Insiden Mesra di Perpustakaan Politeknik Negeri Jakarta: PNJ Berikan Klarifikasi
Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) angkat bicara mengenai dugaan insiden mesra yang melibatkan dua individu di area perpustakaan kampus pada Selasa, Juni 2026. Pihak PNJ melalui Humasnya, Soraya Aldina, membenarkan adanya kejadian tersebut yang terjadi di lingkungan kampus.
Menurut informasi awal yang dihimpun, insiden ini pertama kali diketahui oleh sejumlah mahasiswa lain yang menyaksikan kedua pelaku tengah berciuman dan menunjukkan kemesraan di area perpustakaan. Kejadian ini tentu menimbulkan berbagai reaksi dan pertanyaan di kalangan sivitas akademika.
Identitas Pelaku dan Keterlibatan Pihak Kampus
Dari dua individu yang terlibat dalam insiden tersebut, salah satunya diketahui berinisial ARM, yang merupakan mahasiswa PNJ semester dua. Sementara itu, pelaku kedua berinisial AW, yang dipastikan bukan merupakan mahasiswa dari Politeknik Negeri Jakarta.
PNJ secara tegas menyatakan bahwa institusi tidak mentolerir dan tidak membenarkan tindakan yang dianggap tidak pantas atau asusila yang dilakukan oleh para pelaku di lingkungan kampus. Namun demikian, pihak PNJ juga menekankan pentingnya untuk tetap menjaga hak-hak serta privasi dari individu yang terlibat, meskipun tindakan mereka tengah dalam proses peninjauan.
Setelah insiden tersebut terungkap, petugas keamanan kampus segera bertindak dengan membawa kedua pelaku ke pos jaga. Langkah ini diambil untuk mencegah potensi situasi yang lebih buruk atau hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, serta untuk mengamankan situasi di area kampus.
Proses Investigasi dan Tindakan Lanjutan
Tidak hanya petugas keamanan, perwakilan dari Direktur Akademik serta Bidang Kemahasiswaan PNJ juga turut hadir dan meminta keterangan dari kedua pelaku. Hal ini menunjukkan keseriusan pihak kampus dalam menangani kasus ini secara komprehensif dan adil.
“Sanksi paling berat adalah dikeluarkan (DO), namun keputusan akhir akan ditelaah kembali berdasarkan aturan-aturan yang berlaku,” ujar Soraya Aldina, Rabu, Juni 2026, mengindikasikan bahwa sanksi tegas dapat dijatuhkan jika memang terbukti melanggar ketentuan.
Berdasarkan investigasi awal yang telah dilakukan oleh pihak PNJ, terungkap bahwa pelaku AW diduga sengaja datang ke kampus PNJ untuk menemui mahasiswa PNJ yang terlibat bersamanya. Dugaan sementara, kedua individu tersebut saling mengenal sebelum kejadian di perpustakaan.
Meskipun demikian, pihak kampus masih terus mendalami kronologi yang lebih detail mengenai kejadian ini. Proses investigasi ini penting untuk memastikan semua fakta terkumpul dengan akurat sebelum keputusan sanksi final diambil. Pihak PNJ berkomitmen untuk menyelesaikan masalah ini dengan transparan dan sesuai dengan prosedur yang berlaku.













