bisnis  

Intra GolfLink Targetkan Pendapatan Tumbuh 10% Meski Rupiah Melemah

PT Intra GolfLink Resorts Tbk Optimistis Hadapi Pelemahan Rupiah, Bidik Pertumbuhan 10% di 2026

Jakarta – Di tengah fluktuasi nilai tukar mata uang, PT Intra GolfLink Resorts Tbk (GOLF) justru melihat pelemahan nilai tukar rupiah sebagai katalisator positif untuk mendorong pertumbuhan bisnis pada tahun ini dan mendatang. Perusahaan yang memiliki lini bisnis kuat di sektor pariwisata golf dan pengembangan properti ini menargetkan pertumbuhan pendapatan yang signifikan hingga 10% sepanjang tahun 2026.

Rave Arvense, Investor Relations PT Intra GolfLink Resorts Tbk, menjelaskan bahwa pelemahan rupiah tidak selalu membawa dampak negatif bagi perusahaan. Sebaliknya, sebagai entitas yang memiliki eksposur besar terhadap sektor pariwisata, khususnya di Bali, depresiasi rupiah berpotensi meningkatkan daya tarik destinasi tersebut bagi wisatawan asing maupun investor internasional.

“Ketika rupiah melemah, Bali menjadi destinasi yang lebih terjangkau bagi para pelaku ekonomi asing. Ini merupakan sisi positif yang dapat kami manfaatkan dari situasi ekonomi saat ini. Kami optimis dapat mencapai pertumbuhan pendapatan dobel digit, bahkan hingga 10% pada tahun 2026,” ungkap Rave dalam sebuah kesempatan usai acara Public Expose di Jakarta.

Prospek Cerah Industri Wisata Golf dan Strategi Ekspansi Selektif

Prospek industri wisata golf di Indonesia dinilai masih sangat terbuka lebar. Potensi pasar tidak hanya terbatas pada kalangan pegolf profesional, tetapi juga mencakup wisatawan rekreasi, peserta turnamen internasional, hingga para pelaku perjalanan bisnis yang mencari pengalaman unik dan fasilitas berkualitas.

Untuk mendukung ambisi pertumbuhan ini, GOLF menegaskan komitmennya untuk melanjutkan ekspansi bisnis secara selektif. Perusahaan menekankan bahwa penambahan lahan (land bank) akan dilakukan dengan sangat cermat, berdasarkan kebutuhan spesifik proyek yang telah direncanakan, bukan melalui ekspansi agresif yang berisiko.

Sejalan dengan strategi tersebut, GOLF telah mengalokasikan belanja modal sebesar Rp 300 miliar untuk tahun berjalan. Salah satu proyek unggulan yang sedang dikembangkan adalah hotel premium Banyan Tree, yang berlokasi di kawasan New Kuta Golf, Bali.

Hotel mewah ini akan dibangun di atas lahan seluas 5,1 hektare dan dirancang untuk memiliki 70 unit vila eksklusif. Masing-masing vila akan memiliki luas rata-rata sekitar 200 meter persegi, menawarkan pengalaman menginap yang sangat privat dan mewah. Proyek ini secara khusus menargetkan segmen wisatawan kelas atas yang mendambakan kenyamanan superior dan akses langsung ke fasilitas lapangan golf kelas dunia.

Manajemen GOLF menargetkan proyek Banyan Tree ini akan mulai diluncurkan pada kuartal IV tahun 2027. Kehadiran hotel premium ini diharapkan dapat semakin memperkuat posisi New Kuta Golf sebagai destinasi golf tourism terkemuka di Bali, menarik lebih banyak pengunjung internasional.

Diversifikasi Bisnis Melalui Proyek Properti Residensial

Selain fokus pada pengembangan sektor pariwisata dan perhotelan, GOLF juga gencar mempercepat pengembangan proyek hunian premium bernama Sequoia Hills di Sentul, Jawa Barat. Kawasan seluas 76 hektare ini dirancang sebagai township modern yang terintegrasi, terdiri dari 14 klaster hunian yang berbeda. Hingga saat ini, empat klaster telah berhasil dipasarkan dan mendapatkan respons positif dari konsumen.

Melalui pengembangan yang terintegrasi antara sektor pariwisata, perhotelan, dan properti residensial, GOLF berupaya untuk menangkap berbagai peluang pertumbuhan pasar. Peningkatan minat masyarakat terhadap wisata berbasis golf serta kebutuhan akan hunian premium yang berkualitas menjadi pendorong utama strategi diversifikasi ini.

Kinerja Keuangan Kuartal I 2026: Pertumbuhan Pendapatan dan Laba

Berdasarkan laporan keuangan kuartal I 2026, GOLF berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang positif. Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 28,82 miliar, sebuah peningkatan tipis namun stabil dibandingkan dengan Rp 28,45 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari sisi profitabilitas, GOLF menunjukkan kinerja laba bersih yang mengesankan. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp 1,59 miliar pada kuartal I 2026. Realisasi ini menunjukkan peningkatan sebesar 20,6% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2025, di mana laba bersih yang tercatat adalah Rp 1,32 miliar.

Kontributor terbesar terhadap pendapatan perseroan masih berasal dari segmen golf, dengan total nilai Rp 22,74 miliar. Manajemen menilai bahwa pertumbuhan segmen ini didorong oleh meningkatnya daya tarik lapangan golf yang dimiliki perusahaan, yang terus diperkuat dengan penambahan berbagai fasilitas pendukung yang inovatif.

Perusahaan juga secara aktif berupaya menjaga pertumbuhan jumlah rounds permainan di New Kuta Golf Bali dan Palm Hill Golf Sentul. Kedua lapangan golf ini menjadi sumber pendapatan berulang (recurring revenue) yang penting bagi keberlanjutan bisnis GOLF.

Sementara itu, segmen restoran mencatatkan pendapatan sebesar Rp 4,06 miliar pada kuartal I 2026. Angka ini sedikit mengalami penurunan dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp 4,50 miliar. Segmen lainnya berhasil menyumbang pendapatan sebesar Rp 2,03 miliar, menunjukkan peningkatan sebesar 10,8% secara tahunan dari Rp 1,83 miliar pada tahun sebelumnya.

Untuk segmen properti, GOLF menargetkan pencapaian marketing sales sekitar Rp 200 miliar dari klaster kedua proyek The Links Golf Villa Bali sepanjang tahun ini. Proyek ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan dan memperkuat posisi perusahaan di pasar properti premium.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page