TEAMLIBAS.COM- MERANTI – Di tengah kebutuhan darah yang terus menjadi perhatian dalam pelayanan kesehatan, kepedulian terhadap sesama tidak cukup hanya disuarakan melalui kata-kata. Harus ada tindakan nyata, terutama ketika pasien dan keluarga mereka dihadapkan pada situasi yang menuntut pertolongan medis segera.
Berangkat dari kepedulian tersebut, Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Kepulauan Meranti menggelar kegiatan bakti sosial donor darah dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 dan Hari Ulang Tahun (HUT) Pemuda Pancasila ke-67 Tahun 2026.
Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari, Senin–Selasa, 26–27 Oktober 2026, mulai pukul 09.00 hingga 15.00 WIB itu dipusatkan di RSUD Kabupaten Kepulauan Meranti.
Aksi kemanusiaan ini menjadi semakin relevan di tengah kondisi pelayanan donor darah yang disebut belum berjalan sebagaimana diharapkan. Situasi tersebut menuntut perhatian bersama, mengingat ketersediaan darah merupakan bagian penting dalam mendukung pelayanan medis bagi masyarakat.
Ketika stok darah terbatas, persoalan yang dihadapi bukan sekadar urusan administrasi rumah sakit. Di balik kebutuhan itu, ada pasien yang sedang berjuang mempertahankan kesehatannya, ada ibu yang membutuhkan pertolongan saat persalinan, korban kecelakaan yang memerlukan penanganan segera, serta keluarga yang berusaha mencari jalan keluar di tengah kecemasan.
Bagi keluarga pasien, kebutuhan darah dapat menjadi beban pikiran tersendiri. Mereka bukan hanya berharap pada kesembuhan orang yang dicintai, tetapi juga harus berupaya memastikan kebutuhan medis dapat terpenuhi tepat waktu. Dalam keadaan seperti itu, kehadiran pendonor bukan sekadar bantuan, melainkan wujud solidaritas yang memberikan harapan.
Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Kepulauan Meranti, Sugianto, menegaskan bahwa kegiatan donor darah tersebut merupakan bentuk tanggung jawab sosial organisasi sekaligus ajakan kepada masyarakat agar lebih peka terhadap kebutuhan kemanusiaan di lingkungan sekitar.
Menurutnya, momentum Hari Sumpah Pemuda dan HUT Pemuda Pancasila tidak seharusnya berhenti pada kegiatan seremonial. Semangat persatuan, kepedulian, dan gotong royong perlu diterjemahkan menjadi tindakan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Darah bukan sekadar kebutuhan medis. Bagi pasien yang sedang berjuang melawan penyakit, ibu yang hendak melahirkan, maupun korban keadaan darurat, ketersediaan darah dapat menjadi faktor yang sangat menentukan keselamatan jiwa,” ujar Sugianto, Sabtu (24/10/2026).
Ia menilai, persoalan kebutuhan darah harus menjadi perhatian kolektif. Upaya memenuhi kebutuhan tersebut tidak dapat hanya dibebankan kepada rumah sakit atau keluarga pasien, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat melalui kegiatan donor darah yang terorganisasi dan berkelanjutan.
“Ini bukan semata-mata agenda organisasi. Ini adalah panggilan nurani. Kami ingin menunjukkan bahwa semangat persatuan tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang membantu sesama,” tegasnya.
Sugianto juga mengajak seluruh kader Pemuda Pancasila, organisasi kepemudaan, komunitas, serta masyarakat Kepulauan Meranti untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, kepedulian tidak harus menunggu seseorang mengalami musibah atau memiliki anggota keluarga yang membutuhkan transfusi darah. Kesadaran untuk membantu sesama justru harus tumbuh sebelum keadaan darurat datang.
“Jangan menunggu menjadi keluarga pasien untuk memahami betapa berharganya setetes darah. Selagi kita sehat dan memenuhi persyaratan medis, mari luangkan waktu untuk membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ajaknya.
Lebih dari sekadar kegiatan sosial, donor darah membawa pesan mendalam tentang arti kebersamaan dalam menghadapi persoalan kesehatan.
Ketika seseorang jatuh sakit, keluarga menjadi pihak yang turut merasakan beratnya perjuangan. Mereka mendampingi pasien, menanti kabar dari tenaga medis, dan berharap setiap kebutuhan penanganan dapat terpenuhi. Dalam kondisi tertentu, kebutuhan darah dapat menambah tekanan ketika keluarga harus mencari pendonor di tengah keterbatasan waktu.
Karena itu, membangun kesadaran donor darah merupakan bagian dari memperkuat solidaritas sosial. Setiap orang yang memenuhi persyaratan medis berpeluang membantu pasien yang bahkan tidak pernah dikenalnya.
Di sinilah nilai kemanusiaan menemukan maknanya. Perbedaan latar belakang, pekerjaan, organisasi, maupun status sosial tidak menjadi penghalang untuk saling menolong. Darah yang didonorkan seseorang dapat menjadi harapan bagi orang lain untuk kembali menjalani kehidupan bersama keluarganya.
Pemuda Pancasila berharap kegiatan ini dapat ikut membantu pemenuhan kebutuhan darah di RSUD Kabupaten Kepulauan Meranti sekaligus menumbuhkan budaya donor darah sebagai gerakan kemanusiaan yang berkesinambungan, bukan hanya kegiatan sesaat ketika peringatan hari besar tiba.
Ketua panitia pelaksana, Hariyoto, menyampaikan bahwa pihaknya bersama RSUD Kabupaten Kepulauan Meranti telah menyiapkan dukungan bagi masyarakat yang berpartisipasi sebagai pendonor.
Dukungan tersebut berupa susu, telur ayam rebus, bubur kacang hijau, serta suplemen vitamin sesuai pengaturan pihak rumah sakit.
Masyarakat yang ingin mengikuti kegiatan dapat datang langsung ke RSUD Kabupaten Kepulauan Meranti selama jadwal pelaksanaan atau menghubungi panitia melalui WhatsApp di nomor 082172665958.
Pelaksanaan donor darah tetap mengikuti pemeriksaan dan persyaratan medis yang ditetapkan oleh petugas kesehatan untuk memastikan keamanan pendonor maupun penerima darah.
Sugianto berharap partisipasi masyarakat dapat menjadi kekuatan bersama dalam membantu pasien yang membutuhkan transfusi darah.
“Harapan kami sederhana, tetapi maknanya besar: semoga darah yang terkumpul dapat membantu mereka yang membutuhkan. Pemuda Pancasila ingin hadir bersama masyarakat dan bergerak untuk kemanusiaan. Sebab, kepedulian yang kita lakukan hari ini mungkin menjadi harapan hidup bagi seseorang dan kebahagiaan bagi keluarganya,” pungkasnya.***
Laporan: Khairul













