Dimas Adi Prasetyo: Bintang Muda Sulawesi Tengah Bersinar di Piala AFF U-19
Pertandingan perdana Grup A Piala AFF U-19 pada Senin, 1 Juni 2026, di Stadion Utama Sumatera Utara, Deli Serdang, menjadi saksi bisu lahirnya seorang bintang baru bagi sepak bola Indonesia. Dimas Adi Prasetyo, striker muda berbakat asal Desa Nunurantai, Kecamatan Taopa, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, sukses memborong dua gol kemenangan Timnas Indonesia U-19 atas Myanmar dengan skor meyakinkan 3-0. Gol pertama skuad Garuda Muda diciptakan oleh Arkhan Kaka.
Kemenangan ini tidak hanya menjadi modal berharga bagi Indonesia dalam mengawali kiprahnya di turnamen bergengsi ini, namun juga menempatkan Timnas Indonesia U-19 di posisi kedua klasemen sementara Grup A, hanya kalah selisih gol dari Vietnam. Bagi masyarakat Sulawesi Tengah, khususnya Kabupaten Parigi Moutong, penampilan gemilang Dimas merupakan sebuah kebanggaan tersendiri yang membuktikan bahwa talenta dari daerah mampu bersaing di kancah sepak bola nasional bahkan internasional.
Perjalanan Inspiratif dari Lapangan Desa
Perjalanan karier sepak bola Dimas Adi Prasetyo adalah sebuah bukti nyata bahwa kerja keras, dedikasi, dan bakat dapat mengantarkan seorang anak desa meraih mimpi besarnya. Lahir pada 13 April 2008, Dimas merupakan putra dari Yoyo, seorang mantan pemain sepak bola tarkam yang cukup dikenal di wilayah Kecamatan Taopa. Sejak kecil, Dimas sudah menunjukkan kecintaannya pada si kulit bundar. Ia mengasah kemampuannya di lapangan sederhana Desa Nunurantai, bermain bersama teman-teman sebayanya.
Perkembangan bakatnya berlanjut saat ia bergabung dengan Sekolah Sepak Bola (SSB) Persita Taopa dan kemudian SSB Labuan Beru. Melalui berbagai kompetisi usia muda, seperti Piala Suratin dan Liga TopSkor, Dimas terus menunjukkan potensinya. Ajang-ajang ini menjadi panggung penting baginya untuk membuktikan diri dan menarik perhatian para pemandu bakat.
Meraih Prestasi di Tingkat Klub
Kerja keras Dimas akhirnya membuahkan hasil yang signifikan ketika ia berhasil lolos seleksi untuk bergabung dengan tim PSM Makassar U-18. Bersama skuad muda Juku Eja, Dimas turut berperan penting dalam mengantarkan klub tersebut meraih gelar juara Elite Pro Academy (EPA) Liga 1 musim 2024-2025. Pencapaian ini menjadi batu loncatan penting dalam kariernya, memberikannya pengalaman bertanding di level profesional dan semakin mematangkan kemampuannya.
Debut Gemilang Bersama Garuda Muda
Kini, nama Dimas Adi Prasetyo mulai dikenal luas oleh publik sepak bola nasional berkat penampilan impresifnya bersama Timnas Indonesia U-19. Dua gol yang berhasil ia cetak ke gawang Myanmar dalam laga perdana Piala AFF U-19 adalah bukti nyata bahwa talenta yang diasah dari daerah mampu bersaing dan memberikan kontribusi besar di level tertinggi kelompok umur Indonesia.
Gol pertama Dimas lahir dari skema serangan yang terorganisir dengan baik. Ia berhasil lolos dari jebakan offside dan dengan tenang menyelesaikan peluang di dalam kotak penalti, menggetarkan jala gawang Myanmar. Gol keduanya tercipta melalui pemanfaatan kesalahan yang dilakukan oleh kiper lawan. Bola yang gagal diamankan oleh penjaga gawang Myanmar langsung direbut oleh Dimas sebelum ia menceploskannya ke dalam gawang yang kosong.
Sementara itu, gol pembuka keunggulan Timnas Indonesia U-19 dicetak oleh Arkhan Kaka. Ia menerima umpan terobosan dari Algazani dan dengan sigap menceploskan bola ke gawang menggunakan kaki kanannya.
Harapan dan Inspirasi untuk Masa Depan
Kemenangan telak 3-0 atas Myanmar tidak hanya memberikan tiga poin penting bagi Indonesia, tetapi juga membuka jalan lebar untuk melaju ke fase selanjutnya di Piala AFF U-19. Perjalanan Dimas Adi Prasetyo dari lapangan desa di Nunurantai hingga mengenakan seragam kebanggaan Merah Putih di ajang internasional menjadi sebuah inspirasi yang luar biasa bagi banyak pesepak bola muda lainnya di Sulawesi Tengah. Kisahnya mengajarkan bahwa dengan semangat pantang menyerah dan kerja keras, mimpi untuk membela Timnas Indonesia bukan lagi sekadar angan-angan, melainkan sebuah tujuan yang dapat diraih.
Dukungan dari keluarga, pelatih, dan masyarakat setempat menjadi bahan bakar semangat Dimas untuk terus berkembang dan memberikan yang terbaik di setiap kesempatan. Penampilannya di Piala AFF U-19 ini diharapkan menjadi awal dari karier yang gemilang di masa depan, baik di level klub maupun di kancah internasional bersama Timnas Indonesia senior.
Analisis Pertandingan dan Posisi Klasemen
Pertandingan melawan Myanmar menunjukkan performa solid dari skuad Garuda Muda. Taktik yang diterapkan pelatih Nova Arianto terlihat berjalan efektif, dengan lini pertahanan yang disiplin dan lini serang yang tajam. Kemenangan ini memberikan kepercayaan diri yang besar bagi para pemain untuk menghadapi laga-laga berikutnya.
Dengan kemenangan ini, Timnas Indonesia U-19 menempati posisi kedua dalam klasemen sementara Grup A. Posisi ini sangat krusial karena menentukan langkah selanjutnya dalam turnamen.
- Posisi 1: Vietnam (Unggul selisih gol)
- Posisi 2: Indonesia (3 poin)
- Posisi 3: Myanmar (0 poin)
- Posisi 4: (Tim lain dalam grup)
Pertandingan selanjutnya akan menjadi ujian yang lebih berat bagi Dimas dan rekan-rekannya. Namun, dengan semangat juang yang telah ditunjukkan, optimisme menyelimuti asa publik sepak bola Indonesia untuk melihat Garuda Muda melangkah jauh di Piala AFF U-19.













