TEAMLIBAS.COM- MERANTI – Turnamen sepak bola Portesa Cup II Desa Teluksamak, Kecamatan Rangsang, tidak sekadar menjadi arena perebutan gelar juara. Ajang bergengsi yang diikuti oleh 72 klub sepak bola ini juga menjadi ruang krusial bagi generasi muda untuk mengasah bakat, melatih mental bertanding, sekaligus memupuk semangat sportivitas.
Rangkaian kompetisi tersebut resmi ditutup pada Selasa (18/8/2026) sore di Lapangan Portesa, Desa Teluksamak. Penutupan berlangsung semarak dengan dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat dan jajaran pejabat daerah.
Hadir mewakili Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn.) H. Asmar, Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kepulauan Meranti, Husni Mubarak, M.Pd.I., memberikan sambutan hangat sekaligus secara resmi menutup gelaran tersebut.
Kemeriahan penutupan Portesa Cup II ini turut disaksikan langsung oleh sejumlah jajaran pimpinan instansi dan tokoh masyarakat setempat. Di antaranya hadir Kepala Dinas Pendidikan Kepulauan Meranti, Kepala Puskesmas, Kepala Desa Teluksamak, Kapolsek Rangsang, serta deretan tamu undangan dan ratusan penonton yang memadati area lapangan.
Menyampaikan amanat Bupati, Husni Mubarak mengapresiasi setinggi-tingginya seluruh pihak yang terlibat—mulai dari panitia pelaksana, Pemerintah Desa Teluksamak, jajaran sponsor, aparat keamanan, perangkat pertandingan, hingga masyarakat luas yang senantiasa menjaga kondusivitas selama turnamen berlangsung.
Menurutnya, kompetisi olahraga memiliki nilai fundamental yang jauh lebih besar daripada sekadar mengejar piala. Sepak bola adalah sarana efektif untuk mempererat tali silaturahmi, memperkuat persatuan antarwarga, serta membuka jalan bagi bibit muda daerah menuju level kompetisi yang lebih tinggi.
“Olahraga bukan hanya tentang siapa yang menang dan siapa yang kalah. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana kita membangun sportivitas, mempererat persaudaraan, dan merawat semangat untuk terus berkembang,” ujar Husni membacakan pesan Bupati Asmar.
Ia juga berpesan agar para atlet muda tidak cepat berpuas diri dengan kemenangan yang diraih, serta tidak berkecil hati atas kekalahan.
“Menang dengan rendah hati, kalah dengan terhormat. Itulah sejatinya jiwa seorang olahragawan. Keberanian untuk bertanding dan memberikan yang terbaik di lapangan sudah merupakan sebuah prestasi,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti berharap turnamen Portesa Cup dapat terus bergulir secara berkelanjutan setiap tahunnya dengan kualitas penyelenggaraan yang semakin meningkat. Pembinaan berbasis komunitas di tingkat desa dinilai menjadi pondasi utama dalam membangun ekosistem olahraga daerah.
Pada laga puncak turnamen kali ini, AREPA FC tampil mengesankan dan berhasil mengukuhkan diri sebagai sang juara pertama. Posisi runner-up diisi oleh Mayau FC, disusul PELANGI JAYA FC di peringkat ketiga, dan PSB Bantar FC yang harus puas menduduki posisi juara harapan.
Atas raihan tersebut, para pemenang berhak membawa pulang trofi, sertifikat, serta uang pembinaan dengan rincian:
Juara I (AREPA FC): Rp20.000.000
Juara II (Mayau FC): Rp10.000.000
Juara III (PELANGI JAYA FC): Rp7.000.000
Juara Harapan (PSB Bantar FC): Rp4.000.000
Peluit panjang penutupan Portesa Cup II ini menjadi momentum penting untuk menjaga kebersamaan warga Kecamatan Rangsang, sekaligus melahirkan talenta-talenta muda lokal yang kelak siap mengharumkan nama Kabupaten Kepulauan Meranti di panggung yang lebih luas.***(Khairul)













