Cegah Pergaulan Berisiko di Kalangan Pelajar, Pemcam Tebing Tinggi Barat Ingatkan Siswa Perkuat Karakter dan Bijak Bermedia Sosial

TEAMLIBAS.COM- TEBING TINGGI BARAT — Pemerintah Kecamatan Tebing Tinggi Barat mengambil langkah preventif menyikapi keresahan masyarakat terkait dugaan masuknya pengaruh pergaulan berisiko ke lingkungan remaja dan pelajar.

Pesan tersebut disampaikan Sekretaris Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Mardiansyah, S.IP, saat memimpin apel pagi di halaman SMPN 1 Tebing Tinggi Barat, Senin (5/10/2026). Di hadapan para siswa, guru, dan jajaran sekolah, ia mengingatkan pentingnya membangun ketahanan diri sejak usia sekolah melalui pendidikan karakter, lingkungan pergaulan yang sehat, serta penggunaan media sosial secara bijak.

Dalam amanatnya, Mardiansyah menyampaikan bahwa pemerintah kecamatan menerima informasi mengenai keresahan terkait dugaan pengaruh perilaku pergaulan yang dinilai tidak sesuai dengan norma sosial dan nilai yang dianut masyarakat setempat.

Menurutnya, persoalan tersebut tidak semestinya dihadapi hanya dengan pendekatan pengawasan, tetapi juga melalui pembinaan dan komunikasi yang terbuka antara sekolah, orang tua, pemerintah, serta para pelajar.

“Adik-adik adalah generasi penerus, harapan orang tua dan masa depan daerah. Karena itu, bentengi diri dengan pendidikan, agama, karakter yang baik, dan lingkungan pergaulan yang sehat. Jangan mudah terpengaruh oleh hal-hal yang dapat mengganggu masa depan,” pesan Mardiansyah kepada para siswa.

Ia juga mengingatkan para pelajar agar tidak mudah mengikuti tren yang berkembang di media sosial tanpa memahami dampak maupun konsekuensinya. Kemampuan menyaring informasi, memilih pergaulan, serta berani mengatakan tidak terhadap ajakan yang berisiko dinilai menjadi bagian penting dalam membangun perlindungan diri.

Selain memberikan pesan kepada siswa, Pemerintah Kecamatan Tebing Tinggi Barat juga mendorong pihak sekolah meningkatkan pembinaan dan pengawasan terhadap aktivitas peserta didik di lingkungan pendidikan.

Mardiansyah menekankan bahwa sekolah tidak dapat bekerja sendiri. Perlindungan terhadap anak dan remaja membutuhkan sinergi antara tenaga pendidik, keluarga, pemerintah, dan lingkungan masyarakat.

“Pengawasan bukan berarti membatasi secara berlebihan, tetapi memastikan anak-anak mendapatkan lingkungan yang aman, sehat dan mendukung mereka untuk berkembang. Komunikasi antara guru dan siswa juga harus dibangun dengan baik,” ujarnya.

Ia berharap langkah preventif tersebut tidak hanya berhenti pada apel pagi, tetapi dapat diteruskan melalui pembinaan karakter, edukasi penggunaan media sosial, penguatan nilai agama dan kegiatan positif yang mampu mengarahkan energi generasi muda kepada prestasi.

Pemerintah kecamatan juga mengajak para pelajar untuk tidak terjebak pada lingkungan pergaulan yang dapat menghambat pendidikan dan cita-cita mereka.

Dengan pendekatan pembinaan yang melibatkan sekolah dan keluarga, pemerintah berharap berbagai potensi persoalan di kalangan remaja dapat dideteksi sejak dini dan ditangani secara bijaksana, tanpa mengabaikan prinsip perlindungan serta tumbuh kembang anak.

Apel pagi di SMPN 1 Tebing Tinggi Barat berlangsung tertib. Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi pihak sekolah dan pemerintah kecamatan untuk kembali mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, berkarakter, serta kondusif bagi para pelajar untuk mengejar prestasi dan masa depan.***

(Khairul)

You cannot copy content of this page