Bandar Lampung Masih Jadi Target Utama Pencurian Kendaraan Bermotor
Kota Bandar Lampung terus menjadi wilayah yang rentan terhadap aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Analisis dan evaluasi data yang dilakukan oleh Kepolisian Daerah Lampung menunjukkan bahwa sebagian besar tindak pidana, khususnya kejahatan jalanan, terpusat di ibu kota Provinsi Lampung ini.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Lampung, Kombes Pol Indra Hermawan, menyatakan bahwa berdasarkan data yang ada, Kota Bandar Lampung memang menjadi lokasi favorit bagi para pelaku kejahatan. “Kebanyakan dari analisa dan evaluasi data kami, bahwa data tindak pidana atau kejadian kejahatan jalanan banyak di wilayah Bandar Lampung,” ungkap Kombes Pol Indra Hermawan.
Kelompok Pelaku dan Jaringan Pemasaran Hasil Curian
Lebih lanjut, Kombes Pol Indra Hermawan menjelaskan bahwa pelaku kejahatan C3 (Curat, Curas, dan Curanmor) yang beraksi di Bandar Lampung mayoritas berasal dari kelompok yang berasal dari wilayah Lampung Timur dan Lampung Tengah. Keberadaan kelompok-kelompok ini menunjukkan adanya pola pergerakan pelaku kejahatan yang terorganisir antar wilayah.
Salah satu poin penting yang diungkapkan oleh Kombes Pol Indra Hermawan adalah mengenai jaringan pemasaran kendaraan hasil curanmor. Hingga saat ini, kepolisian belum menemukan indikasi adanya pengiriman motor curian ke luar provinsi, apalagi ke luar negeri. “Jadi tidak ada yang ke luar atau bahkan ke luar negeri hasil curian para pelaku,” tegasnya. Hal ini mengindikasikan bahwa pasar gelap kendaraan curian masih beroperasi di wilayah Lampung sendiri, yang kemungkinan besar memfasilitasi pelaku untuk menjual kembali barang hasil kejahatan mereka dengan cepat dan relatif aman.
Komitmen Polda Lampung dalam Memberantas Kejahatan Jalanan
Menanggapi tingginya angka kejahatan di Bandar Lampung, Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf menegaskan komitmen penuh jajarannya untuk menindak tegas para pelaku kejahatan jalanan. Penindakan ini mencakup berbagai bentuk kejahatan, mulai dari pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), hingga pencurian kendaraan bermotor (curanmor).
Untuk menekan angka kriminalitas yang terus menghantui masyarakat, Polda Lampung secara intensif menggalakkan dua strategi utama: pencegahan dan penegakan hukum.
Strategi Pencegahan dan Penegakan Hukum Polda Lampung
Polda Lampung tidak tinggal diam dalam menghadapi maraknya aksi kejahatan. Berbagai upaya strategis telah dan terus dikembangkan untuk menciptakan rasa aman bagi masyarakat.
-
Intensifikasi Patroli Rutin:
Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah dengan mengerahkan personel untuk meningkatkan intensitas patroli. Patroli ini tidak hanya menggunakan kendaraan roda empat, tetapi juga sepeda motor yang dinilai lebih efektif untuk menjangkau area yang lebih luas dan sempit, terutama di titik-titik yang telah diidentifikasi sebagai daerah rawan. Pemetaan tren kejahatan di masing-masing wilayah menjadi dasar penentuan area prioritas patroli. -
Pendekatan Dialogis dengan Masyarakat:
Selain patroli rutin, polisi juga mengadopsi pendekatan yang lebih humanis dan dialogis. Hal ini dilakukan dengan cara menyambangi pos keamanan lingkungan (poskamling) dan pos satuan pengamanan (satpam) di berbagai wilayah. Melalui interaksi langsung ini, polisi berupaya mengajak masyarakat untuk turut serta meningkatkan kewaspadaan dini terhadap potensi tindak kejahatan. Kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat dianggap sebagai garda terdepan dalam mencegah terjadinya kejahatan.
- Peningkatan Pelaporan Melalui Layanan 110:
Polda Lampung juga terus mendorong masyarakat untuk segera melaporkan setiap kejadian yang mencurigakan atau tindak pidana yang dialami. Layanan darurat kepolisian melalui nomor 110 siap menerima laporan dari masyarakat kapan pun dan di mana pun. Pelaporan yang cepat dan akurat dari masyarakat sangat penting bagi kepolisian untuk segera merespons dan melakukan tindakan yang diperlukan, sehingga potensi kerugian dapat diminimalisir.
Dengan sinergi antara upaya pencegahan yang proaktif dan penegakan hukum yang tegas, Polda Lampung berharap dapat menurunkan angka kriminalitas di Kota Bandar Lampung dan wilayah hukumnya secara keseluruhan, serta mengembalikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat.









