Daerah  

Mandeknya PKS PT Pelindo dan PT Bumi Meranti, Hery Saputra: Harus Samakan Persepsi, Jangan Korbankan PAD!

TeamLibas.Com – SELATPANJANG –Ketidakpastian terkait Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara PT Pelindo dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Bumi Meranti terus memicu sorotan publik. Berlarut-larutnya kesepakatan antara perusahaan milik negara dan daerah ini dinilai berpotensi merugikan daerah, terutama dalam sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Menanggapi dinamika tersebut, tokoh pemuda sekaligus mantan birokrat Kepulauan Meranti, Hery Saputra, menyayangkan mandeknya komunikasi kedua belah pihak. Pria yang akrab disapa Erry Gading ini mendesak agar kedua perusahaan plat merah tersebut segera kembali ke meja perundingan guna menyamakan persepsi demi mencapai solusi yang saling menguntungkan (win-win solution).

“Simpang siur informasi ini harus segera diluruskan. Harus ada sikap dan transparansi yang jelas mengenai hak dan kewajiban antara PT Pelindo dan PT Bumi Meranti. Jika kerja sama ini berjalan lancar, dampaknya tentu besar untuk peningkatan PAD kita,” ujar Erry Gading dengan tenang.

Erry Gading juga mengingatkan kembali momentum beberapa waktu lalu, saat General Manager (GM) Pelindo Tanjung Balai Karimun begitu agresif melakukan manuver ke pemerintah daerah dan lembaga legislatif demi meloloskan kenaikan tarif baru boarding pass di Pelabuhan Selatpanjang.

Kala itu, berbagai program dipaparkan secara meyakinkan bahwa kenaikan tarif akan berbanding lurus dengan kontribusi terhadap daerah. Namun, antusiasme yang sama dinilai belum terlihat dalam penyelesaian PKS dengan BUMD lokal.

Menurut Erry, PT Pelindo sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengemban peran strategis untuk menjadi mitra pembina bagi BUMD, bukan justru menciptakan sekat yang kaku dalam berbisnis.

“PT Pelindo harus memiliki pertimbangan yang bijak dengan melihat kemampuan dasar PT Bumi Meranti. Sebagai BUMN, mereka punya tanggung jawab moral mendorong BUMD agar bisa tumbuh profesional, mandiri, dan berdaya saing tinggi,” lanjutnya.

Sebagai tokoh yang kini juga aktif sebagai pengurus Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Kepulauan Meranti, Datuk Hery Gading menegaskan bahwa tidak ada benang kusut yang tidak bisa diurai jika kedua belah pihak menurunkan ego masing-masing.

“Tidak ada persoalan yang tidak bisa diselesaikan, sepanjang ada kesamaan pandangan dan satu tujuan. Lebih cepat, lebih baik,” tegasnya.

Ia juga menyerukan kepada Pemerintah Kabupaten, DPRD, mahasiswa, serta seluruh elemen masyarakat Meranti untuk bersatu mengawal isu ini. Jika diperlukan, elemen masyarakat siap memfasilitasi pertemuan terbuka untuk menguji keseriusan masing-masing pihak dalam merealisasikan PKS ini.

Jangan sampai, lanjut Datuk Erry, akibat keegoan sektoral, harapan masyarakat melihat sinergi hebat antara BUMN dan BUMD ini hanya berakhir sebagai angan-angan kosong.

“Jangan sampai kesempatan emas untuk menjadi mitra strategis antara PT Pelindo dan PT Bumi Meranti ini diibaratkan seperti pungguk merindukan bulan,” pungkas Datuk Hery Gading menyudahi.***Khairul

You cannot copy content of this page