Maraknya Pencurian Kabel Tembaga Penerangan Jalan Umum, Jatinegara Resah
Jakarta Timur – Keamanan dan kenyamanan warga di Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, terancam akibat maraknya aksi pencurian kabel tembaga Penerangan Jalan Umum (PJU). Insiden ini bukan kali pertama terjadi di Jalan Jenderal Basuki Rachmat, Cipinang Muara, dan sejumlah ruas jalan lainnya. Satuan Tugas (Satgas) PJU Jatinegara mencatat, setidaknya tujuh kasus pencurian panel PJU aset Sudin Bina Marga Jakarta Timur telah ditangani dalam kurun waktu berdekatan.
Hilangnya kabel tembaga ini berdampak langsung pada padamnya lampu PJU di beberapa titik jalan, menciptakan kondisi gelap gulita yang membahayakan keselamatan masyarakat, terutama saat melintas di malam hari.
“Banyak. Di wilayah Jatinegara saja yang kita tangani sudah tujuh panel kita yang dicolong sama orang-orang seperti itu,” ungkap Antoni Leonard Pasaribu, perwakilan Satgas PJU Jatinegara, saat ditemui di Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (3/6/2026).
Beberapa lokasi yang dilaporkan menjadi sasaran pencurian antara lain di Jalan M.T Haryono, Kelurahan Bidara Cina; Jalan Otista III, Kelurahan Cipinang Cempedak; serta di Jalan Cipinang Muara, Kelurahan Cipinang Muara.
Modus Operandi dan Nilai Ekonomi Kabel Tembaga
Para pelaku pencurian tampaknya mengincar komponen kabel tembaga PJU yang tertanam di bawah tanah. Komponen ini memiliki nilai jual yang cukup menggiurkan, diperkirakan mencapai sekitar Rp500 ribu per meternya. Tingginya nilai jual inilah yang diduga menjadi motif utama para pelaku melakukan aksinya.
Untuk menghindari kecurigaan dan tertangkap basah oleh warga, para pelaku umumnya memilih beraksi di area tepi jalan yang relatif jauh dari permukiman penduduk. Jalan Jenderal Basuki Rachmat, yang memiliki karakteristik seperti ini, menjadi salah satu lokasi favorit mereka.
Upaya Pencegahan dan Penindakan Hukum
Menanggapi semakin maraknya kasus pencurian ini, pihak Satgas PJU Jatinegara menegaskan komitmennya untuk meningkatkan pengawasan. “Untuk mencegah kasus serupa selanjutnya kita melakukan pengawasannya. Kita harus cepat tanggap ketika ada laporan warga dalam hal seperti ini,” jelas Pasaribu. Respons cepat terhadap laporan masyarakat menjadi kunci utama dalam upaya pencegahan dini.
Sementara itu, dari sisi penegakan hukum, Polsek Jatinegara telah melakukan pemeriksaan terhadap salah satu pelaku pencurian kabel tembaga yang tertangkap tangan di Jalan Jenderal Basuki Rachmat. Pelaku, yang diketahui berinisial ARS (46), mengaku baru pertama kali melakukan aksi pencurian tersebut.
Kepala Unit Reskrim Polsek Jatinegara, AKP Eko Bayu, menjelaskan bahwa ARS memotong kabel tembaga PJU menggunakan peralatan seperti tang potong. Peralatan tersebut, bersama dengan potongan kabel tembaga PJU sepanjang kurang lebih 1 meter, telah diamankan sebagai barang bukti.
“Tiga orang saksi sudah dimintai keterangan. Pasal yang dipersangkakan yaitu pencurian dengan pemberatan,” ujar AKP Eko Bayu.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan bersama dalam menjaga aset publik. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan setiap aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan fasilitas umum, terutama PJU.
Dampak Jangka Panjang dan Ajakan Kolaborasi
Maraknya pencurian kabel tembaga PJU tidak hanya menimbulkan kerugian materiil bagi pemerintah daerah, tetapi juga berdampak pada kenyamanan dan keamanan publik. Ruas jalan yang gelap rentan terhadap tindak kejahatan dan dapat meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.
Pihak berwenang terus berupaya mencari solusi jangka panjang untuk mengatasi masalah ini, termasuk kemungkinan peningkatan sistem keamanan pada instalasi PJU, serta patroli yang lebih intensif di area-area rawan. Namun, upaya ini akan lebih efektif jika didukung oleh partisipasi aktif dari masyarakat.
Kerja sama antara masyarakat, Satgas PJU, dan aparat kepolisian menjadi elemen krusial dalam memutus mata rantai pencurian aset publik. Edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga fasilitas umum, serta pelaporan yang sigap terhadap segala bentuk pelanggaran, akan sangat membantu dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi semua.
Kasus pencurian kabel tembaga ini menjadi cerminan dari berbagai tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan dan pemeliharaan infrastruktur perkotaan. Diperlukan sinergi yang kuat dari berbagai pihak untuk memastikan keberlanjutan dan fungsionalitas fasilitas publik demi kesejahteraan masyarakat.













