TEAMLIBAS.COM- JAKARTA – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti terus mempercepat upaya memperkuat ketahanan pangan melalui rencana pembangunan Gudang Perum Bulog di Selatpanjang. Langkah itu dibahas dalam audiensi antara Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar bersama jajaran Perum Bulog di Ruang Rapat Rojolele, Lantai II Kantor Pusat Perum Bulog, Jakarta Selatan, Rabu (5/8/2026).
Bupati H. Asmar memimpin langsung rombongan yang terdiri dari Ketua DPRD Kepulauan Meranti H. Khalid Ali, Wakil Ketua I DPRD Jack Ardiansyah, Asisten I, Asisten II, Staf Ahli Bidang Ekonomi, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Bagian Ekonomi, serta Kepala Bagian Hukum.
Rombongan diterima Wakil Direktur Utama Perum Bulog, Mayjen TNI (Purn.) Dr. Marga Taufiq, S.H., M.H., bersama para kepala divisi dan jajaran terkait.
Dalam pertemuan tersebut, Perum Bulog menyampaikan respons positif terhadap usulan pembangunan gudang yang diajukan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti.
“Lahan yang telah disiapkan akan kami maksimalkan untuk pembangunan infrastruktur pascapanen. Fasilitas ini akan menjadi pusat penyerapan, pengolahan, dan penyimpanan hasil panen petani lokal,” ujar Marga Taufiq.
Menurutnya, keberadaan gudang modern akan mampu menekan kehilangan hasil panen (loss), menjaga stabilitas harga di tingkat petani, sekaligus meningkatkan kualitas komoditas pangan.
“Kami berkomitmen mempercepat proses realisasi pembangunan ini agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat, khususnya para petani di Kepulauan Meranti. Dukungan lintas sektor, mulai dari perizinan hingga tata ruang, menjadi faktor penting dalam percepatan pembangunan,” katanya.
Sementara itu, Bupati H. Asmar menjelaskan pembangunan Gudang Bulog menjadi kebutuhan mendesak mengingat Kepulauan Meranti merupakan daerah kepulauan yang terdiri atas 12 pulau kecil dan berada di kawasan strategis Segitiga Pertumbuhan Ekonomi Indonesia-Malaysia-Singapura (IMS-GT).
“Meranti masih menghadapi berbagai tantangan angka kemiskinan yang mencapai 20,51 persen pada 2025, keterbatasan infrastruktur transportasi dan distribusi antar -pulau, hingga tingginya ketergantungan terhadap pasokan kebutuhan pokok dari luar daerah,” kata Asmar.
Lebih jauh dijelaskannya, saat ini distribusi beras SPHP dan Minyakita ke Kepulauan Meranti masih bergantung pada Gudang Bulog di Bengkalis dan Siak. Berdasarkan Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan 2025 yang diterbitkan Badan Pangan Nasional, Meranti juga memiliki indeks keterjangkauan, pemanfaatan, dan ketahanan pangan terendah di Provinsi Riau serta berada di peringkat ke-428 secara nasional.
“Sebenarnya Meranti memiliki potensi besar di sektor pertanian dan perikanan. Daerah ini merupakan penghasil sagu terbesar di Indonesia, sekaligus memiliki komoditas unggulan seperti kelapa, karet, kopi, pinang,serta budidaya kakap putih,” Ujarnya.
Sebagai bentuk keseriusan, Pemerintah
Kabupaten Kepulauan Meranti telah
menyiapkan sekaligus menghibahkan lahan
strategis di kawasan Jalan Lingkar Dorak. Lokasi tersebut telah sesuai dengan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kawasan Perkotaan Selatpanjang 2025-2044 dan diperuntukkan sebagai kawasan transportasi serta pergudangan.
Pembangunan gudang ini merupakan tindak lanjut nota kesepakatan sinergi antara Pemkab Kepulauan Meranti dan Perum Bulog yang ditandatangani di Pekanbaru pada 15 Desember 2025. Kerja sama itu kemudian diperkuat melalui kesepakatan penyediaan dan pendistribusian kebutuhan pokok masyarakat serta ASN yang diteken di Batam pada 6 Februari 2026.
Ketua DPRD Kepulauan Meranti H. Khalid Ali menyatakan dukungan penuh terhadap percepatan pembangunan Gudang Bulog karena dinilai memiliki dampak strategis bagi daerah.
“Keberadaan gudang Bulog akan memperkuat cadangan pangan daerah,
mempercepat distribusi logistik di wilayah kepulauan, mengendalikan inflasi, mengurangi risiko kelangkaan bahan pokok, serta mendukung stabilitas rantai pasok komoditas unggulan daerah,” sebut Khalid.
Audiensi ditutup dengan penyerahan cenderamata antara Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dan jajaran pimpinan Perum Bulog sebagai simbol penguatan sinergi dalam mendukung ketahanan pangan nasional.***













