TEAMLIBAS.COM- SELATPANJANG — Panggung artikulasi bakat dan rekayasa strategi e-sport di Kabupaten Kepulauan Meranti resmi mencapai puncaknya. Khairul Sholeh, S.Pd., CPLA, Ketua Gerakan Sosial Masyarakat (GSM) Meranti sekaligus Inisiator dan Pelaksana Kegiatan, secara resmi menutup gelaran Mobile Legends Competition sekaligus menyerahkan piala, dana pembinaan, serta sertifikat penghargaan kepada para jawara pada Selasa (18/8/2026).
Rangkaian kompetisi e-sport tingkat kabupaten yang berlangsung sejak 10 Agustus 2026 ini dipusatkan di Kedai Kopi Rojak, Jalan Pelabuhan Camat, Selatpanjang. Selama lebih dari sepekan, puluhan tim e-sport bertalenta saling menguji ketangkasan digital, kedalaman taktik, serta komitmen sportivitas. Perhelatan ini lahir dari sinergi strategis antara GSM Kepulauan Meranti dan Pengurus E-Sport Indonesia (ESI) Kabupaten Kepulauan Meranti di bawah kepemimpinan Dapika.
Melalui dinamika pertandingan sengit di fase puncak, tim EVOLVE berhasil mengukuhkan dominasinya dan keluar sebagai Juara Utama.
Juara I: EVOLVE
Juara II: VOID
Juara III: SULEK PTIKITIWW
Dalam pidato penutupannya, Khairul Sholeh, S.Pd., CPLA memberikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang mentransformasikan acara ini menjadi momentum konstruktif. Ia menegaskan bahwa industri e-sport era modern bukanlah sekadar arena komparasi ketangkasan virtual atau wahana rekreasi semata, melainkan manifestasi dari pembentukan karakter, kecerdasan kolektif, dan ketahanan mental generasi muda.
“Kami menyaksikan dengan rasa bangga betapa potensi generasi muda di Kepulauan Meranti melampaui ekspektasi. Ajang ini tidak dirancang hanya untuk melahirkan pemenang, melainkan untuk menyemaikan nilai-nilai integritas, kedisiplinan, kepemimpinan, dan kerja sama tim. Kami meyakini bahwa dari panggung lokal inilah akan lahir talenta-talenta unggul yang mampu mengharumkan nama daerah di kancah nasional maupun internasional,” tegas Khairul Sholeh.
Selain itu, pemilihan Kedai Kopi Rojak di Jalan Pelabuhan Camat sebagai pusat kegiatan mengandung dimensi ekonomis dan sosial: menghidupkan ekosistem UMKM lokal sekaligus meredefinisi ruang publik menjadi laboratorium kreatif pemuda.
Mengulaskan pesan emosional sekaligus filosofis kepada anak-anak muda yang hadir, Khairul Sholeh membagikan refleksi penting mengenai tantangan dan peluang zaman:
“Kepada anak-anak mudaku, generasi penerus Kepulauan Meranti: kita hidup di era di mana batas antara dunia nyata dan digital kian memudar. Namun ingatlah, layar dan perangkat teknologi hanyalah instrumen. Yang menentukan masa depanmu bukanlah seberapa canggih teknologi yang kau genggam, melainkan seberapa tangguh mentalitas dan kejernihan visi yang kau miliki.
Kemenangan di arena pertandingan adalah refleksi dari ribuan jam latihan, kegagalan yang dipelajari, dan ego yang dikesampingkan demi keberhasilan tim. Menerapkan disiplin, fokus, serta ketahanan mental (resilience) di dalam gim adalah miniatur dari bagaimana kalian harus menaklukkan tantangan kehidupan nyata.
Jangan pernah membiarkan dirimu hanya menjadi penonton atau konsumen zaman. Jadilah penggerak, inovator, dan pemenang yang berintegritas. Jadikan setiap kekalahan sebagai bahan bakar pembelajaran, dan jadikan setiap pencapaian sebagai batu pijakan untuk melompat lebih tinggi. Meranti membutuhkan generasi muda yang cerdas secara intelektual, tangguh secara emosional, dan berani bermimpi besar!”
Prosesi penutupan diakhiri dengan penyerahan trofi, dana pembinaan, dan sertifikat secara simbolis oleh Khairul Sholeh, S.Pd., CPLA bersama Ketua ESI Kepulauan Meranti, Dapika, kepada para juara, disusul dengan sesi foto bersama yang penuh kehangatan dan optimisme masa depan.***













