Berita  

Ketua DPRD Meranti Hadiri Festival Sholawat dan Layang Wau di Kecamatan Merbau

MERANTI – Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti, H. Khalid Ali, S.E., menghadiri Festival Sholawat dan Layang Wau yang digelar oleh Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kecamatan Merbau, Sabtu (17/1/2026) malam. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Kepulauan Meranti ke-17 tahun 2025.

Festival yang dipusatkan di halaman Gedung LAMR Kecamatan Merbau itu dibuka secara resmi oleh Camat Merbau, Hj. Wan Jumiati, S.E., M.Si. Acara berlangsung meriah dengan dihadiri berbagai unsur pemerintah kecamatan, tokoh adat, perusahaan, serta masyarakat setempat.

Dalam arahannya, Ketua DPRD Kepulauan Meranti, H. Khalid Ali, menyampaikan bahwa keberlangsungan adat dan budaya Melayu sangat bergantung pada pola pengelolaannya. Menurutnya, jika dikelola dengan baik dan dilandasi semangat kebersamaan, maka hasil yang diperoleh juga akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat.

Khalid Ali menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam menjaga dan mengembangkan kegiatan budaya. Ia menilai Festival Sholawat dan Layang Wau memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi agenda tahunan berskala lebih luas.

“Kedepannya ini bisa menjadi even tahunan, namun perlu diagendakan pada waktu yang lebih baik dan terbuka untuk umum, baik se-Kabupaten Kepulauan Meranti maupun Provinsi Riau. Dengan begitu kita bisa mendatangkan peserta dari luar, menggerakkan ekonomi masyarakat, dan Insyaallah kegiatan ini akan saya masukkan dalam anggaran Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Meranti,” ujar Khalid Ali.

Sementara itu, Ketua LAMR Kecamatan Merbau, Syafruddin, S.Hum., dalam sambutannya mengatakan bahwa meskipun pelaksanaan festival ini terbilang terlambat dalam rangkaian HUT Meranti, semangat kebersamaan tetap menjadi landasan utama terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menyebut festival ini sebagai upaya melestarikan seni dan budaya Melayu, ibarat membangkitkan kayu terendam.

Menurut Syafruddin, terselenggaranya festival ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, di antaranya PT. ITA, Ketua DPRD Meranti, Camat Merbau, unsur UPIKA, serta seluruh pengurus dan panitia LAMR Kecamatan Merbau. Ia berharap generasi muda semakin terdorong untuk mempelajari dan melestarikan seni budaya Melayu, seperti gendang dan kompang.

Dari unsur perusahaan, Act. CSR Coordinator EMP–PT. ITA, Arip Hidayatulloh, menyampaikan bahwa perusahaan berkomitmen untuk terus hadir dan diterima di tengah masyarakat. Ia menyebut Gedung LAMR sebagai rumah besar masyarakat Melayu di Kecamatan Merbau, sehingga kegiatan bernuansa adat dan budaya patut mendapatkan dukungan.

Meski demikian, Arip menjelaskan bahwa keterbatasan anggaran pada akhir dan awal tahun membuat perusahaan belum dapat berkontribusi secara maksimal. Namun ia mengapresiasi semangat gotong royong panitia dan pengurus LAMR yang dinilai mampu menyukseskan kegiatan tersebut.

Camat Merbau, Hj. Wan Jumiati, S.E., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menggagas dan mendukung Festival Sholawat dan Layang Wau. Ia berharap kegiatan perdana ini dapat menjadi agenda besar ke depan dalam upaya membangkitkan kembali seni dan budaya Melayu di Kecamatan Merbau.

Sebagai tanda pembukaan festival, dilakukan pemukulan gong oleh Camat Merbau yang didampingi Ketua DPRD Meranti, unsur UPIKA Merbau, Ketua LAMR Merbau, serta perwakilan PT. ITA. Acara kemudian dilanjutkan dengan penampilan lima grup peserta Festival Sholawat yang berlangsung semarak dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat yang hadir.

Penulis: TLS Editor: Redaksi TL