Gelombang Antusiasme Nonton Bareng Piala Dunia 2026 Melanda Sulawesi Selatan
MAKASSAR – Semarak Piala Dunia 2026 mulai terasa di Sulawesi Selatan (Sulsel) dengan lonjakan antusiasme masyarakat untuk menggelar acara nonton bareng (nobar) secara resmi. Melalui program “Bola Gembira TVRI”, ratusan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM), komunitas hobi, kedai kopi, kafe, hingga puluhan hotel di berbagai penjuru Sulsel telah mendaftarkan diri sebagai lokasi penyelenggaraan nobar resmi.
PIC Nobar Piala Dunia 2026 wilayah Sulsel, Firmansyah Saiful, mengonfirmasi bahwa antusiasme masyarakat di daerahnya sangat tinggi. Pihaknya mencatat pendaftaran terus mengalir setiap hari, menunjukkan minat yang besar untuk menjadi bagian dari kemeriahan akbar sepak bola dunia ini. Meskipun angka pasti masih dalam proses kurasi dan sertifikasi, Firmansyah mengungkapkan bahwa jumlah hotel dan restoran yang mendaftar sudah mencapai puluhan lokasi. Sementara itu, dari kalangan UMKM, komunitas, dan warung kopi, jumlah pendaftar telah menembus ratusan.
“Antusiasme masyarakat Sulsel cukup baik. Pendaftaran masih terus berlangsung dan setiap hari ada yang mendaftar,” ujar Firmansyah, dihubungi pada Rabu, Juni 2026. “Kalau hotel dan restoran sudah puluhan. Untuk warkop, UMKM, dan komunitas jumlahnya lebih banyak lagi, sudah ratusan.”
Firmansyah menambahkan bahwa angka tersebut masih memiliki potensi besar untuk bertambah, mengingat banyaknya jumlah UMKM, kafe, kedai kopi, hingga hotel yang tersebar di Makassar dan berbagai daerah lain di Sulsel. Hal ini menunjukkan bahwa program “Bola Gembira TVRI” berhasil menjangkau berbagai lapisan masyarakat dan pelaku usaha.
Skema Perizinan yang Fleksibel untuk Nobar Resmi
Untuk mengakomodasi berbagai jenis penyelenggara, TVRI telah menetapkan skema perizinan yang dibedakan antara penyelenggara nobar non-komersial dan komersial.
-
Nobar Non-Komersial:
Kategori ini mencakup kegiatan yang diselenggarakan oleh komunitas, UMKM, tingkat RT/RW, pemerintah daerah, atau kegiatan publik yang ditujukan untuk masyarakat luas. Untuk penyelenggara dalam kategori ini, izin nobar diberikan secara gratis. Hal ini bertujuan untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam merayakan Piala Dunia 2026 tanpa beban biaya tambahan. -
Nobar Komersial:
Bagi penyelenggara yang menggelar nobar dengan unsur komersial, seperti adanya penjualan tiket masuk, pengenaan biaya partisipasi, atau melibatkan sponsor, akan dikenakan biaya sesuai dengan ketentuan yang berlaku secara nasional. Biaya izin untuk kapasitas penonton hingga 50 orang ditetapkan mulai dari Rp10 juta. Izin ini berlaku untuk seluruh rangkaian pertandingan hingga Piala Dunia 2026 berakhir.
Firmansyah menjelaskan bahwa pembedaan skema ini penting untuk memastikan semua pihak dapat berpartisipasi sesuai dengan kapasitas dan model bisnis mereka, sekaligus menjaga tertib administrasi perizinan.
Proses Pendaftaran yang Mudah dan Cepat
Firmansyah mengimbau kepada calon penyelenggara nobar untuk segera melakukan pendaftaran sebelum hari pembukaan Piala Dunia 2026. Tujuannya adalah untuk menghindari penumpukan proses verifikasi yang dapat memakan waktu. Ia menegaskan bahwa proses pendaftaran relatif cepat dan dapat dilakukan secara daring melalui tautan yang tersedia di kanal resmi TVRI.
“Masyarakat cukup memindai barcode yang tersedia di Instagram, YouTube, atau kanal resmi TVRI, lalu mengisi formulir pendaftaran. Kurang lebih 15 menit sudah selesai,” jelasnya, menggambarkan kemudahan akses pendaftaran.
Selain kemudahan pendaftaran, Firmansyah juga mengingatkan para penyelenggara untuk memastikan bahwa nobar yang mereka gelar memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan oleh TVRI. Beberapa ketentuan penting meliputi:
- Wajib Mendaftar: Setiap penyelenggara wajib mendaftar melalui platform “Bola Gembira TVRI” untuk mendapatkan sertifikat izin digital.
- Siaran Resmi: Penayangan pertandingan harus menggunakan siaran langsung dari TVRI.
- Larangan Penayangan Ulang dan Streaming: Tidak diperbolehkan melakukan siaran ulang atau melakukan streaming pertandingan ke media sosial.
- Penggunaan Identitas Program: Penyelenggara diwajibkan menggunakan identitas program “Bola Gembira TVRI”.
- Larangan Logo FIFA: Dilarang keras menggunakan logo atau identitas resmi FIFA World Cup 2026 dalam kegiatan nobar mereka.
Merasakan Kemeriahan Piala Dunia 2026 Secara Legal dan Nyaman
Meskipun belum menetapkan target jumlah pendaftar secara spesifik, TVRI berharap sebanyak mungkin komunitas, UMKM, warung kopi, hingga ruang publik di Sulsel dapat merasakan kemeriahan Piala Dunia 2026 secara legal dan nyaman.
“Tujuan utama kami adalah memastikan masyarakat dapat menikmati pertandingan secara legal, nyaman, dan merata,” ujar Firmansyah. “Kami ingin sebanyak mungkin komunitas, UMKM, dan ruang publik ikut merasakan kemeriahan program Bola Gembira.”
Salah satu hotel yang telah menyatakan kesiapannya untuk menjadi tuan rumah nobar Piala Dunia 2026 adalah Mercure Makassar Nexa Pettarani. Marcomm Mercure Makassar Nexa Pettarani, Andika Agung Prasetia, yang akrab disapa Dandy, mengonfirmasi bahwa pihak hotel sudah melakukan registrasi “Bola Gembira TVRI” dan izinnya diperkirakan akan keluar pada pekan ini.
“Kita sudah registrasi, untuk izin keluarnya mungkin pekan ini,” kata Dandy saat dihubungi pada Rabu, Juni 2026.
Untuk dapat menikmati nobar di The Light Makassar, Mercure Makassar Nexa Pettarani, pengunjung cukup membayar Rp75 ribu per orang. Dengan harga tersebut, peserta akan mendapatkan paket snack dan minuman selama kegiatan berlangsung, menjanjikan pengalaman menonton yang lengkap dan menyenangkan.
Sebelumnya, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel, Anggiat Sinaga, juga telah menyatakan bahwa hotel-hotel di Makassar siap menangkap peluang Piala Dunia 2026 dengan menghadirkan nobar. Ia menyebutkan, beberapa grup hotel besar seperti Claro Makassar juga telah menyatakan kesiapan mereka untuk menggelar acara nonton bareng. Hal ini menunjukkan adanya kolaborasi yang baik antara pihak penyelenggara siaran dan industri perhotelan untuk memeriahkan ajang olahraga terbesar ini.













