Pergantian Kepemimpinan Badan Gizi Nasional: Mayjen TNI Trenggono Ditunjuk sebagai Wakil Kepala
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan signifikan dalam jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) pada Selasa malam, Juni 2026. Langkah ini diambil sebagai upaya mempercepat pembenahan tata kelola lembaga secara menyeluruh dan memastikan efektivitas program-program prioritas nasional. Salah satu penunjukan penting dalam perombakan ini adalah Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Trenggono yang kini mengemban amanah sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menegaskan bahwa pergantian ini merupakan langkah strategis untuk mendorong kinerja BGN. “Kepada tiga pimpinan Badan Gizi Nasional yang baru kami berharap untuk dapat segera konsolidasi internal,” ujar Prasetyo Hadi dalam keterangannya di Istana Kepresidenan Jakarta. Penunjukan ini diharapkan dapat membawa energi baru dan keahlian yang dibutuhkan untuk mengelola lembaga yang memiliki peran krusial dalam kesehatan masyarakat.
Dalam susunan kepengurusan yang baru, Mayjen TNI Trenggono akan mendampingi Nanik S. Deyang yang telah ditunjuk sebagai Kepala BGN. Posisi Wakil Kepala BGN lainnya kini dipercayakan kepada Agustina Arumsari, yang mewakili unsur profesional, menunjukkan adanya keseimbangan antara latar belakang militer dan keahlian di bidang gizi dan manajemen.
Profil Mayjen TNI Trenggono: Perjalanan Karier dari Lapangan Hingga Gizi Nasional
Mayor Jenderal TNI Trenggono adalah seorang perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang memiliki rekam jejak panjang dan beragam. Beliau merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1993 dari kecabangan Infanteri. Perwira kelahiran 21 November 1969 ini telah mengabdikan diri di lingkungan TNI AD selama bertahun-tahun, termasuk pengalaman berharga saat bertugas di Komando Pasukan Khusus (Kopassus).
Perjalanan karier Mayjen TNI Trenggono mencakup berbagai jabatan strategis yang mengasah kepemimpinan dan kemampuannya dalam mengelola organisasi. Sebelum ditunjuk ke BGN, beliau pernah menjabat sebagai Direktur Umum Akademi Militer (Akmil) Magelang pada periode 2023–2024. Pengalaman ini memberikannya pemahaman mendalam tentang pengelolaan lembaga pendidikan tinggi militer.
Selanjutnya, beliau dipercaya mengemban sejumlah posisi penting lainnya, seperti Direktur Pengkajian dan Pengembangan di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad), serta Staf Khusus Panglima TNI. Jabatan-jabatan ini menunjukkan kepercayaan yang tinggi dari pimpinan TNI terhadap kapabilitas dan dedikasinya.
Pada Agustus 2024, Mayjen TNI Trenggono meninggalkan jabatannya di Akmil dan memperoleh kenaikan pangkat menjadi Mayor Jenderal (Mayjen) TNI. Sebelum menerima penugasan di BGN, beliau sempat menjabat sebagai Wakil Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara. Dalam kapasitasnya di perusahaan tersebut, Mayjen TNI Trenggono bahkan sempat meninjau pembangunan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), sebuah inisiatif yang menunjukkan kepeduliannya terhadap pembangunan ekonomi berbasis masyarakat.
Kini, Mayjen TNI Trenggono mengemban tugas baru yang sangat strategis. Beliau akan berperan penting dalam membantu pelaksanaan program prioritas pemerintah, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG), melalui posisinya sebagai Wakil Kepala BGN. Pengalaman militer dan manajemen yang dimilikinya diharapkan dapat memberikan kontribusi besar dalam memastikan keberhasilan program ini.
Evaluasi dan Pencopotan Kepala BGN Sebelumnya: Fokus pada Kualitas dan Disiplin
Keputusan perombakan pimpinan BGN juga mencakup pencopotan Dadan Hindayana dari jabatan Kepala BGN, yang diumumkan pada Selasa malam. Menurut Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, keputusan ini diambil setelah adanya evaluasi mendalam terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Evaluasi tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari kualitas makanan yang disajikan hingga kedisiplinan dalam menjalankan Standard Operating Procedure (SOP). “Ada yang berkenaan dengan masalah kedisiplinan dalam menjalankan SOP,” ujar Prasetyo Hadi, menyoroti adanya temuan yang perlu segera diperbaiki.
Selain aspek kualitas makanan, pemerintah juga memberikan perhatian serius pada kedisiplinan dalam menjalankan tata kelola program. Program Makan Bergizi Gratis adalah program yang sangat penting bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, sehingga pelaksanaannya harus dilakukan dengan standar tertinggi.
Atas dasar evaluasi tersebut, Presiden Prabowo Subianto memutuskan bahwa Dadan Hindayana tidak lagi memimpin Badan Gizi Nasional maupun proyek strategis Makan Bergizi Gratis. Perubahan ini menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan bahwa setiap program prioritas berjalan sesuai harapan dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Penunjukan kepemimpinan baru diharapkan dapat membawa terobosan dan peningkatan kinerja yang signifikan dalam upaya mewujudkan gizi yang lebih baik bagi seluruh rakyat Indonesia.











