Tari Sangan Batu Batungkat: Jutaan Penonton Terpukau di Medsos

Sanggar Laman Basega Pukau Festival Budaya Isen Mulang dengan “Sangan Batu Batungkat”

Nanga Bulik – Sanggar Laman Basega dari Kabupaten Lamandau berhasil mencuri perhatian publik dan para penikmat seni pada ajang Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) Tahun 2026 yang diselenggarakan di Palangka Raya. Penampilan mereka yang memukau, membawakan Tari Kreatif bertajuk “Sangan Batu Batungkat” atau yang dapat diartikan sebagai Dongeng Batu Bertongkat, sukses membuat decak kagum para penonton yang hadir.

Keberhasilan sanggar ini bukan hanya sekadar sebuah pertunjukan seni, melainkan merupakan manifestasi dari komitmen penuh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Lamandau. Upaya ini didedikasikan untuk mendukung pelestarian sekaligus mempromosikan kekayaan khazanah budaya daerah di tingkat Provinsi Kalimantan Tengah. FBIM menjadi panggung strategis untuk menampilkan warisan budaya Lamandau kepada khalayak yang lebih luas.

Tarian “Sangan Batu Batungkat” ini dibina langsung oleh penata tari berbakat, Kiki Desti Yanti. Namun, pertunjukan ini tidak hanya berhenti pada penyajian estetika gerakan yang indah. Lebih dari itu, tarian ini menggali dan mengangkat kisah yang mendalam, sarat akan nilai-nilai kearifan lokal yang dipegang teguh oleh masyarakat Dayak. Melalui harmonisasi yang apik antara gerakan tari yang dinamis dan energik, serta alunan musik tradisional yang menyentuh, pertunjukan ini berhasil menyampaikan pesan-pesan penting.

Pesan-pesan tersebut mencakup pentingnya menjaga adat istiadat yang telah diwariskan oleh para leluhur, serta bagaimana menjaga keharmonisan hubungan yang selaras antara manusia dengan lingkungan alam di sekitarnya. Ini adalah cerminan dari filosofi hidup masyarakat Dayak yang sangat menghargai keseimbangan alam.

Penata tari, Kiki Desti Yanti, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya yang tulus atas dukungan penuh yang telah diberikan oleh pemerintah daerah serta Dekranasda Kabupaten Lamandau. Dukungan ini menjadi pilar penting bagi pengembangan seni dan budaya daerah agar terus lestari dan berkembang.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Bupati Lamandau dan Ibu Ketua Dekranasda atas dukungan yang tak henti-hentinya diberikan dalam pengembangan seni dan budaya daerah kami,” ujar Kiki pada hari Rabu, Juni 2026. Dukungan ini, lanjutnya, sangat berarti bagi para seniman untuk terus berkarya.

Apresiasi serupa juga datang dari Ketua Dekranasda Kabupaten Lamandau, Norol Latifah Rizky Aditya Putra. Ia memberikan pujian atas konsistensi dan dedikasi para pelaku seni di Kabupaten Lamandau. Dedikasi tersebut terlihat jelas dalam upaya mereka untuk terus menghidupkan budaya daerah melalui karya-karya kreatif yang segar dan inovatif, namun tetap berakar pada tradisi.

“Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) ini merupakan wadah yang sangat baik dan strategis untuk memperkenalkan potensi seni dan budaya yang dimiliki oleh daerah kita. Kami sangat berharap para seniman, baik yang sudah senior maupun generasi muda, dapat terus berkarya tanpa henti. Terlebih lagi, kami berharap mereka senantiasa menjaga warisan budaya ini agar tetap lestari dan menjadi identitas kebanggaan daerah kita,” tutur Norol Latifah.

Keberhasilan tari “Sangan Batu Batungkat” ini tidak hanya bergema di panggung fisik festival, tetapi juga berhasil merambah dan menjadi viral di dunia maya. Antusiasme masyarakat yang sangat tinggi terhadap tarian ini terlihat jelas dari berbagai unggahan video penampilan mereka di platform media sosial. Video yang diunggah oleh akun media sosial resmi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Tengah, khususnya, mendapat sambutan luar biasa.

Terbukti, video tari kreatif “Sangan Batu Batungkat” ini telah disaksikan hingga jutaan kali oleh pengguna internet. Angka ini menjadi bukti nyata bahwa seni tradisi yang berasal dari Lamandau memiliki daya tarik yang kuat, bahkan mampu memikat hati generasi digital yang akrab dengan teknologi dan media sosial. Ini menunjukkan bahwa seni tradisional masih memiliki relevansi dan potensi besar untuk terus digemari oleh berbagai kalangan usia.

Keberhasilan ini diharapkan dapat memotivasi sanggar-sanggar lain di Kabupaten Lamandau untuk terus berinovasi dan berkreasi, serta terus melestarikan kekayaan budaya daerah. Promosi melalui festival dan media digital menjadi kunci penting untuk menjaga warisan budaya agar tidak punah ditelan zaman dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page