Aspirasi Masyarakat Belitung: Sampah, Infrastruktur, dan Penerangan Jalan Dominasi Reses DPRD
TANJUNGPANDAN – Berbagai permasalahan mendasar yang dihadapi masyarakat Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, kembali mengemuka saat anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat melaksanakan masa reses. Aspirasi yang paling dominan disampaikan warga mencakup tiga isu krusial: penanganan sampah, perbaikan infrastruktur jalan, dan ketersediaan serta pemeliharaan penerangan jalan umum (PJU).
Temuan ini terungkap dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Belitung yang diselenggarakan pada Selasa, Juni 2026. Agenda utama rapat tersebut adalah penyampaian laporan hasil reses yang telah dihimpun oleh para anggota dewan dari berbagai daerah pemilihan mereka.
Ketua DPRD Kabupaten Belitung, Vina Cristyn Ferani, membenarkan bahwa laporan hasil reses didominasi oleh keluhan dan permintaan terkait pembangunan serta perbaikan di berbagai sektor. “Kalau laporan hasil reses, memang masih seputar pembangunan, perbaikan infrastruktur jalan, PJU, terus masalah sampah,” ujar Vina saat memberikan keterangan.
Persoalan Sampah yang Tak Kunjung Usai
Isu sampah menjadi salah satu perhatian utama yang paling sering diangkat oleh masyarakat Kabupaten Belitung. Menurut Vina, hal ini disebabkan oleh fakta bahwa belum semua desa dan kelurahan di wilayah tersebut memiliki fasilitas pembuangan sampah yang memadai dan terkelola dengan baik.
Salah satu contoh konkret yang diungkapkan Vina adalah kondisi di Kelurahan Paal Satu. Wilayah ini, yang seharusnya menjadi pusat pemukiman, justru kerap kali beralih fungsi menjadi tempat pembuangan sampah sementara bagi warga dari berbagai penjuru. “Nah, tadi di Kelurahan Paal Satu yang jadi tempat pembuangan sampah dari mana-mana. Itu sudah berapa kali dibersihkan, numpuk lagi sampahnya,” keluhnya.
Situasi ini menunjukkan bahwa penanganan sampah yang dilakukan selama ini bersifat temporer dan belum mampu memberikan solusi permanen. DPRD Kabupaten Belitung menekankan pentingnya pendekatan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.
Beberapa langkah yang dinilai perlu segera diambil meliputi:
- Penambahan Kontainer Sampah: Ketersediaan tempat sampah yang memadai di titik-titik strategis sangat penting untuk menampung volume sampah harian masyarakat.
- Peningkatan Frekuensi Pengambilan Sampah: Jadwal pengambilan sampah yang lebih sering akan mencegah penumpukan dan penyebaran sampah di lingkungan permukiman.
- Peningkatan Kesadaran dan Tanggung Jawab Lokal: Vina menekankan bahwa setiap desa dan kelurahan harus memiliki kesadaran dan tanggung jawab untuk mengelola sampah yang dihasilkan di wilayahnya masing-masing. Ini bisa mencakup program pengelolaan sampah berbasis masyarakat atau pembentukan unit pengelolaan sampah di tingkat kelurahan/desa.
DPRD berharap pemerintah daerah dapat segera merumuskan dan mengimplementasikan kebijakan yang lebih efektif untuk mengatasi masalah sampah yang terus menggunung ini.
Perhatian untuk Pelaku Usaha Kecil di Kawasan Wisata
Selain isu sampah, DPRD Kabupaten Belitung juga menerima aspirasi berharga dari para pelaku usaha kecil yang menggantungkan hidupnya dari sektor pariwisata, khususnya mereka yang berjualan di kawasan pantai wisata. Keberadaan para pedagang ini, menurut Vina, merupakan elemen penting yang turut mendukung daya tarik dan kenyamanan wisatawan di Belitung.
Perhatian yang diberikan kepada para pedagang ini mencakup berbagai aspek, mulai dari penataan lokasi berjualan, kemudahan akses, hingga dukungan dalam pengembangan usaha mereka. DPRD memandang bahwa para pelaku usaha ini memiliki peran strategis dalam ekosistem pariwisata Belitung.
“Ini nanti akan ditindaklanjuti juga oleh pemda, Pak Wabup dan Pak Sekda. Mudah-mudahan ada solusi,” ujar Vina, optimis bahwa pemerintah daerah akan segera merespons dan memberikan perhatian yang layak bagi para pelaku UMKM di sektor pariwisata.
Infrastruktur Jalan dan Penerangan Jalan Umum Masih Mendesak
Isu infrastruktur jalan dan penerangan jalan umum (PJU) juga terus menjadi topik hangat yang disampaikan masyarakat. Kerusakan jalan di berbagai ruas tidak hanya mengganggu kenyamanan aktivitas sehari-hari warga, tetapi juga berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas.
Perbaikan jalan yang berlubang, retak, atau bahkan rusak parah di berbagai desa dan kelurahan menjadi prioritas utama yang disuarakan. Masyarakat berharap adanya program perbaikan jalan yang terencana dan berkelanjutan, bukan sekadar tambal sulam yang bersifat sementara.
Sementara itu, ketersediaan PJU yang memadai di malam hari sangat krusial untuk meningkatkan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. Banyak laporan yang masuk mengenai ruas jalan yang gelap gulita di malam hari, yang berisiko meningkatkan angka kriminalitas dan kecelakaan. Pengadaan PJU baru serta pemeliharaan PJU yang sudah ada menjadi harapan besar dari warga.
Ke depan, DPRD Kabupaten Belitung akan terus mendorong pemerintah daerah untuk memprioritaskan penanganan isu-isu fundamental ini. Sinergi antara legislatif dan eksekutif diharapkan dapat menghasilkan kebijakan dan program yang lebih responsif terhadap kebutuhan dan aspirasi masyarakat.













