Teamlibas.Com – SELAT PANJANG – Indonesia dikenal sebagai salah satu negara paling unik di dunia berkat kekayaan keberagamannya yang luar biasa. Mulai dari flora, fauna, sumber daya alam, hingga keberagaman suku, bahasa, dan agama. Untuk memastikan keberagaman ini tetap menjadi berkah dan jauh dari gesekan, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) terus bergerak aktif merawat kedamaian demi kenyamanan masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari.
Didorong oleh semangat tersebut, FKUB Provinsi Riau secara intensif membangun koordinasi dan komunikasi dengan 12 FKUB Kabupaten/Kota di seluruh wilayah Riau. Tidak hanya melalui surat-menyurat atau telekomunikasi, FKUB Riau juga kerap turun langsung ke daerah untuk merajut tali silaturahmi.
Terbaru, pada Senin (6/7/2026), jajaran pengurus FKUB Provinsi Riau menggelar kunjungan silaturahmi dengan pengurus FKUB Kabupaten Kepulauan Meranti yang berpusat di Kota Selat Panjang.
Pertemuan penting ini dihadiri oleh:
Frans P.F. Sirait, S.Si. (Wakil Ketua FKUB Provinsi Riau)
H. Mustafa, S.Ag, MM. (Ketua FKUB Kabupaten Kepulauan Meranti)
Cun Cun, S.Ag, M.Si. (Anggota FKUB Kabupaten Kepulauan Meranti)
Meski pertemuan berlangsung relatif singkat, sekitar 1,5 jam, atmosfer kerukunan dan keharmonisan sangat terasa kuat. Menariknya, ketiga tokoh yang bertemu ini merupakan representasi nyata dari indahnya toleransi: Frans Sirait mewakili umat Kristen, H. Mustafa mewakili umat Islam, dan Cun Cun mewakili umat Buddha.
Baca Juga: Agenda ini berlangsung di dua lokasi, yaitu di Kantor Sekretariat FKUB Kabupaten Kepulauan Meranti dan dilanjutkan di lobby Hotel Grand Indobaru.
Selain menjadi ajang melepas rindu dan mempererat persaudaraan, pertemuan ini juga diisi dengan diskusi ringan namun strategis. Beberapa poin penting yang dibahas antara lain:
Evaluasi dan Penguatan kerukunan umat beragama di wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti.
Survei Indeks Harmoni Indonesia Tahun 2026 sebagai acuan tolok ukur kedamaian antar umat.
Penyerahan 5 buku Moderasi Beragama karya FKUB Provinsi Riau kepada FKUB Kabupaten Kepulauan Meranti sebagai stimulus literasi toleransi di daerah.
Pertemuan hangat ini ditutup dengan sesi foto bersama. Melalui momentum ini, kedua belah pihak sepakat dan berkomitmen untuk terus menyalakan “api” semangat kerukunan di wilayahnya masing-masing.
Harapan besar disematkan agar Provinsi Riau, khususnya Kabupaten Kepulauan Meranti, tetap menjadi daerah yang aman, damai, tertib, dan nyaman bagi seluruh umat beragama untuk hidup berdampingan.*** Khairul













