Daerah  

Jalan Randublatung-Cepu Rusak: Aspirasi Warga Sampai ke Ahmad Luthfi, Diusulkan Jadi Jalan Nasional

Jalan Randublatung-Cepu Rusak Parah, Warga Tanam Pohon Pisang Sebagai Bentuk Protes

Kondisi infrastruktur jalan yang memprihatinkan masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi banyak daerah di Indonesia. Kerusakan jalan yang parah, mulai dari berlubang, berlumpur, hingga tidak layak dilalui, kerap kali menghambat aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat, terutama di wilayah pinggiran dan perdesaan. Salah satu contoh nyata dari kondisi tersebut dapat ditemukan di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, tepatnya di ruas Jalan Randublatung-Cepu.

Akses jalan yang menghubungkan dua kecamatan penting ini telah menjadi sorotan publik setelah berbagai video yang memperlihatkan tingkat kerusakannya beredar luas di media sosial. Keparahan kondisi ini bahkan mendorong warga setempat untuk melakukan aksi protes yang unik dan kreatif, yaitu menanam puluhan pohon pisang di tengah badan jalan yang berlubang.

Aksi penanaman pohon pisang ini bukan sekadar bentuk kekecewaan, melainkan sebuah simbol bahwa jalan tersebut sudah beralih fungsi menjadi lahan pertanian saking rusaknya. Diperkirakan sekitar 30 pohon pisang ditanam di sepanjang 2,5 kilometer ruas jalan yang mengalami kerusakan parah. Aksi serupa sebelumnya juga pernah dilakukan warga dengan menimbun jalan berlubang menggunakan batu dan kerikil dari dana swadaya masyarakat.

Suara Warga Sampai ke Telinga Gubernur

Kabar mengenai kerusakan parah Jalan Randublatung-Cepu akhirnya sampai ke telinga orang nomor satu di Jawa Tengah, Gubernur Ahmad Luthfi. Informasi ini diterima gubernur melalui Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini, yang menyampaikan keluhannya dalam acara Rembug Pembangunan Jawa Tengah Wilayah Jepara, Kudus, Pati, Rembang, dan Blora.

Menanggapi keluhan tersebut, Gubernur Luthfi menekankan pentingnya penentuan skala prioritas dalam perbaikan jalan. Ia meminta Pemerintah Daerah untuk memilih ruas jalan yang perbaikannya akan memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Kita dalam membangun jalan harus memberikan efek kepada masyarakat, jika tidak ada gunanya, ya tidak ada gunanya. Jadi kita harus memilih dan memilah, begitu kita bangun jalan ini ada tidak efek domino ekonominya,” ujar Luthfi, menekankan pentingnya dampak ekonomi dari setiap pembangunan infrastruktur.

Pernyataan gubernur yang kemudian viral di media sosial ini justru memicu reaksi lebih lanjut dari warga Blora. Pada Minggu (31/5/2026), warga kembali melakukan aksi protes dengan menanam pohon pisang dan bahkan memberikan “kartu kuning” kepada Gubernur Luthfi sebagai bentuk peringatan atas lambatnya penanganan kerusakan jalan.

Anggaran Perbaikan dan Realitas Lapangan

Menanggapi polemik yang terjadi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, memberikan penjelasan mengenai rencana perbaikan jalan tersebut. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menganggarkan dana sebesar Rp 5,276 miliar untuk perbaikan Jalan Randublatung-Cepu dengan metode pelapisan aspal dua lapis.

Proses tender untuk proyek perbaikan ini dijadwalkan akan dimulai pada awal Juni 2026. Awalnya, area jalan yang akan diperbaiki meliputi panjang 500 meter. Namun, setelah adanya kajian ulang, ada upaya untuk memperpanjang area perbaikan menjadi 700 meter.

Henggar menjelaskan bahwa total panjang ruas Jalan Randublatung-Cepu adalah 7,5 kilometer, dengan sekitar 2,6 kilometer mengalami kerusakan parah. Ia mengaku baru mengetahui tingkat kerusakan yang signifikan pada tahun 2025, sehingga jalan tersebut kemudian diusulkan dalam program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD).

Penyebab utama kerusakan jalan ini diidentifikasi sebagai intensitas lalu lintas kendaraan berat, khususnya truk sumbu tiga, yang kerap melintas di jalur tersebut. Jalur ini sendiri merupakan arteri vital bagi aktivitas pertanian masyarakat, sehingga kerusakannya berdampak langsung pada kelancaran distribusi hasil pertanian dan pergerakan roda ekonomi.

Usulan Menjadi Jalan Nasional

Melihat kondisi kerusakan yang parah dan beban lalu lintas yang tinggi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengajukan usulan agar ruas Jalan Semarang-Blora-Cepu, termasuk segmen Randublatung-Cepu, dapat ditingkatkan statusnya menjadi jalan nasional.

Usulan ini sejalan dengan arahan Gubernur Jawa Tengah untuk memperkuat konektivitas di wilayah timur provinsi. Jalan yang menghubungkan Semarang, Blora, hingga Cepu memang menjadi jalur strategis yang menanggung beban lalu lintas kendaraan berat, termasuk truk sumbu tiga. Oleh karena itu, dibutuhkan intervensi dan dukungan pembiayaan dari pemerintah pusat untuk penanganan yang lebih memadai.

“Harapannya ruas Semarang ke arah Blora sampai Cepu ini bisa masuk menjadi jalan nasional. Termasuk juga jalan Randublatung-Cepu,” ujar Henggar, menekankan kebutuhan akan dukungan pendanaan dan penanganan dari pemerintah pusat.

Kesaksian Pengguna Jalan

Kondisi Jalan Randublatung-Cepu yang memprihatinkan juga dibenarkan oleh para penggunanya. Dika, seorang sopir ekspedisi pengiriman paket yang sering melintasi rute Surabaya-Jakarta, mengungkapkan betapa buruknya kondisi jalan tersebut.

“Jalan enggak cuma jelek, sudah ampun. Lubang semua,” keluhnya.

Bagi Dika, ruas jalan provinsi ini merupakan akses utama yang paling efisien untuk dilaluinya. Opsi lain, seperti melalui jalur utara, akan memakan waktu tempuh yang lebih jauh.

“Soalnya jalan kalau tidak di sini mau lewat mana lagi, kalau lewat utara kita lebih jauh lagi. Lewat sini jalan seperti gini ampun sebenarnya,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa kondisi kerusakan jalan ini sudah berlangsung lama dan seolah luput dari perhatian pemerintah. “Mulai tahun berapa kebijakan pemerintah enggak ada. Jalan sini itu sudah terkenal (rusaknya),” terang Dika, menyuarakan frustrasi atas minimnya perbaikan yang dilakukan selama bertahun-tahun.

Aksi warga menanam pohon pisang dan pemberian “kartu kuning” menjadi cerminan kegelisahan masyarakat terhadap infrastruktur jalan yang rusak, yang secara signifikan mempengaruhi kualitas hidup dan aktivitas ekonomi sehari-hari. Harapan besar kini tertuju pada pemerintah, baik di tingkat daerah maupun pusat, untuk segera memberikan solusi konkret demi perbaikan Jalan Randublatung-Cepu yang vital ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page