LAMR Kepulauan Meranti Gelar Tepung Tawar, Kenang Jasa Tim Mabes TNI dalam Penanganan Karhutla

TEAMLIBAS.COM- MERANTI — Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Kepulauan Meranti menggelar Majelis Tepung Tawar sekaligus penyerahan Anugerah Kenangan Jasa kepada tamu kehormatan, Laksamana Pertama TNI dr. Imam Hidayat, Sp.S, beserta rombongan Tim Mabes TNI.

Prosesi adat tersebut berlangsung khidmat di Balai Adat LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti, Jalan Dorak, Selatpanjang, Senin (21/9/2026).

Kegiatan ini menjadi bentuk penghormatan sekaligus apresiasi LAMR Kepulauan Meranti atas kehadiran dan kontribusi Tim Mabes TNI selama menjalankan tugas di wilayah Kepulauan Meranti, khususnya dalam upaya penanganan persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Kepulauan Meranti yang diwakili Asisten III Setdakab Kepulauan Meranti, Datuk Atan Ibrahim, Ketua Umum DPH LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti Datuk Seri Afrizal Cik, S.Sos., M.Si., serta sejumlah Datuk dan Puan pengurus LAMR Kepulauan Meranti.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pemasangan tanjak kepada tamu kehormatan, dilanjutkan prosesi Tepuk Tepung Tawar di pelaminan adat LAMR dan penyerahan Anugerah Kenangan Jasa.

Prosesi tersebut tidak sekadar menjadi bagian dari tradisi adat Melayu, tetapi juga menjadi simbol penghormatan dan ungkapan terima kasih masyarakat Melayu Meranti kepada para tamu kehormatan yang dinilai telah memberikan perhatian terhadap persoalan daerah.

Dalam sambutannya, Datuk Seri Afrizal Cik menyampaikan bahwa berbagai persoalan lingkungan yang dihadapi Kepulauan Meranti, mulai dari kebakaran hutan dan lahan hingga abrasi, telah memberikan dampak yang cukup besar bagi masyarakat.

Menurutnya, kehadiran Tim Mabes TNI yang dipimpin Laksamana Pertama TNI dr. Imam Hidayat dalam rangka menjalankan tugas terkait penanganan karhutla merupakan sesuatu yang patut diapresiasi.

“Kami memang butuh kehadiran Tuan Laksamana di sini. Kami berterima kasih atas jasa dan peran yang telah dilakukan selama menjalankan tugas di daerah ini,” ujar Datuk Seri Afrizal Cik.

Ia menambahkan, kunjungan rombongan Mabes TNI ke Balai Adat LAMR Kepulauan Meranti juga memiliki makna tersendiri bagi masyarakat adat.

Menurutnya, kehadiran tersebut menunjukkan adanya perhatian terhadap keberadaan, kelestarian adat serta budaya Melayu yang menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Kepulauan Meranti.

“Kami juga mengucapkan terima kasih atas kunjungan rombongan Mabes TNI ke Balai Adat LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti. Ini menjadi tanda bahwa ada kepedulian terhadap kelestarian adat dan budaya di daerah kami,” lanjutnya.

Sementara itu, Asisten III Setdakab Kepulauan Meranti Datuk Atan Ibrahim yang hadir mewakili Bupati Kepulauan Meranti menyampaikan ucapan selamat datang serta apresiasi kepada jajaran Mabes TNI yang telah melaksanakan tugas di wilayah Kepulauan Meranti.

Ia menyebut dukungan pemerintah pusat melalui jajaran TNI dalam penanganan persoalan karhutla memiliki arti penting bagi daerah, terlebih Kepulauan Meranti merupakan salah satu wilayah terluar Indonesia yang memiliki karakteristik geografis serta tantangan tersendiri.

“Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menyampaikan selamat datang dan terima kasih atas dukungan pemerintah pusat dalam penanganan karhutla di Kabupaten Kepulauan Meranti,” ujar Atan.

Menurutnya, kunjungan tugas Tim Mabes TNI tidak hanya berkaitan dengan aspek penanganan karhutla, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat perhatian terhadap aspek pertahanan dan keamanan di wilayah perbatasan dan terluar Indonesia.

“Kunjungan tugas Tim Mabes TNI di daerah ini sangat berarti dalam rangka meningkatkan pertahanan dan keamanan, khususnya di daerah terluar Indonesia,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Laksamana Pertama TNI dr. Imam Hidayat turut menyampaikan sambutan di hadapan jajaran LAMR, pemerintah daerah serta para tamu undangan.

Majelis Tepung Tawar tersebut kemudian ditutup dengan rangkaian prosesi adat dan penyerahan Anugerah Kenangan Jasa. Momentum ini menjadi simbol hubungan silaturahmi antara unsur pemerintah, TNI dan masyarakat adat Melayu di Kepulauan Meranti.

Lebih dari sekadar seremoni adat, kegiatan tersebut memperlihatkan bagaimana nilai-nilai Melayu seperti penghormatan, silaturahmi dan penghargaan terhadap jasa seseorang tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Kepulauan Meranti.

Melalui momentum itu pula, LAMR Kepulauan Meranti menegaskan bahwa persoalan daerah, termasuk lingkungan, karhutla, pertahanan maupun pelestarian adat dan budaya, membutuhkan sinergi dan kepedulian bersama antara pemerintah, aparat serta masyarakat.***

Liputan: Khairul

You cannot copy content of this page