Teamlibas.com /Banuagea, 7 April 2026 – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya mendukung kesehatan siswa, justru menuai kontroversi di Desa Banuagea. Sejumlah siswa di SD 078440 Lolomboli diduga menerima makanan dalam kondisi tidak layak konsumsi karena ditemukan mengandung ulat.
Informasi awal terkait kejadian ini beredar melalui media sosial dari seorang sumber berinisial MN, yang mengungkap peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (7/4/2026). Makanan tersebut diketahui berasal dari dapur penyedia MBG yang berlokasi di Desa Banuagea.
Saat dikonfirmasi, salah seorang guru di SD 078440 Lolomboli membenarkan kejadian tersebut. Ia menyatakan bahwa makanan yang diterima siswa dalam kondisi berulat dan tidak layak dikonsumsi.
“Makanan bergizi gratis itu berulat,” ujarnya.
Pihak sekolah pun langsung mengambil tindakan dengan mengembalikan seluruh makanan tersebut ke dapur penyalur. Selain itu, sekolah memutuskan untuk menolak sementara distribusi makanan serupa demi menjaga kesehatan dan keselamatan para siswa.
“Kami sangat terkejut dan prihatin. Makanan seperti ini jelas tidak layak diberikan kepada anak-anak,” tambahnya.
Upaya konfirmasi kepada pihak dapur MBG belum membuahkan hasil. Salah satu karyawan hanya memberikan keterangan singkat bahwa kondisi sudah “aman”, sebelum akhirnya memutus komunikasi tanpa penjelasan lebih lanjut terkait pihak penanggung jawab.
Sementara itu, kepala sekolah juga belum memberikan tanggapan resmi. Upaya konfirmasi melalui pesan WhatsApp hingga saat ini belum mendapat balasan.
Menanggapi kejadian ini, publik mendesak adanya evaluasi dan audit menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG di wilayah tersebut. Langkah cepat dan transparan dinilai penting untuk memastikan kualitas serta keamanan makanan yang diberikan kepada siswa.
Program MBG sebagai upaya peningkatan gizi anak diharapkan tetap berjalan sesuai tujuan, dengan pengawasan yang lebih ketat agar kejadian serupa tidak terulang. /Id













