Tragedi Berdarah di Mamuju Tengah: Istri Tewas, Anak Terluka, Suami Jadi Tersangka
Mamuju Tengah, Sulawesi Barat – Dusun Manurung, Desa Tobadak, Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah, digemparkan oleh insiden kekerasan yang mengerikan pada Rabu dini hari, Juni 2026, sekitar pukul 04.00 Wita. Peristiwa tragis ini merenggut nyawa seorang perempuan dan melukai anaknya secara serius. Pelaku yang diduga adalah suami korban, kini menjadi buronan dan dalam pengejaran pihak kepolisian.
Kronologi Singkat Kejadian yang Menggemparkan
Menurut keterangan awal yang dihimpun, insiden berdarah ini terjadi di kediaman korban. Sekitar pukul 04.00 Wita, suara-suara mengerikan diduga terdengar, mengindikasikan terjadinya kekerasan. Ketika warga dan pihak berwenang tiba di lokasi, mereka menemukan pemandangan yang memilukan. Seorang perempuan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di tempat kejadian perkara.
Tidak hanya itu, anak dari pasangan suami istri tersebut juga menjadi korban dalam peristiwa nahas ini. Anak tersebut mengalami luka serius akibat tebasan benda tajam. Ia segera dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif. Kondisi anak korban saat ini masih dalam pemantauan ketat tim medis.
Pelaku Diduga Suami Korban, Langsung Kabur Usai Beraksi
Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Mamuju Tengah melalui Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas), Ipda Edward Hamsah, membenarkan adanya peristiwa kekerasan tersebut. “Iya, kejadiannya sekitar pukul 04.00 Wita,” ungkap Ipda Edward Hamsah saat dikonfirmasi.
Namun, pihaknya masih enggan memberikan keterangan lebih rinci mengenai kronologi pasti dan motif di balik aksi keji ini. Saat ini, tim kepolisian masih berada di lapangan, melakukan serangkaian penyelidikan mendalam untuk mengungkap seluruh tabir misteri di balik tragedi ini. Pengumpulan keterangan dari para saksi mata serta barang bukti di lokasi kejadian menjadi prioritas utama petugas.
Kepala Dusun Manurung, Aco Ranta, juga membenarkan adanya insiden tersebut. Ia mengaku baru mengetahui kejadian ketika tiba di lokasi setelah peristiwa itu terjadi. “Saya tiba di lokasi, istrinya sudah ditemukan meninggal dunia,” ujar Aco Ranta dengan nada prihatin.
Usai melakukan aksinya, pelaku yang diduga kuat adalah suami korban, dilaporkan langsung melarikan diri dari tempat kejadian. Keberadaannya hingga kini belum diketahui.
Pengejaran Intensif Dilakukan
Menindaklanjuti laporan, aparat kepolisian setempat, bersama dengan elemen masyarakat dan tokoh adat, segera membentuk tim gabungan untuk melakukan pencarian dan pengejaran terhadap pelaku. Upaya penyisiran di berbagai area sekitar lokasi kejadian terus dilakukan tanpa henti.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi liar. Segala informasi terkait perkembangan penyelidikan akan disampaikan secara resmi oleh Polres Mamuju Tengah. Mereka juga meminta bantuan masyarakat jika ada yang melihat atau mengetahui keberadaan pelaku untuk segera melaporkan ke pihak berwajib.
Tragedi ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Pihak kepolisian berkomitmen untuk segera menangkap pelaku dan membawa ke proses hukum agar keadilan bagi korban dapat ditegakkan. Motif di balik kekerasan dalam rumah tangga yang berujung maut ini diharapkan dapat segera terungkap melalui penyelidikan yang sedang berlangsung.
Kejadian ini kembali menyoroti pentingnya penanganan kekerasan dalam rumah tangga dan perlunya kesadaran serta tindakan pencegahan yang lebih efektif di masyarakat. Dukungan psikologis dan penegakan hukum yang tegas diharapkan dapat mencegah terulangnya peristiwa serupa di masa mendatang.













