Peningkatan Retribusi Surat Keterangan Asal Dorong Pendapatan Asli Daerah Fakfak
FAKFAK, PAPUA BARAT – Sektor perikanan dan kelautan di Kabupaten Fakfak terus menunjukkan potensi kontribusinya dalam memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) Kabupaten Fakfak mencatat pencapaian signifikan melalui retribusi penerbitan Surat Keterangan Asal (SKA) selama periode Januari hingga Mei 2026. Total kontribusi yang berhasil dihimpun mencapai Rp128.437.620, sebuah angka yang mencerminkan efektivitas program dan komitmen dinas dalam mengoptimalkan sumber daya daerah.
Kepala DKP Kabupaten Fakfak, Jubair Hegemur, menyampaikan bahwa angka tersebut merupakan hasil rekapitulasi penerimaan retribusi SKA selama lima bulan terakhir. Beliau merinci lebih lanjut, bahwa rata-rata pemasukan bulanan dari retribusi ini mencapai sekitar Rp25.687.524. “Ini menunjukkan komitmen dinas kami dalam mendukung PAD daerah,” ujar Jubair Hegemur saat ditemui di Fakfak pada Rabu, Juni 2026. Capaian ini tidak hanya membuktikan kinerja DKP, tetapi juga menggarisbawahi pentingnya SKA sebagai salah satu instrumen penerimaan daerah yang potensial.
Rincian Setoran Retribusi SKA per Bulan
Data yang dihimpun oleh DKP Fakfak memberikan gambaran jelas mengenai fluktuasi penerimaan retribusi SKA dari bulan ke bulan. Rincian setoran retribusi SKA selama lima bulan pertama tahun 2026 adalah sebagai berikut:
- Januari 2026: Rp30.805.500
- Februari 2026: Rp15.119.900
- Maret 2026: Rp24.724.400
- April 2026: Rp14.812.520
- Mei 2026: Rp42.975.300
Berdasarkan rincian tersebut, terlihat bahwa bulan Mei 2026 mencatatkan pendapatan tertinggi dengan total Rp42.975.300. Angka ini kemungkinan dipengaruhi oleh peningkatan aktivitas ekspor komoditas perikanan dan kelautan yang berasal dari Fakfak. Sebaliknya, bulan April 2026 menjadi periode dengan penerimaan terendah, yakni sebesar Rp14.812.520. Perbedaan ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor musiman, kondisi pasar, atau kebijakan ekspor yang berlaku pada periode tersebut.
Peran Penting Surat Keterangan Asal (SKA)
Jubair Hegemur menjelaskan lebih lanjut mengenai urgensi Surat Keterangan Asal (SKA). Dokumen ini memiliki peran krusial dalam perdagangan internasional, khususnya bagi produk-produk ekspor. SKA adalah bukti resmi yang menyatakan bahwa suatu barang, dalam konteks ini produk perikanan dan kelautan, berasal dari wilayah tertentu, dalam hal ini Kabupaten Fakfak, dan telah diproduksi atau diolah di daerah tersebut.
“Retribusi SKA ini adalah biaya pelayanan penerbitan dokumen yang menjadi syarat penting dalam perdagangan ekspor,” tegas Jubair. Penerbitan SKA menjadi salah satu tugas DKP yang tidak hanya memfasilitasi kelancaran ekspor bagi pelaku usaha, tetapi juga menjadi sumber pendapatan daerah yang sah. Tanpa SKA yang valid, produk ekspor dapat menghadapi kendala birokrasi dan penolakan di negara tujuan. Oleh karena itu, DKP Fakfak memosisikan penerbitan SKA sebagai layanan strategis yang mendukung pergerakan ekonomi daerah.
Komitmen DKP Fakfak dalam Mendukung PAD
Menanggapi pencapaian ini, Jubair Hegemur menegaskan komitmen DKP Fakfak untuk terus berupaya menggenjot pemasukan daerah. Upaya ini sejalan dengan arahan dan visi Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, yang senantiasa mendorong peningkatan PAD demi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. DKP bertekad untuk terus meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam pelayanan penerbitan SKA, serta mencari potensi-potensi lain yang dapat berkontribusi pada PAD.
Lebih dari sekadar angka, Jubair berharap transparansi informasi mengenai penerimaan retribusi SKA ini dapat menjadi bukti nyata dari kontribusi DKP Fakfak terhadap Pendapatan Asli Daerah. “Kami berharap informasi ini menjadi bentuk transparansi atas kontribusi nyata dinas kami terhadap PAD Kabupaten Fakfak,” pungkas Jubair Hegemur. Dengan demikian, masyarakat dapat melihat secara langsung bagaimana sektor perikanan dan kelautan, melalui pelayanan administrasi seperti penerbitan SKA, turut berperan dalam pembangunan Kabupaten Fakfak. Upaya berkelanjutan dalam pengelolaan dan peningkatan retribusi diharapkan dapat terus mendorong laju pertumbuhan ekonomi daerah di masa mendatang.











