Atasi Ketimpangan Pendaftar SPMB, Disdikbud Meranti Siapkan Sistem Berbasis Aplikasi.

TEAMLIBAS.COM – SELATPANJANG – Hasil Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di Kabupaten Kepulauan Meranti menyoroti ketimpangan sebaran peserta didik yang cukup mencolok. Dari ratusan sekolah yang tersedia, hanya segelintir satuan pendidikan yang berhasil memenuhi kuota daya tampung yang disediakan.

Berdasarkan data resmi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kepulauan Meranti, dari total 170 Sekolah Dasar (SD) di wilayah tersebut, tercatat hanya 7 sekolah yang kuotanya terpenuhi. Kondisi serupa terjadi pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), di mana hanya 2 dari 58 sekolah yang berhasil menjaring siswa sesuai kapasitas maksimal.

Secara akumulatif, jumlah pendaftar pada periode ini mencapai 2.891 siswa untuk tingkat SD dan 2.009 siswa untuk tingkat SMP, yang tersebar di sembilan kecamatan di seluruh Kepulauan Meranti.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikbud Kepulauan Meranti, Irwanto, mengungkapkan bahwa konsentrasi pendaftar masih terpusat di wilayah perkotaan. Kecamatan Tebing Tinggi kembali menjadi wilayah dengan animo dan jumlah pendaftar tertinggi.

“Sejauh ini, sekolah yang paling diminati oleh masyarakat adalah SD Negeri 2 Selatpanjang dan SMP Negeri 2 Selatpanjang,” ujar Irwanto dalam keterangannya.

Menyikapi banyaknya sekolah yang belum memenuhi kuota, pihak Disdikbud menegaskan bahwa proses pendaftaran tidak serta-merta ditutup. Sekolah-sekolah yang masih memiliki kekosongan daya tampung diizinkan untuk tetap membuka pendaftaran guna mengakomodasi calon siswa yang belum mendapatkan sekolah.

Di sisi lain, Disdikbud Kepulauan Meranti memastikan bahwa pelaksanaan sistem zonasi tahun ini berjalan secara murni, transparan, dan akuntabel. Pihaknya mengklaim seluruh aduan atau keluhan yang masuk dari masyarakat selama proses seleksi telah ditangani dan ditindaklanjuti sesuai prosedur regulasi yang berlaku.

Guna meminimalisir kendala klasik dan meningkatkan efisiensi di masa mendatang, Disdikbud tengah mempersiapkan lompatan teknologi dalam sistem penerimaan siswa baru.

“Ke depan, kami berencana mengembangkan sistem SPMB berbasis aplikasi. Langkah ini akan dilakukan melalui kolaborasi bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) demi mewujudkan proses seleksi yang lebih mudah, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan secara publik,” pungkas Irwanto.***

You cannot copy content of this page