HUT ke-14 IWO Meranti, Pemkab Tekankan Pers Profesional dan Mitra Strategis Pembangunan

TEAMLIBAS.COM- MERANTI – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menegaskan pentingnya peran pers dalam menjaga kualitas demokrasi sekaligus menjadi mitra strategis dalam mendorong pembangunan daerah. Insan pers, khususnya media online, diminta tetap mengedepankan profesionalisme, independensi, akurasi, keberimbangan, dan etika jurnalistik.

Pesan tersebut disampaikan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti, Tengku Arifin, S.Sos, saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14 Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Kepulauan Meranti di Cafe Jingga, Jalan Banglas, Selatpanjang, Selasa (11/8/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Kepulauan Meranti, jajaran pengurus IWO, pimpinan organisasi profesi pers, insan pers, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta sejumlah tamu undangan.

Dalam sambutannya, Tengku Arifin menyampaikan ucapan selamat kepada keluarga besar IWO yang telah memasuki usia ke-14 tahun. Ia berharap organisasi tersebut semakin solid, profesional, berintegritas, dan mendapat kepercayaan masyarakat.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, saya mengucapkan selamat Hari Ulang Tahun ke-14 kepada Ikatan Wartawan Online. Semoga di usia yang ke-14 ini, IWO semakin solid, semakin profesional, semakin berintegritas, dan semakin dipercaya masyarakat,” ujar Tengku Arifin.

Menurutnya, perjalanan 14 tahun merupakan waktu yang cukup panjang bagi sebuah organisasi. Terlebih, perkembangan teknologi telah membuat arus informasi bergerak semakin cepat dan menjadikan media online memiliki posisi strategis dalam kehidupan masyarakat.

Namun, kecepatan tersebut, kata dia, harus diimbangi dengan ketelitian dan tanggung jawab jurnalistik.

“Tantangan terbesar insan pers bukan hanya bagaimana menjadi yang tercepat, tetapi bagaimana menjadi yang paling akurat, berimbang dan dapat dipercaya,” tegasnya.

Tengku Arifin menegaskan, kebebasan pers merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Namun, kebebasan tersebut harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab dan etika jurnalistik.

Ia mengingatkan agar kecepatan pemberitaan tidak mengalahkan kebenaran, popularitas tidak mengalahkan profesionalisme, dan kepentingan sesaat tidak mengorbankan kepercayaan publik.

“Pada akhirnya, kekuatan media bukan hanya terletak pada seberapa banyak berita yang diterbitkan, tetapi seberapa besar kepercayaan masyarakat terhadap berita tersebut,” katanya.

Ia juga menilai hubungan antara pemerintah dan pers harus dibangun dalam suasana yang sehat, terbuka, dan saling menghormati.

Menurutnya, pemerintah dan pers memiliki ruang kerja yang berbeda. Pemerintah menjalankan fungsi melalui kebijakan dan pelayanan publik, sedangkan pers menjalankan fungsi melalui penyebaran informasi dan kontrol sosial.

“Pemerintah tidak boleh alergi terhadap kritik. Pers juga tidak boleh kehilangan independensinya,” ujarnya.

Tengku Arifin mengatakan kritik yang objektif dan berdasarkan fakta bukanlah ancaman bagi pemerintah. Sebaliknya, kritik dapat menjadi bahan evaluasi untuk mengetahui berbagai kekurangan sekaligus memperbaiki kualitas penyelenggaraan pemerintahan.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti berkomitmen terus membuka ruang komunikasi dan membangun kemitraan yang sehat dengan insan pers.

“Kita boleh berbeda sudut pandang, tetapi kita tidak boleh berbeda tujuan. Tujuan kita adalah membangun Kepulauan Meranti yang lebih maju, sejahtera dan bermartabat,” tuturnya.

Selain menjalankan fungsi kontrol sosial, insan pers juga diajak turut memperkenalkan berbagai potensi yang dimiliki Kabupaten Kepulauan Meranti.

Tengku Arifin menyebut sejumlah sektor yang memiliki potensi untuk dikembangkan dan dipromosikan melalui pemberitaan, antara lain ekonomi, kelautan dan perikanan, perkebunan, perdagangan, pariwisata, kebudayaan, serta sumber daya manusia.

“Mari kita beritakan Meranti bukan hanya karena masalahnya, tetapi juga karena potensinya. Kita kritisi apa yang perlu diperbaiki, tetapi kita juga angkat keberhasilan masyarakat,” ajaknya.

Ia berharap pemberitaan media di daerah mampu menghadirkan informasi yang berimbang. Berbagai persoalan tetap harus disampaikan secara objektif, namun pada saat yang sama media juga dapat memberikan ruang bagi masyarakat untuk melihat peluang dan optimisme pembangunan.

“Dengan demikian, pers bukan sekadar menjadi penyampai informasi, tetapi juga menjadi bagian dari energi pembangunan daerah,” tambahnya.

Ia juga mengajak seluruh insan pers meningkatkan kompetensi, memperkuat solidaritas, menjunjung tinggi kode etik jurnalistik, serta menjaga kepercayaan masyarakat.

Pers, lanjutnya, juga memiliki peran penting dalam melawan berita bohong, disinformasi, serta berbagai bentuk informasi yang berpotensi memecah belah masyarakat.

“Jadikan media sebagai ruang untuk memperkuat persatuan, mempererat silaturahmi dan membangun optimisme masyarakat,” katanya.

 

Sementara itu, Ketua IWO Kabupaten Kepulauan Meranti, Rahmat Arifin, menyampaikan bahwa perjalanan IWO selama 14 tahun merupakan bagian dari proses panjang dalam membangun organisasi dan menjaga marwah profesi wartawan online.

Ia menegaskan bahwa perkembangan media digital membawa tantangan tersendiri bagi wartawan. Di tengah tuntutan kecepatan informasi, wartawan tetap harus menjadikan akurasi, keberimbangan, independensi, dan kode etik sebagai landasan utama dalam menjalankan profesinya.

Menurut Rahmat, IWO Kepulauan Meranti akan terus mendorong peningkatan kapasitas dan profesionalisme anggotanya agar mampu menghadirkan karya jurnalistik yang berkualitas serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Wartawan bukan hanya bertugas menyampaikan informasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk ikut mencerdaskan masyarakat dan memberikan kontribusi positif bagi daerah,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh insan pers di Kepulauan Meranti menjaga solidaritas dan membangun hubungan yang baik dengan seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam menjalankan profesi jurnalistik. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh menghilangkan semangat bersama untuk menjaga kualitas pers dan membangun daerah.

 

Ketua Panitia sekaligus Sekretaris IWO Kepulauan Meranti, Harfailin, mengatakan peringatan HUT ke-14 IWO tidak hanya menjadi momentum untuk merayakan perjalanan organisasi, tetapi juga diisi dengan kegiatan sosial.

IWO diketahui lahir pada 8 Agustus 2012 dari semangat para jurnalis online untuk menjaga marwah profesi, menyuarakan kebenaran, serta menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan mencerdaskan masyarakat.

Dalam peringatan HUT tahun ini, keluarga besar IWO Kepulauan Meranti turut berbagi kebahagiaan dengan sekitar 30 anak yatim melalui pemberian santunan.

“Ini bukan soal seberapa besar nilainya, tetapi merupakan bentuk kasih sayang dan rasa syukur kami. Semoga bermanfaat dan menjadi semangat bagi anak-anak untuk terus belajar serta menjadi kebanggaan orang tua dan bangsa,” kata Harfailin.

Ia turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, mitra kerja, organisasi profesi pers, serta seluruh pihak yang selama ini memberikan dukungan terhadap keberadaan IWO di daerah.

Ia berharap IWO Kepulauan Meranti semakin solid, profesional, dan semakin dekat dengan masyarakat.

“Karena tugas wartawan bukan hanya menulis berita, tetapi juga ikut membangun daerahnya,” ujarnya.

 

Ketua Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kepulauan Meranti, Datuk Seri Afrizal Cik, juga menyampaikan ucapan selamat atas HUT ke-14 IWO.

Ia berharap IWO Kepulauan Meranti semakin kompak dan sukses dalam menjalankan tugas jurnalistik.

Menurutnya, media online memiliki peran penting dalam menyebarluaskan informasi kepada masyarakat. Namun, kecepatan penyampaian informasi harus tetap diiringi dengan etika, termasuk dalam penggunaan bahasa.

Hal tersebut dinilai penting karena Kepulauan Meranti merupakan daerah yang kuat dengan nilai-nilai adat dan budaya Melayu.

“Dalam kaidah penulisan, kita harus mengedepankan etika berbahasa. Karena dengan bahasa yang kita tulis, orang akan melihat kualitas kita,” ujarnya.

Datuk Seri Afrizal berharap seluruh media di Kepulauan Meranti dapat menjadi sarana penyebaran informasi yang tetap menjunjung tinggi kesantunan, adat, dan budaya Melayu.

“Mari sama-sama kita bina media online dan semua media yang ada supaya menjadi media yang penuh kesantunan dalam tata adat budaya kita di sini,” pungkasnya.

Peringatan HUT ke-14 IWO Kabupaten Kepulauan Meranti tersebut menjadi momentum memperkuat solidaritas insan pers sekaligus menegaskan kembali pentingnya media yang profesional, independen, beretika, dan bertanggung jawab.

Di tengah derasnya arus informasi digital, pers diharapkan tidak hanya menjadi penyampai berita, tetapi juga hadir sebagai kontrol sosial, penjaga kualitas informasi, serta bagian dari kekuatan masyarakat dalam mendorong pembangunan Kepulauan Meranti yang lebih maju dan sejahtera.***

You cannot copy content of this page