Mendesak Perbaikan Tata Kelola Program Makan Bergizi Gratis Pasca Perombakan Pimpinan Badan Gizi Nasional
Pergantian tampuk pimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) pasca keputusan Presiden Prabowo Subianto pada awal Juni 2026 lalu, disambut dengan harapan besar untuk segera dilakukannya perbaikan mendasar terhadap tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Wakil Ketua Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Charles Honoris, secara tegas mendorong agar pimpinan BGN yang baru segera membenahi berbagai aspek krusial dalam implementasi program prioritas nasional ini.
Charles menekankan bahwa program MBG, yang merupakan salah satu agenda utama pemerintah, membutuhkan sebuah sistem pengelolaan dan pengawasan yang kokoh. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa manfaat program ini tidak hanya sekadar tercatat dalam laporan administratif, melainkan benar-benar dirasakan secara nyata oleh seluruh lapisan masyarakat yang menjadi sasaran.
“Saya berharap Kepala BGN yang baru beserta jajarannya dapat menempatkan fokus utama pada upaya pembenahan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis. Selama ini, kita melihat adanya berbagai catatan yang menunjukkan bahwa pengelolaan program ini masih menyisakan banyak ruang untuk diperbaiki. Program sebesar MBG tidak bisa hanya diukur dari seberapa besar alokasi anggaran yang telah dihabiskan atau semata-mata dari jumlah penerima manfaat yang tercatat secara formal,” ujar Charles dalam keterangannya kepada awak media pada Rabu, Juni 2026.
Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini secara spesifik menyoroti pentingnya aspek kualitas dalam pelaksanaan program di lapangan. Baginya, aspek yang paling krusial adalah memastikan kandungan gizi yang terkandung dalam setiap makanan yang disajikan kepada anak-anak penerima manfaat benar-benar optimal.
Charles menegaskan kembali bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan setiap menu makanan yang didistribusikan memenuhi standar gizi yang telah ditetapkan secara ketat. Hal ini merupakan fondasi penting untuk mencapai tujuan utama program, yaitu peningkatan kualitas kesehatan dan optimalisasi tumbuh kembang anak-anak Indonesia.
Lebih lanjut, Charles juga memberikan perhatian khusus pada mutu makanan yang disajikan. Ia menggarisbawahi bahwa kualitas bahan baku yang digunakan, hingga proses penyajian makanan, harus menjadi prioritas utama. Tujuannya adalah agar program ini tidak hanya berjalan lancar secara administrasi, tetapi juga mampu memberikan dampak positif yang signifikan dan terukur bagi masyarakat, terutama bagi kelompok rentan.
Selain kualitas gizi dan mutu makanan, Charles juga menyuarakan pentingnya penguatan sistem pengawasan program. Pengawasan yang efektif diharapkan dapat mencegah berbagai potensi masalah yang dapat mengurangi efektivitas dan optimalisasi pelaksanaan MBG. Ia menghendaki agar pergantian kepemimpinan di BGN ini menjadi momentum yang tepat untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh tahapan pelaksanaan MBG.
“Hal yang paling esensial adalah kualitas gizi yang benar-benar diterima oleh anak-anak, kualitas makanan yang disajikan dengan baik, dan efektivitas sistem pengawasan yang dijalankan. Kita harus menghindari jebakan di mana yang dikejar hanya angka-angka statistik semata, sementara kualitas substansial dari program itu sendiri justru tertinggal atau bahkan terabaikan,” tegas Charles.
Pergantian pimpinan BGN ini sendiri terjadi setelah Presiden Prabowo Subianto mengambil keputusan untuk melakukan perombakan pada jajaran kepala lembaga tersebut. Pada Selasa, Juni 2026, Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, didampingi oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Muhammad Qodari, menyampaikan pengumuman resmi mengenai pergantian tersebut di Kantor Presiden, Jakarta.
Presiden secara resmi memberhentikan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) sebelumnya, Dadan Hindayana, beserta dua wakilnya, yaitu Lodewijk Pusung dan Sony Sanjaya. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari upaya penyegaran dan peningkatan kinerja lembaga.
“Pada hari ini, Selasa tanggal 2 Juni tahun 2026, Bapak Presiden telah mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan di lingkungan Badan Gizi Nasional. Pertama, saudara Dadan Hindayana yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Gizi Nasional, digantikan. Kedua, saudara Lodewyk Pusung yang menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, juga mengalami pergantian. Ketiga, saudara Sony Sanjaya yang menduduki posisi Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, turut diganti,” ujar Prasetyo Hadi saat memberikan keterangan pers.
Sebagai tindak lanjut dari pergantian tersebut, Presiden Prabowo Subianto kemudian menunjuk para pengganti untuk mengisi posisi-posisi strategis di BGN. Nanik S Deyang diangkat sebagai Kepala BGN yang baru, sementara Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono ditunjuk sebagai Wakil Kepala BGN. Dengan susunan pimpinan yang baru ini, harapan besar tertuju pada kemampuan mereka untuk membawa perubahan positif dan meningkatkan efektivitas program-program gizi nasional, khususnya Program Makan Bergizi Gratis.











