Memaksimalkan Keberkahan: Panduan Lengkap Sholat Qobliyah Dzuhur
Dalam keseharian umat Muslim, ibadah sholat bukan hanya sekadar kewajiban lima waktu, melainkan juga sebuah kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Di antara berbagai amalan sunnah yang sangat dianjurkan, Sholat Qobliyah Dzuhur memegang peranan penting. Sholat sunnah ini dilaksanakan sebelum menunaikan Sholat Dzuhur, berfungsi sebagai penyempurna ibadah wajib dan sebagai sarana mempersiapkan hati agar lebih khusyuk.
Pelaksanaan Sholat Qobliyah Dzuhur, sebagaimana umumnya sholat sunnah, dilakukan dengan cara dua rakaat salam, lalu dilanjutkan dua rakaat salam lagi. Hal ini didasarkan pada ajaran Rasulullah SAW yang bersabda, “Shalat sunnah pada malam dan siang hari adalah dengan dua rakaat salam dan dua rakaat salam.” (HR. An-Nasai, Ibnu Majah). Dengan demikian, Sholat Qobliyah Dzuhur umumnya dilaksanakan sebanyak empat rakaat, terbagi menjadi dua kali salam.
Meskipun termasuk sholat sunnah, tata cara pelaksanaannya sama persis dengan sholat fardhu, dimulai dari niat, takbiratul ihram, membaca surat Al-Fatihah dan surat pendek, ruku’, i’tidal, sujud, hingga salam. Kunci utamanya adalah menjaga kekhusyukan dan ketertiban dalam setiap gerakan dan bacaan.
Niat Sholat Qobliyah Dzuhur
Sebelum memulai sholat, niat yang tulus adalah pondasi utama. Niat Sholat Qobliyah Dzuhur di dalam hati diucapkan sebagai berikut:
Ushalli Sunnatadh Dhuhri Rok’ataini Qobliyatan Mustaqbilal Qiblati Lillahi Ta’ala.
Artinya: “Aku berniat mengerjakan sholat Sunnah sebelum Dhuhur dua rakaat, menghadap Kiblat karena Allah Ta’ala.”
Tata Cara Pelaksanaan Sholat Qobliyah Dzuhur
Pelaksanaan Sholat Qobliyah Dzuhur secara rinci dapat diuraikan sebagai berikut, terbagi dalam dua salam:
Rakaat Pertama
- Niat: Membaca niat Sholat Qobliyah Dzuhur dalam hati.
- Takbiratul Ihram: Mengucapkan “Allahu Akbar” sambil mengangkat kedua tangan.
- Doa Iftitah: Membaca doa iftitah untuk memulai sholat.
- Surat Al-Fatihah: Membaca surat Al-Fatihah dengan tartil.
- Surat Pendek: Setelah Al-Fatihah, disunnahkan membaca surat-surat pendek dari Al-Qur’an, misalnya Surat Al-Kafirun.
- Ruku’: Melakukan ruku’ dengan tumakninah (tenang) sambil membaca:
Subhana rabbiyal azimi wabi hamdih.
Artinya: “Maha Suci Rabbku yang Maha Agung dan segala puji bagi-Nya.” - I’tidal: Bangkit dari ruku’ dengan tumakninah sambil membaca:
Sami Allahu liman hamidah.
Artinya: “Allah mendengar siapa saja yang memuji-Nya.”
Kemudian dilanjutkan dengan:
Rabbana walakal hamdu.
Artinya: “Rabb kami, milik-Mu segala pujian.” - Sujud: Melakukan sujud dengan tumakninah sambil membaca:
Subhaana robbiyal ‘a’la wabihamdih.
Artinya: “Mahasuci Tuhanku yang Mahatinggi dan segala puji bagi-Nya.” - Duduk di Antara Dua Sujud: Duduk dengan tumakninah sambil membaca:
Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa ‘aafinii wa’fu ‘annii.
Artinya: “Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, cukupilah aku, angkatlah derajatku, berikanlah rezeki kepadaku, berikanlah petunjuk kepadaku, berilah kesehatan kepadaku dan ampunilah aku.” - Sujud Kedua: Melakukan sujud kedua dengan tumakninah, membaca bacaan yang sama seperti sujud pertama.
- Berdiri: Bangkit berdiri untuk melanjutkan ke rakaat kedua.
Rakaat Kedua
- Surat Al-Fatihah: Memulai rakaat kedua dengan membaca surat Al-Fatihah.
- Surat Pendek: Dilanjutkan dengan membaca surat pendek, misalnya Surat Al-Ikhlas.
- Ruku’: Melakukan ruku’ dengan tumakninah dan membaca bacaan ruku’.
- I’tidal: Bangkit dari ruku’ dengan tumakninah dan membaca bacaan i’tidal.
- Sujud: Melakukan sujud pertama dengan tumakninah dan membaca bacaan sujud.
- Duduk di Antara Dua Sujud: Duduk dengan tumakninah dan membaca doa duduk di antara dua sujud.
- Sujud Kedua: Melakukan sujud kedua dengan tumakninah dan membaca bacaan sujud.
- Tasyahud Akhir: Melakukan duduk tasyahud akhir dengan tumakninah sambil membaca bacaan tasyahud akhir:
At_Tahiyyaatul Mubaarakaatush Shalawaatuth Thoyyibaatulillaah. As_Salaamu’Alaika Ayyuhan Nabiyyu Wa Rahmatullaahi Wabarakaatuh, Assalaamu’Alaina Wa’Alaa Ibaadillaahishaalihiin. Asyhaduallaa Ilaaha Illallaah, Wa Asyhadu Anna Muhammad Rasuulullaah. Allaahumma Shalli’Alaa Muhammad, Wa’Alaa Aali Muhammad. Kamaa Shallaita Alaa Ibraahiim Wa Alaa Aali Ibraahiim. Wabaarik’Alaa Muhammad Wa Alaa Aali Muhammad. Kamaa Baarakta Alaa Ibraahiim Wa Alaa Aali Ibraahiim, Fil’Aalamiina Innaka Hamiidum Majiid.
Artinya: “Segala kehormatan, keberkahan, kebahagiaan dan kebaikan itu adalah milik Allah. Keselamatan atasmu wahai Nabi, juga rahmat dan berkah Allah. Keselamatan dicurahkan kepada kami dan kepada seluruh hamba Allah yang sholeh. Aku bersaksi tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau melimpahkan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan limpahkanlah berkah kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau melimpahkan berkah kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia di seluruh alam.” - Salam: Mengucapkan salam ke kanan dan ke kiri untuk mengakhiri sholat.
- Doa Sholat: Memanjatkan doa setelah selesai sholat.
Zikir dan Doa Setelah Sholat
Setelah menunaikan Sholat Qobliyah Dzuhur, sangat dianjurkan untuk dilanjutkan dengan zikir dan doa. Amalan ini akan semakin menyempurnakan pahala ibadah dan memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT.
Berikut adalah susunan bacaan zikir yang bisa diamalkan:
- Istighfar: Membaca istighfar sebanyak tiga kali:
Astaghfirullaahal ‘adziim alladzii laaailaaha illaa huwal hayyul qoyyuum wa atuubu ilaihi.
Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah yang Maha Agung, tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, Zat yang Maha Hidup kekal abadi dan terus menerus mengurus makhluk-Nya tanpa henti. Dan aku bertaubat kepada-Nya.” - Kalimat Tauhid: Membaca kalimat tauhid:
Laaailaaha illallaah wahdahu laa syariikalah lahul mulku walahul hamdu yuhyii wayumiitu wahuwa ‘alaa kulli syain qodiir.
Artinya: “Tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Hanya milik-Nya segala kerajaan dan hanya milik-Nya segala puji, baik yang menghidupkan atau mematikan, Dialah Zat yang kuasa atas segala sesuatu.” - Doa Selamat: Membaca doa selamat:
Allaahumma antas salaam waminkas salaam wa ilaika ya’uudus salaam fahayyinaa robbanaa bis salaam wa adkhilnal jannata daaros salaam tabaarokta robbanaa wa ta’aalaita yaa dzal jalaali wal ikroom.
Artinya: “Ya Allah, Engkaulah Zat yang memberi keselamatan (kesejahteraan), hanya dari-Mu lah keselamatan (kesejahteraan) dan kepada-Mu lah segala keselamatan (kesejahteraan) itu kembali. Maka hidupkanlah kami Ya Allah dengan selamat (sejahtera), masukkan kami ke dalam surga rumah keselamatan (kesejahteraan), Engkaulah Zat yang Maha Berkah wahai Tuhan kami dan Maha Luhur Engkau, Ya Tuhan kami yang memiliki keagungan dan kemuliaan.” - Surat Al-Fatihah: Membaca surat Al-Fatihah.
- Ayat Kursi: Membaca Ayat Kursi.
allāhu lā ilāha illā huw, al-ḥayyul-qayyụm, lā ta
khużuhụ sinatuw wa lā naụm, lahụ mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man żallażī yasyfa’u ‘indahū illā biiżnih, ya'lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭụna bisyaiim min ‘ilmihī illā bimā syā, wasi'a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā yaụduhụ ḥifẓuhumā, wa huwal-‘aliyyul-‘aẓīm.
Artinya: “Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Mahahidup, Yang terus menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Mahatinggi, Mahabesar.” - Tasbih, Tahmid, Takbir: Membaca tasbih, tahmid, dan takbir masing-masing sebanyak 33 kali.
- Subhaanallaah (33x)
- Alhamdulillah (33x)
- Allaahu Akbar (33x)
Setelah rangkaian zikir tersebut, dilanjutkan dengan doa-doa yang memohon kebaikan dunia dan akhirat.
Doa Setelah Sholat
Doa setelah sholat merupakan momen penting untuk memohon segala hajat kepada Allah SWT. Berikut adalah contoh bacaan doa yang dapat dipanjatkan:
BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM. ALHAMDU LILLAAHI RABBIL ‘AALAMIIN, HAMDAN YUWAAFII NI’AMAHU WAYUKAAFII MAZIIDAHU. YA RABBANAA LAKAL HAMDU KAMAA YAN BAGHII LIJALAALI WAJHIKAWAAZHIIMI SULTHAANIKA. ALLAHUMMA SHALLI ‘AL A A SAYYIDINAA MUHAMMADIN WA’ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMAD.
Artinya: “Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Dengan pujian yang sebanding dengan nikmat-Nya dan menjamin tambahan nikmat-Nya. Ya Allah Tuhan kami, bagi-Mu segala puji sebagaimana patut bagi kemuliaan Zat-Mu dan keagungan kekuasaan-Mu. Ya Allah! Limpahkanlah rahmat dan salam atas junjungan kita Nabi Muhammad dan keluarganya.”
ALLAHUMMA RABBANAA TAQABBAL MINNAA SHALAATAANA WASHI YAAMANAA WARUKUU’ANAA WASUJUUDANAA WAQU’UUDANAA WATADLARRU’ANAA, WATAKHASYSYu’ANAA WATA’ABBUDANAA, WATAMMIM TAOSHIIRANAA YAA ALLAH YAA RABBAL’AALA MIIN.
Artinya: “Ya Allah Tuhan kami, terimalah sholat kami, puasa kami, ruku’ kami, sujud kami, duduk kami, khusyu’ kami, ibadah kami, dan sempurnakanlah kekurangan kami, Ya Allah Tuhan semesta alam.”
RABBANA DZHALAMNAA ANFUSANAA WA-IN LAM TAGHFIR LANAWATARHAMNAA LANAKUUNANNA MINAL KHAASIRIIN. RABBANAA WALAA TAHMIL ‘ALAINAA ISHRAN KAMAHAMALTAHUL’ALAL LADZIINA MIN QABLINAA RABBANAA WALAA TUHAMMILNAA MAALAA THAAOATALNAA BIHII WA’FU ‘ANNAA WAGHFIR LANAA WAR HAMNAA ANTA MAULAANAA FANSHURNAA ‘ALAL OAUMIL KAAFIRIIN.
Artinya: “Ya Allah! Kami telah menganiaya diri kami sendiri, karena itu jika Engkau tidak mengampuni kami dan tidak merahmati kami, niscaya kami akan termasuk orang-orang yang merugi. Ya Allah Tuhan kami, janganlah Engkau membebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau membebankannya kepada orang-orang sebelum kami. Ya Allah Tuhan kami, janganlah Engkau membebani kami dengan apa yang tidak sanggup kami pikul. Ampunilah kami, rahmatilah kami, Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami dalam mengalahkan kaum yang tidak percaya.”
RABBANAA LAA TUZIGH QULUUBANAA BA’DA IDZHADAITANAA WAHAB LANNA MIN LADUNKA RAHMATAN INNAKA ANTAL WAHHAAB.
Artinya: “Ya Allah Tuhan kami, janganlah Engkau palingkan hati kami dari petunjuk-Mu setelah Engkau memberikannya, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Pemberi.”
RABANAGHFIR LANAA WALIWAALIDINAA WALIJAMII’IL MUSLIMIINA WAL MUSLIMAATI WAL MU’MINIINAWAL MU’MINAATI AL-AHYAA-IMINHUM WALAMWAATI, INAAKA ‘ALAA KULLI SYAIN QADIIR.
Artinya: “Ya Allah Tuhan kami, ampunilah dosa kami dan dosa orang tua kami, serta dosa seluruh Muslimin dan Muslimat, Mu’minin dan Mu’minat, baik yang masih hidup maupun yang telah wafat. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
RABBANAA AATINAA FIDDUNYAA HASANATAN WAFIL AAKHIRATI HASANATAN WAOINAA ADZAABANNAAR. ALLAHUMMAGHFIR LANAA DZUNUUBANAA WAKAFFIR ‘ANNAA SAYYIAAT1NAA WATAWAFFANAA MA’ALABRAARI.
Artinya: “Ya Allah Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta jauhkanlah kami dari siksa api neraka. Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami, hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami bersama orang-orang yang berbakti.”
SUBHAANA RABBIKA RABBILI’ZZATI AMMAA YA – SHIFUUNA WASALAAMUN ‘ALAL MURSALHNA WAL HAMDU LILLAAHI RABBIL’AALAMIINA.
Artinya: “Maha Suci Tuhanmu, Tuhan yang Maha Mulia, dari apa yang mereka katakan. Dan kesejahteraan semoga tercurah kepada para Rasul. Dan segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.”
Dengan melaksanakan Sholat Qobliyah Dzuhur beserta zikir dan doanya, seorang Muslim telah berupaya memaksimalkan keberkahan dalam setiap waktunya, mendekatkan diri kepada Allah, dan memohon kelancaran serta kemudahan dalam menjalani aktivitas sehari-hari.











