Peningkatan Pelayanan Kesehatan Pasca Insiden Penolakan Jenazah Balita di Banggai Kepulauan
SALAKAN, BANGGAI KEPULAUAN – Menanggapi insiden penolakan jenazah balita berusia 3 tahun di Desa Peling Seasa, Kecamatan Bulagi, pada Senin (1/6/2026), Bupati Banggai Kepulauan, Rusli Moidady, segera mengambil langkah strategis. Pada Selasa (2/6/2026), Bupati Rusli Moidady menggelar rapat koordinasi penting bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) dan seluruh Kepala Puskesmas se-Kabupaten Banggai Kepulauan. Pertemuan yang berlangsung di Kantor Bupati, Jl Trikora I, Salakan, ini juga melibatkan Direktur RSUD Trikora dan Direktur Rumah Sakit Pratama Bilabanggai, sebagian besar di antaranya mengikuti secara daring.
Komitmen Pelayanan Maksimal Berlandaskan Kemanusiaan
Bupati Rusli Moidady menegaskan kembali komitmennya terhadap pelayanan kesehatan yang maksimal bagi seluruh masyarakat Banggai Kepulauan. Ia menekankan bahwa setiap fasilitas pelayanan kesehatan, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit, wajib menjalankan tugas dan fungsinya dengan optimal.
“Seluruh fasilitas pelayanan kesehatan harus tetap menjalankan pelayanan sebagaimana mestinya dengan mengedepankan prinsip kemanusiaan dan keselamatan pasien,” ujar Bupati Rusli Moidady dalam arahannya. Ia menekankan bahwa pelayanan kesehatan merupakan kebutuhan dasar yang tidak dapat ditunda atau ditolak bagi setiap warga.
Sosialisasi Intensif Prosedur Layanan Ambulans
Salah satu poin krusial yang dibahas dalam rapat tersebut adalah perlunya sosialisasi yang lebih masif mengenai mekanisme dan prosedur pelayanan ambulans. Bupati Rusli Moidady mengidentifikasi adanya kesenjangan informasi di masyarakat terkait tata cara pemanfaatan layanan ambulans.
“Masih terdapat sebagian masyarakat yang belum memahami tata cara pemanfaatan layanan ambulans,” jelas Bupati Rusli. Ia menginstruksikan agar informasi mengenai layanan ini disampaikan secara lebih jelas, merata, dan sampai ke tingkat desa.
Setiap puskesmas diharapkan berperan aktif dalam memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat. Edukasi ini mencakup tata cara permintaan layanan, jenis-jenis layanan ambulans yang tersedia, hingga prosedur administrasi yang diperlukan. Tujuannya adalah untuk menghindari kesalahpahaman di lapangan dan memastikan masyarakat dapat mengakses layanan ambulans dengan lancar saat dibutuhkan.
Pembentukan Jejaring Ambulans untuk Koordinasi Lebih Baik
Sebagai langkah tindak lanjut yang lebih konkret, Bupati Rusli Moidady menyampaikan rencana pembentukan jejaring ambulans di seluruh wilayah Banggai Kepulauan. Jejaring ini dirancang untuk memperkuat koordinasi antar fasilitas kesehatan, baik antara puskesmas, rumah sakit, maupun unit ambulans lainnya.
Harapannya, dengan adanya jejaring yang terstruktur, respons terhadap kegawatdaruratan dapat dipercepat. Koordinasi yang solid akan memastikan bahwa ambulans yang dibutuhkan dapat segera dikerahkan ke lokasi pasien, serta memastikan ketersediaan ambulans yang memadai untuk melayani seluruh kebutuhan masyarakat.
Komitmen Dinas Kesehatan dan Kepala Puskesmas
Menanggapi arahan Bupati, Kepala Dinas Kesehatan Banggai Kepulauan, dr. James H.D. Pinontoan, bersama seluruh kepala puskesmas menyatakan komitmen penuh untuk menindaklanjuti instruksi tersebut. Mereka siap bekerja sama untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan memastikan setiap warga Banggai Kepulauan mendapatkan haknya atas pelayanan kesehatan yang memadai, tanpa terkecuali.
Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk evaluasi dan perbaikan sistem pelayanan kesehatan di Banggai Kepulauan, demi mewujudkan pelayanan yang lebih baik, responsif, dan berpusat pada kemanusiaan.











