“Rumah Singgah Meranti Bukan Sekadar Tempat Menginap, LAMR Dorong Kepedulian Bersama”

TEAMLIBAS.COM- PEKANBARU — Keberadaan Rumah Singgah Meranti Pekanbaru kembali mendapat perhatian dari berbagai pihak. DPD Organisasi Rakyat Indonesia (ORI) Provinsi Riau membuka ruang kolaborasi untuk memperkuat program sosial rumah singgah yang selama ini menjadi tempat persinggahan masyarakat Kepulauan Meranti yang menjalani pengobatan di Pekanbaru.

Komitmen tersebut mengemuka dalam silaturahmi Staf Ahli DPD ORI Riau, dr. H. Misri Hasanto, SH., M.Kes, bersama jajaran Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Kepulauan Meranti di Selatpanjang, Sabtu (3/10/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Misri menyampaikan adanya penjajakan kerja sama dengan Zulkifli, Ketua Yayasan Rumah Singgah Meranti Pekanbaru, untuk memperluas sekaligus memperkuat program rumah singgah agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Kolaborasi tersebut diarahkan tidak hanya pada penguatan operasional, tetapi juga membuka peluang dukungan pembiayaan dari berbagai sumber, mulai dari APBN, APBD Provinsi Riau, APBD Kota Pekanbaru, APBD Kabupaten Kepulauan Meranti, BUMN, BUMD, perusahaan swasta, donatur hingga partisipasi masyarakat.

Dukungan terhadap rencana tersebut disampaikan Datuk Seri Afrizal Cik, S.Sos., M.Si., Ketua Umum LAMR Kepulauan Meranti. Ia menilai keberadaan Rumah Singgah Meranti Pekanbaru memiliki arti penting bagi masyarakat daerah kepulauan yang harus menempuh perjalanan ke Pekanbaru untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

Menurutnya, rumah singgah bukan sekadar tempat beristirahat sementara, tetapi menjadi bagian dari dukungan sosial bagi keluarga pasien yang tengah menghadapi kebutuhan pengobatan di luar daerah.

“Program Rumah Singgah ini termasuk program yang mulia, karena bisa menjadi tempat hunian sementara bagi warga Kepulauan Meranti yang berobat ke Pekanbaru,” ujar Datuk Seri Afrizal Cik.

Ia menjelaskan, karakter geografis Kepulauan Meranti sebagai daerah kepulauan membuat kebutuhan terhadap fasilitas persinggahan semacam itu menjadi semakin relevan, terutama bagi masyarakat yang harus menjalani perawatan dalam waktu cukup lama.

“Daerah kita merupakan daerah kepulauan yang masyarakatnya membutuhkan rumah singgah untuk menginap sementara, apalagi kalau pasiennya sempat dirawat inap,” lanjutnya.

Datuk Seri Afrizal Cik menyambut positif langkah ORI Riau yang mulai membuka ruang kolaborasi dengan pengelola Rumah Singgah Meranti Pekanbaru. Menurutnya, sinergi lintas organisasi dapat menjadi salah satu cara untuk menjaga keberlangsungan program sosial yang manfaatnya langsung bersentuhan dengan kebutuhan masyarakat.

Dukungan serupa disampaikan Sekretaris Umum LAMR Kepulauan Meranti, Datuk Zaini Mahadun. Ia menilai keberadaan Rumah Singgah Meranti Pekanbaru memberikan manfaat besar, khususnya bagi masyarakat Meranti yang sedang menjalani pengobatan di Pekanbaru.

“Saya sangat mendukung kolaborasi DPD ORI Riau dengan Yayasan Rumah Singgah tersebut,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPD ORI Riau Erick Suryadi menyatakan pihaknya menyambut baik penjajakan yang dilakukan Misri Hasanto. Ia menegaskan, ORI Riau akan mendorong kolaborasi tersebut melalui langkah-langkah konkret.

“Untuk tahap awal kami akan menggalang bantuan berupa beras dan kebutuhan lainnya,” ujar Erick.

Langkah tersebut menjadi pintu masuk bagi penguatan kerja sama sosial yang lebih luas. Dengan dukungan berbagai elemen, Rumah Singgah Meranti Pekanbaru diharapkan tidak hanya mampu mempertahankan pelayanan yang telah berjalan, tetapi juga memiliki ruang untuk mengembangkan program yang semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Bagi masyarakat Kepulauan Meranti yang harus berobat ke Pekanbaru, rumah singgah memiliki nilai lebih dari sekadar fasilitas hunian sementara. Di tengah kebutuhan pengobatan yang kerap membutuhkan waktu dan biaya tidak sedikit, keberadaannya dapat menjadi ruang penyangga bagi pasien maupun keluarga yang mendampingi.

Kolaborasi ORI Riau, Yayasan Rumah Singgah Meranti Pekanbaru dan LAMR Kepulauan Meranti pun diharapkan menjadi contoh bagaimana kepedulian sosial dapat dibangun melalui kerja bersama, dengan menempatkan kebutuhan masyarakat sebagai titik temu berbagai elemen daerah.***

You cannot copy content of this page