Aktual  

Medan 3 Juni: Hujan Potensial Siang-Sore

Prakiraan Cuaca Sumatera Utara: Potensi Hujan Merata, Waspada Titik Panas

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan memprediksi sebagian besar wilayah Sumatera Utara akan dilanda hujan pada hari ini, Rabu, Juni 2026. Hujan diprakirakan terjadi mulai dari siang hingga sore hari, bahkan berlanjut pada malam hari di beberapa kawasan.

Endah Paramitha, seorang prakirawan cuaca dari BMKG Wilayah I Medan, menjelaskan bahwa kondisi cuaca di pagi hari secara umum masih terpantau cerah berawan di seluruh Sumatera Utara. Namun, perubahan mulai terjadi seiring berjalannya waktu.

“Untuk siang dan sore hari, diperkirakan akan terjadi hujan ringan hingga sedang di beberapa wilayah,” ujar Endah. Wilayah-wilayah yang berpotensi diguyur hujan meliputi Langkat, Binjai, Deli Serdang, Medan, dan Karo.

Tidak hanya itu, potensi hujan juga meluas ke wilayah lain seperti Simalungun, Dairi, Asahan, Tapanuli Utara, dan Humbang Hasundutan beserta area sekitarnya. Kondisi ini menunjukkan bahwa sebagian besar provinsi akan mengalami peningkatan aktivitas cuaca.

Memasuki malam hari, prakiraan cuaca menunjukkan bahwa potensi hujan masih akan berlanjut. Hujan ringan hingga sedang diprediksi masih akan mengguyur kawasan yang sama, yaitu Langkat, Binjai, Deli Serdang, Medan, dan Karo. Lebih lanjut, hujan diperkirakan akan meluas ke wilayah Pakpak Bharat, Asahan, Labuhanbatu, dan sekitarnya.

Sementara itu, pada dini hari, cuaca diprakirakan akan berawan. Meskipun demikian, kewaspadaan terhadap perubahan cuaca mendadak tetap disarankan.

Rincian Suhu, Kelembaban, dan Angin

BMKG Wilayah I Medan juga merilis rincian kondisi atmosfer lainnya yang perlu diperhatikan. Suhu udara di Sumatera Utara diperkirakan berada dalam rentang yang cukup bervariasi, yaitu antara 15 hingga 34 derajat Celcius. Rentang suhu ini mencerminkan perbedaan kondisi antara daerah dataran tinggi dan dataran rendah.

Kelembaban udara diprediksi akan cukup tinggi, berkisar antara 72 hingga 100 persen. Tingkat kelembaban yang tinggi ini seringkali berkorelasi dengan potensi terjadinya hujan dan pembentukan awan.

Untuk arah angin, diprakirakan akan bertiup dari arah Barat hingga Timur dengan kecepatan yang moderat, yaitu antara 7 hingga 20 kilometer per jam. Kecepatan angin ini cenderung tidak menimbulkan dampak signifikan seperti angin kencang, namun tetap perlu diwaspadai terutama saat hujan lebat.

Peningkatan Titik Panas di Sumatera Utara

Selain prediksi cuaca, BMKG Wilayah I Medan juga melaporkan adanya peningkatan jumlah titik panas (hotspot) di wilayah Sumatera Utara berdasarkan pantauan pada tanggal 1 Juni 2026. Sebanyak 20 titik panas terdeteksi di provinsi ini pada tanggal tersebut.

Titik-titik panas ini tersebar di beberapa kabupaten, antara lain Dairi, Humbang Hasundutan, Labuhanbatu, dan Mandailing Natal. Selain itu, pantauan juga mendeteksi titik panas di Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Samosir, Simalungun, Tapanuli Tengah, serta Toba.

Adanya peningkatan titik panas ini mengindikasikan potensi peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di daerah-daerah yang kering. Masyarakat dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, seperti membakar sampah sembarangan atau membuka lahan dengan cara dibakar.

Kombinasi antara potensi hujan dan adanya titik panas memerlukan perhatian ganda dari masyarakat. Meskipun hujan dapat membantu meredam potensi kebakaran, intensitas hujan yang bervariasi perlu diantisipasi agar tidak menimbulkan bencana lain seperti banjir bandang di daerah rawan. BMKG terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi atmosfer untuk memberikan informasi terkini kepada masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page