Nanik S Deyang: Wartawati Timsus Prabowo Pimpin BGN

Nanik S. Deyang Diangkat Menjadi Kepala Badan Gizi Nasional, Gantikan Dadan Hindayana

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, telah melakukan pergantian pucuk pimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN). Dadan Hindayana dicopot dari jabatannya sebagai Kepala BGN dan posisinya kini diisi oleh Nanik Sudaryati Deyang, yang lebih dikenal dengan sapaan Nanik S. Deyang. Penunjukan ini menandai babak baru dalam karier Nanik, seorang figur yang memiliki latar belakang beragam sebagai jurnalis senior dan politikus.

Nanik S. Deyang bukanlah nama baru dalam kancah politik Indonesia. Ia sempat menjadi bagian dari tim sukses Prabowo Subianto pada Pemilihan Presiden 2019, saat Prabowo maju bersama Sandiaga Uno. Meskipun karier politiknya belum terbilang panjang, jabatan baru sebagai Kepala BGN ini membuka peluang yang lebih luas dan menantang bagi Nanik untuk berkontribusi lebih jauh di ranah pemerintahan dan pelayanan publik.

Menanggapi pergantian ini, Dadan Hindayana menyampaikan ucapan selamat kepada pimpinan BGN yang baru. “Selamat bekerja kepada pimpinan BGN yang baru. Insyaa Allah akan membawa program MBG makin berkualitas dan bermanfaat untuk seluruh penerima manfaat,” ujarnya, menunjukkan sikap profesionalismenya pasca-pencopotan.

Profil Lengkap Nanik S. Deyang: Dari Jurnalis hingga Pejabat Publik

Nanik Sudaryati Deyang lahir di Madiun, Jawa Timur, pada tanggal 3 Januari 1968. Di usianya yang kini menginjak 58 tahun (per 2026), Nanik telah menorehkan jejak karier yang cukup impresif.

Latar Belakang Pendidikan

Pendidikan Nanik mencakup jenjang sarjana (S1) di bidang Biologi dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Ia kemudian melanjutkan pendidikan magister (S2) di bidang Kehutanan dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Latar belakang pendidikannya yang beragam ini membekalinya dengan perspektif yang luas dalam memahami berbagai isu, termasuk yang berkaitan dengan gizi dan lingkungan.

Perjalanan Karier di Dunia Jurnalistik dan Media

Dunia jurnalistik menjadi salah satu pilar awal karier Nanik. Ia memulai langkahnya sebagai jurnalis di Tabloid Bangkit, yang merupakan bagian dari Kompas Gramedia Group. Pengalaman di media cetak ini menjadi fondasi yang kuat baginya untuk kemudian merambah ke berbagai posisi manajerial di berbagai penerbitan.

  • 2014: Nanik menjabat sebagai Pemimpin Umum Majalah Femme, sebuah majalah wanita yang memiliki reputasi terkemuka di Indonesia.
  • Selanjutnya, ia naik jabatan menjadi Direktur Utama Tabloid Info Kecantikan, di mana ia bertanggung jawab atas operasional dan strategi penerbitan.
  • Selain itu, Nanik juga pernah mengemban peran sebagai komisaris di beberapa media lain, seperti Info Kuliner, Peluang Usaha, dan The Politic.

Pengalaman panjang di industri media ini memberikannya keunggulan dalam hal kemampuan komunikasi yang tajam dan pemahaman yang mendalam mengenai isu-isu publik yang relevan bagi masyarakat.

Peran dalam Politik dan Pemerintahan

Transisi Nanik dari dunia jurnalistik ke ranah politik dan pemerintahan dimulai pada tahun 2019.

  • Pilpres 2019: Ia ditunjuk sebagai Wakil Ketua Badan Kemenangan Nasional tim pemenangan Prabowo Subianto–Sandiaga Uno.
  • Pasca-Pilpres 2024: Setelah kemenangan Prabowo Subianto dalam Pilpres 2024, Nanik dipercaya mengemban amanah baru sebagai Wakil I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BPTASKIN) untuk periode 2024–2025. Dalam peran ini, ia terlibat langsung dalam berbagai program strategis pemerintah yang bertujuan untuk memberantas kemiskinan di Indonesia.
  • Juni 2025: Nanik mendapatkan kepercayaan untuk menjabat sebagai Komisaris Independen di PT Pertamina (Persero), salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terbesar di Indonesia. Posisi ini menandai perluasan cakupan perannya ke sektor energi dan ekonomi nasional yang krusial bagi negara.

Menjadi Wakil Kepala, Hingga Kepala Badan Gizi Nasional

Perjalanan Nanik di Badan Gizi Nasional (BGN) dimulai pada 17 September 2025, ketika Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantiknya sebagai Wakil Kepala BGN. Pada saat yang sama, ia diberhentikan dari jabatannya di BPTASKIN. Pengangkatan ini dilakukan seiring dengan upaya pemerintah dalam menggalakkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak usia sekolah.

Namun, periode kepengurusannya di BGN tidak luput dari tantangan. Pada September 2025, terjadi insiden keracunan massal terkait program makan bergizi gratis yang menimpa ribuan anak sekolah di berbagai daerah di Indonesia, dengan data dari JPPI mencatat 6.452 anak terdampak. Dalam sebuah konferensi pers, Nanik terlihat berlinang air mata saat menyampaikan permintaan maaf atas nama BGN dan seluruh penyedia layanan pangan bergizi (SPPG) di Indonesia. Ia juga mengumumkan penutupan sementara 40 dapur MBG untuk keperluan investigasi lebih lanjut.

Puncak Karier di BGN: Diangkat Menjadi Kepala

Pada Juni 2026, tepat satu tahun setelah dilantik sebagai wakil kepala, Nanik S. Deyang mendapatkan promosi jabatan yang signifikan. Presiden Prabowo Subianto menunjuknya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), menggantikan Dadan Hindayana. Perubahan kepemimpinan ini diharapkan dapat membawa angin segar dan meningkatkan efektivitas program-program gizi bagi masyarakat Indonesia secara keseluruhan.

Sebagai Kepala BGN, Nanik kini memegang tanggung jawab penuh atas implementasi program-program strategis pemerintah di bidang gizi, termasuk program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu prioritas nasional. Sebelumnya, pada tahun 2025, Nanik juga telah menerima tanda kehormatan Bintang Mahaputera Pratama sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya yang signifikan terhadap negara.

Peran Sosial dan Yayasan

Di luar tugas dan tanggung jawab formalnya dalam pemerintahan, Nanik juga aktif terlibat dalam berbagai kegiatan sosial. Ia menjabat sebagai Wakil Ketua Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), sebuah yayasan yang didirikan oleh Prabowo Subianto. Yayasan GSN memiliki fokus utama pada pemberdayaan anak-anak, perempuan, dan masyarakat yang kurang mampu. Misi yayasan ini sejalan dengan agenda dan visi Nanik dalam perannya di Badan Gizi Nasional, yang juga berorientasi pada peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat.

Biodata Singkat Nanik Sudaryati Deyang

  • Nama Lengkap: Nanik Sudaryati Deyang (Nanik S. Deyang)
  • Tempat, Tanggal Lahir: Madiun, Jawa Timur, 3 Januari 1968
  • Usia: 58 tahun (per 2026)

Pendidikan

  • S1 Biologi: Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed)
  • S2 Kehutanan: Universitas Gadjah Mada (UGM)

Karier Jurnalistik dan Media

  • Jurnalis di Tabloid Bangkit (Kompas Gramedia Group)
  • Pemimpin Umum Majalah Femme (2014)
  • Direktur Utama Tabloid Info Kecantikan
  • Komisaris di sejumlah media: Info Kuliner, Peluang Usaha, The Politic

Karier Politik dan Pemerintahan

  • Wakil Ketua Badan Kemenangan Nasional (BKN) Prabowo Subianto–Sandiaga Uno pada Pilpres 2019
  • Wakil I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BPTASKIN) periode 2024–2025
  • Komisaris Independen PT Pertamina (Persero) (Juni 2025)

Jabatan di Badan Gizi Nasional (BGN)

  • Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) sejak 17 September 2025
  • Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) sejak Juni 2026, menggantikan Dadan Hindayana

Penghargaan

  • Bintang Mahaputera Pratama (2025)

Aktivitas Sosial

  • Wakil Ketua Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN)

Fokus dan Bidang Pengabdian

  • Pengentasan kemiskinan
  • Peningkatan gizi masyarakat
  • Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
  • Pemberdayaan perempuan, anak-anak, dan masyarakat kurang mampu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page