Berita  

WARGA SESALKAN SIKAP OKNUM PEGAWAI KSOP SAAT KEGIATAN GOTONG ROYONG CFD DI AIR PUTIH

filter: 0; jpegRotation: 90; fileterIntensity: 0.000000; filterMask: 0; module:1facing:0; hw-remosaic: 0; touch: (-1.0, -1.0); modeInfo: ; sceneMode: Auto; cct_value: 0; AI_Scene: (-1, -1); aec_lux: 118.0; hist255: 0.0; hist252~255: 0.0; hist0~15: 0.0;

Teamlibas.com Air Putih — Kegiatan Car Free Day (CFD) yang diisi dengan gotong royong oleh warga di area Kantor KSOP Air Putih diwarnai insiden kurang menyenangkan. Seorang oknum pegawai KSOP diduga bersikap tidak sopan dan mengeluarkan kata-kata kasar kepada warga yang tengah melakukan pembersihan lahan.

Menurut keterangan warga setempat, kejadian bermula saat masyarakat melakukan pembersihan di sekitar lokasi. Dalam kegiatan tersebut, terdapat satu batang pohon kelapa yang dipermasalahkan oleh oknum pegawai tersebut, yang mengaku sebagai pihak yang menanamnya.

“Awalnya kami hanya gotong royong membersihkan area. Namun ada satu batang kelapa yang dipersoalkan. Kami sudah menyampaikan permohonan maaf, tapi justru dibalas dengan kata-kata kasar,” ujar Doni, salah satu warga.

Warga menilai sikap tersebut tidak mencerminkan perilaku seorang aparatur negara yang seharusnya menjadi teladan di tengah masyarakat, terlebih dalam lingkungan budaya Melayu yang menjunjung tinggi adab dan sopan santun.

Terkait status lahan, warga menyebutkan bahwa area tersebut merupakan tanah negara, sehingga tidak seharusnya menjadi sumber konflik pribadi. Mereka menegaskan bahwa persoalan utama bukan pada pohon kelapa, melainkan pada sikap dan ucapan yang dinilai tidak pantas.

“Kalau memang itu tanah negara, seharusnya tidak jadi masalah. Yang kami sesalkan adalah sikap dan tutur katanya,” tambahnya.

Warga berharap oknum pegawai tersebut dapat menyampaikan permohonan maaf secara terbuka agar persoalan ini dapat diselesaikan dengan baik.

“Intinya sederhana, kami hanya ingin beliau minta maaf. Itu saja,” (barlex)

You cannot copy content of this page