Perombakan Besar di Badan Gizi Nasional: Dadan Hindayana Dicopot, Nanik S. Deyang Ambil Alih
Jakarta – Kepemimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) mengalami perombakan signifikan pada Selasa, Juni 2026. Presiden Prabowo Subianto secara resmi memberhentikan Dadan Hindayana dari jabatannya sebagai Kepala BGN. Keputusan ini diumumkan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, sebagai bagian dari upaya evaluasi mendalam terhadap pelaksanaan program prioritas nasional, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Posisi strategis yang ditinggalkan Dadan kini diisi oleh Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang. Pergantian ini menandai babak baru dalam pengelolaan lembaga yang bertanggung jawab atas isu gizi di tanah air, sekaligus mencerminkan komitmen pemerintah untuk terus meningkatkan efektivitas program-program kerakyatan.
Profil Singkat Dadan Hindayana: Dari Pakar Entomologi ke Panggung Kebijakan Gizi
Dadan Hindayana bukanlah nama asing di kalangan akademisi. Ia dikenal luas sebagai seorang pakar entomologi, sebuah cabang ilmu biologi yang mendalami segala aspek tentang serangga. Latar belakang pendidikannya sangat kuat di bidang ini. Ia menempuh pendidikan sarjana di Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan di IPB University, lulus pada tahun 1990.
Perjalanan akademiknya kemudian berlanjut ke Jerman, di mana ia meraih gelar magister dari University of Bonn pada tahun 1997. Tak berhenti di situ, Dadan melanjutkan studinya hingga jenjang doktoral dan berhasil meraih gelar PhD dari Leibniz University Hannover pada tahun 2000, dengan spesialisasi pada entomologi terapan. Selama karier akademiknya, Dadan aktif dalam penelitian dan pengembangan ilmu proteksi tanaman, memberikan kontribusi nyata bagi dunia pertanian Indonesia.
Kiprahnya di dunia pendidikan dan pelayanan publik membawanya pada peran penting dalam pemerintahan. Dadan Hindayana dipercaya menjadi Kepala BGN pertama sejak lembaga tersebut dibentuk oleh pemerintah pada tahun 2024. Ia pertama kali dilantik pada 19 Agustus 2024, berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 94P Tahun 2024. Ketika pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mulai berjalan efektif pada Oktober 2024, Dadan kembali dipercaya untuk melanjutkan estafet kepemimpinannya di BGN.
Namun, dinamika pemerintahan dan evaluasi program seringkali menuntut adanya penyegaran. Keputusan pemberhentian ini, menurut Mensesneg Prasetyo Hadi, merupakan hasil dari evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Evaluasi Program MBG Memicu Perombakan Kepemimpinan
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, dalam konferensi pers yang digelar di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (2/6/2026) malam, menjelaskan alasan di balik pergantian ini.
“Pada hari ini Selasa, tanggal 2 Juni tahun 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional,” ujar Prasetyo Hadi.
Lebih lanjut, Prasetyo memaparkan bahwa pergantian ini didasarkan pada hasil evaluasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Evaluasi tersebut melibatkan berbagai pihak, mulai dari kementerian terkait hingga masyarakat yang menjadi penerima manfaat program. Presiden Prabowo Subianto, menurut Prasetyo, secara konsisten menerima berbagai masukan mengenai pelaksanaan program strategis nasional ini.
“Karena itu, pemerintah memandang perlu dilakukan penyegaran kepemimpinan guna meningkatkan efektivitas pelaksanaan program,” tegas Prasetyo.
Tidak hanya Dadan Hindayana, dua Wakil Kepala BGN lainnya juga diberhentikan dari jabatannya, yaitu Brigjen Polisi Sony Sonjaya dan Mayjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung. Pemberhentian ini menunjukkan bahwa evaluasi yang dilakukan bersifat komprehensif dan menyasar pada berbagai lini kepemimpinan di BGN.
Nanik S. Deyang: Sosok Baru Memimpin BGN
Dengan diangkatnya Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN yang baru, pemerintah menaruh harapan besar pada kemampuannya untuk membawa lembaga ini ke arah yang lebih baik. Nanik, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN, diharapkan dapat melanjutkan dan bahkan meningkatkan kinerja lembaga dalam memastikan program gizi nasional berjalan optimal.
Pengalaman Nanik sebagai wakil kepala selama ini diharapkan memberikannya pemahaman mendalam mengenai tantangan dan peluang yang dihadapi BGN. Pergantian ini diharapkan dapat membawa perspektif baru dan strategi yang lebih inovatif dalam upaya peningkatan status gizi masyarakat Indonesia.
Pemerintah meyakini bahwa penyegaran kepemimpinan ini akan menjadi katalisator positif bagi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis. Harapannya adalah program ini dapat berjalan lebih efektif, menjangkau lebih banyak masyarakat, dan memberikan manfaat yang lebih luas serta berkelanjutan bagi kesehatan dan kesejahteraan bangsa.
Pergantian kepemimpinan di BGN ini menjadi penanda pentingnya evaluasi berkelanjutan dalam implementasi program pemerintah. Fokus pada efektivitas dan dampak nyata bagi masyarakat menjadi prioritas utama, sebagaimana tercermin dari keputusan strategis yang diambil oleh Presiden Prabowo Subianto.











