Insiden Suroboyo Bus di Jalan Waringin: Pelayanan Terganggu, Evaluasi Menanti
Sebuah insiden lalu lintas yang melibatkan salah satu unit Suroboyo Bus bernomor lambung SB 23 terjadi pada Selasa pagi, 2 Juni lalu, saat bus tersebut tengah melayani rute regulernya. Kendaraan angkutan publik andalan Kota Surabaya ini mengalami senggolan dengan sebuah dump truck milik Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya di kawasan Jalan Waringin. Kejadian ini sempat menimbulkan kekhawatiran terkait kelancaran pelayanan transportasi publik, namun pihak terkait memastikan dampaknya minimal dan langkah perbaikan segera diambil.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengelolaan Transportasi Umum (PTU) Surabaya, Eni, menjelaskan kronologi kejadian tersebut. Insiden bermula ketika Suroboyo Bus SB 23 sedang menjalankan perjalanannya dari Terminal Purabaya menuju Pelabuhan Tanjung Perak. Sekitar pukul 07.25 WIB, saat bus melintas di Jalan Waringin dan hendak bermanuver ke arah Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ), sebuah dump truck milik DSDABM dengan nomor polisi L 9053 BP kedapatan terparkir di area tikungan sisi kanan jalan.
“Unit Suroboyo Bus SB 23 saat itu sedang melayani perjalanan dari Terminal Purabaya menuju Pelabuhan Tanjung Perak. Ketika melintas di Jalan Waringin dan melakukan manuver ke kanan, terjadi insiden bersenggolan dengan dump truck milik DSDABM yang berada di lokasi,” ujar Eni.
Meskipun terjadi senggolan, pihak UPTD PTU Surabaya memastikan bahwa tidak ada penumpang yang menjadi korban dalam insiden ini. Namun, kerusakan fisik pada Suroboyo Bus SB 23 tidak dapat dihindari. Pintu serta kaca bagian kanan bus dilaporkan mengalami kerusakan akibat benturan tersebut.
Penanganan Pasca-Insiden dan Langkah Perbaikan
Segera setelah kejadian, petugas dari UPTD PTU Surabaya bergerak cepat untuk melakukan penanganan awal. Kendaraan Suroboyo Bus SB 23 yang mengalami kerusakan kemudian dibawa ke bengkel karoseri. Tujuannya adalah untuk dilakukan pemeriksaan menyeluruh dan perhitungan tingkat kerusakan yang dialami.
“Bus selanjutnya diarahkan ke karoseri untuk dilakukan kalkulasi dan pemeriksaan lebih lanjut terhadap kerusakan yang terjadi,” jelas Eni. Proses ini penting untuk memastikan bus dapat segera diperbaiki dan kembali beroperasi melayani masyarakat.
Pihak UPTD PTU juga memberikan jaminan bahwa insiden ini tidak akan mengganggu pelayanan transportasi publik secara keseluruhan. Mereka menegaskan komitmen untuk terus menjaga kualitas dan ketersediaan layanan Suroboyo Bus bagi warga Surabaya.
Evaluasi dan Pencegahan Kejadian Serupa
Lebih lanjut, Eni menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan langkah evaluasi mendalam untuk mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari. Koordinasi intensif akan dilakukan dengan pihak DSDABM untuk menelusuri lebih jauh penyebab pasti insiden ini. Selain itu, pengecekan rekaman kamera CCTV di sekitar lokasi kejadian juga akan menjadi bagian dari proses investigasi.
“Kami akan berkoordinasi dengan DSADBM untuk menelusuri insiden ini. Serta melakukan pengecekan CCTV,” ungkap Eni.
Tindakan tegas juga akan diambil apabila ditemukan adanya unsur kesalahan dari pihak pengemudi Suroboyo Bus. “Kami akan berikan sanksi apabila ditemukan kesalahan dari pihak driver,” pungkasnya, menegaskan bahwa transparansi dan akuntabilitas menjadi prioritas utama dalam pengelolaan armada Suroboyo Bus. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan pelayanan transportasi publik di Surabaya dapat terus berjalan optimal dan aman bagi seluruh pengguna.











