Merek Mobil Cina Genjot Ekspansi Dealer di Indonesia, Bidik Pasar Luas di Luar Jawa
JAKARTA – Sejumlah pemain otomotif asal Tiongkok, termasuk BYD, Chery, dan Great Wall Motor (GWM), menunjukkan agresivitas dalam pembangunan jaringan dealer di Indonesia. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya untuk memperluas pangsa pasar di tengah persaingan industri otomotif nasional yang semakin ketat. Ekspansi ini dilakukan meskipun industri otomotif domestik tengah menghadapi tantangan signifikan, seperti pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus Rp17.800 per dolar Amerika Serikat dan pemulihan daya beli konsumen yang belum sepenuhnya merata.
Optimisme Investasi Jangka Panjang di Tengah Ketidakpastian Ekonomi
Di tengah situasi pasar yang menantang, Haka Auto, sebagai mitra dealer BYD, menyatakan optimisme dalam berinvestasi untuk memperluas jaringan penjualan. Hariyadi Kaimuddin, Chief Executive Officer Haka Auto, menegaskan bahwa investasi ini bersifat jangka panjang. “Kondisi ekonomi saat ini bersifat siklus dan pasti akan berlalu. Kami membangun dealer seperti ini kan bukan mengejar untung 1 tahun balik modal,” ujarnya.
Haka Auto meyakini bahwa teknologi yang ditawarkan oleh BYD dan Denza memiliki keunggulan kompetitif yang kuat, berpotensi menjadikan kedua merek tersebut pemimpin pasar di Indonesia. Oleh karena itu, persiapan jaringan dealer yang komprehensif menjadi prioritas. Haka Auto menargetkan pembangunan hingga 40 dealer BYD dan 4 dealer Denza pada akhir tahun 2026. Hariyadi juga optimis bahwa lini produk Denza di Indonesia akan semakin beragam dalam beberapa tahun mendatang.
Fokus ekspansi jaringan BYD ke depan akan diarahkan pada kota-kota di tingkat kedua dan ketiga (tier 2 dan tier 3), mencakup wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan, hingga Sulawesi. Strategi ini bertujuan untuk menangkap potensi pasar kendaraan listrik yang dinilai terus meluas di luar kota-kota besar. “Strategi kami memang lebih fokus mengembangkan pasar di luar Jakarta karena kompetisinya tidak sepadat di wilayah Jabodetabek,” jelas Hariyadi. Ia menambahkan bahwa prospek kendaraan listrik di Indonesia masih sangat menjanjikan, didukung oleh peningkatan adopsi masyarakat dan perkembangan infrastruktur pengisian daya.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan wholesales BYD sepanjang Januari hingga April 2026 mencapai 17.098 unit, menguasai pangsa pasar sekitar 5,9%. Sementara itu, Denza mencatatkan penjualan sebanyak 2.149 unit di pasar domestik pada periode yang sama.

Chery dan GWM Perluas Jaringan Dealer ke Luar Jawa
Merek-merek otomotif asal Tiongkok lainnya juga gencar memperluas jaringan dealer di luar Pulau Jawa. Langkah ini dilakukan untuk mendekatkan layanan kepada konsumen dan menggarap potensi pasar yang terus tumbuh di berbagai daerah.
PT Chery Sales Indonesia (CSI), misalnya, kembali menambah jaringan dealer di Pulau Sumatra dengan meresmikan fasilitas 3S (sales, service, dan spare parts) di Kota Palembang, Sumatra Selatan, pada akhir Mei 2026. Budi Darmawan Jantania, Vice Country Director Chery Business Unit, menyatakan bahwa Palembang memiliki peran penting dalam strategi pengembangan jaringan Chery di Sumatra. “Palembang merupakan salah satu kota penting dalam strategi pengembangan jaringan Chery di Sumatra. Melalui kehadiran dealer 3S Chery terbaru bersama Wonder Sukarami, kami tidak hanya berfokus pada penjualan, tetapi juga menghadirkan kenyamanan, kepercayaan, hingga purnajual yang andal untuk konsumen,” ujar Budi. Palembang dipilih karena aktivitas ekonominya yang terus berkembang, didukung oleh jumlah penduduk yang besar dan kebutuhan mobilitas yang meningkat.
Great Wall Motor (GWM) juga turut serta dalam ekspansi jaringan dealer. Bersama mitra dealer PT Megahputra Kendari, GWM meresmikan dealer baru di kawasan Latimojong, Makassar, Sulawesi Selatan. Dealer ini menjadi jaringan ke-19 GWM di Indonesia dan dealer pertama yang dioperasikan oleh PT Megahputra Kendari. Kehadiran fasilitas baru ini diharapkan dapat memperkuat akses layanan penjualan dan purnajual bagi konsumen di kawasan Indonesia Timur. Bagus Susanto, CEO Inchcape GWM Indonesia, menyoroti posisi strategis Makassar sebagai pusat ekonomi terbesar di Indonesia Timur, menjadikannya salah satu wilayah prioritas pengembangan jaringan perusahaan. “Peresmian GWM Latimojong menegaskan komitmen kami untuk terus memperluas jaringan penjualan dan layanan GWM di Indonesia. Kami optimistis bahwa kehadiran GWM Latimojong akan semakin memperkuat aksesibilitas GWM bagi konsumen di Makassar, Sulawesi Selatan, dan kawasan Indonesia Timur,” ujar Bagus.
Ekspansi dealer di luar Jawa dinilai sebagai strategi krusial bagi sejumlah merek otomotif untuk memperluas jangkauan pasar. Selain meningkatkan akses layanan, keberadaan jaringan dealer juga berperan penting dalam membangun kepercayaan konsumen terhadap merek yang masih dalam tahap memperkuat pangsa pasar nasional.
Dari sisi penjualan, data Gaikindo mencatat distribusi wholesales Chery sepanjang Januari-April 2026 mencapai 4.348 unit. Sementara itu, GWM membukukan penjualan ritel sebanyak 1.127 unit pada periode yang sama.
Secara keseluruhan, BYD menargetkan memiliki 150 dealer pada tahun 2026, sedangkan Chery membidik 120 dealer hingga akhir tahun. GWM berencana memperluas jaringan dealer sebanyak 25 cabang secara nasional.
Tekanan Industri Otomotif Nasional Belum Mereda
Di tengah gencarnya ekspansi dealer dari pabrikan Tiongkok, industri otomotif nasional masih menghadapi tantangan yang kompleks. Ketidakpastian ekonomi global dan pemulihan daya beli masyarakat yang belum merata berpotensi memengaruhi laju pertumbuhan pasar kendaraan sepanjang tahun ini.
Selain pelemahan rupiah, pasar juga dihadapkan pada kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) sebesar 50 basis poin menjadi 5,25%. Situasi ini berpotensi meningkatkan biaya produksi sekaligus memengaruhi kemampuan konsumen dalam membeli kendaraan. Akibatnya, kelompok kelas menengah, yang selama ini menjadi penopang utama penjualan kendaraan, menunjukkan kehati-hatian dalam mengambil keputusan pembelian, bahkan cenderung menunda pembelian mobil baru.
Sekretaris Umum Gaikindo, Kukuh Kumara, mengimbau para agen pemegang merek (APM) untuk mempertimbangkan secara matang setiap rencana penyesuaian harga kendaraan di tengah tekanan nilai tukar rupiah. “Jadi, perlu perhitungan. Kalau terlalu gegabah menaikkan harga, yang terjadi justru sebaliknya. Masyarakat malah menahan pembelian. Begitu menahan pembelian, stoknya akan menumpuk,” jelas Kukuh.
Menurutnya, menjaga daya beli masyarakat menjadi faktor krusial untuk mempertahankan keberlangsungan industri otomotif. Aktivitas produksi hingga distribusi kendaraan sangat bergantung pada permintaan pasar yang tetap terjaga. “Itu yang harus kita jaga momentumnya agar masyarakat juga tetap mau membelanjakan uangnya untuk industri otomotif. Karena kalau industri otomotif ada pembelinya, industrinya akan terus berputar,” pungkas Kukuh.
Top 10 Merek Mobil Cina Terlaris Januari-April 2026 (Wholesales):
- BYD: 17.098 unit
- Jaecoo: 11.284 unit
- Wuling: 5.178 unit
- Geely: 4.703 unit
- Chery: 4.348 unit
- Aion: 3.032 unit
- Denza: 2.149 unit
- GWM: 1.127 unit
- Jetour: 947 unit
- Morris Garage: 907 unit













