan Meranti. Lebih dari sekadar kompetisi, kegiatan ini dapat menjadi sarana pembelajaran untuk membangun keterampilan, menumbuhkan inovasi, dan mendorong pemanfaatan teknologi secara bertanggung jawab.
Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dikembangkan sehingga semakin banyak pelajar memperoleh kesempatan untuk menunjukkan kemampuan, menghasilkan karya kreatif, serta berkontribusi melalui bidang yang mereka minati.
Semangat Sumpah Pemuda pun diharapkan dapat diterjemahkan ke dalam tindakan nyata, mulai dari menjaga persatuan, menghargai perbedaan, meningkatkan kualitas diri, hingga memanfaatkan perkembangan teknologi untuk hal-hal yang bermanfaat.
Melalui kompetisi ini, pelajar Meranti diajak membuktikan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berkarya. Dengan ide yang kuat, kemauan untuk belajar, dan pemanfaatan teknologi secara bijak, generasi muda daerah memiliki kesempatan untuk menghasilkan karya yang inspiratif dan membanggakan.
Jangan hanya menjadi penonton perkembangan teknologi. Jadilah generasi muda yang berani berkarya, mampu berinovasi, dan siap mengambil peran dalam menentukan masa depan bangsa.***













