local  

Remaja 17 Tahun Tipu SPBU: Mercy & Fortuner Jadi Senjata

Remaja 17 Tahun Diduga Tipu Puluhan SPBU dengan Bukti Transfer Palsu

Seorang remaja berusia 17 tahun berinisial R dilaporkan telah melakukan serangkaian penipuan terhadap puluhan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Bogor dan Depok. Modus operandi yang digunakan pelaku terbilang licik, yaitu memanfaatkan bukti transfer palsu untuk mengelabui petugas SPBU. Aksi ini diduga telah berlangsung di setidaknya 10 lokasi SPBU yang berbeda.

Pihak kepolisian dari Polsek Cileungsi telah mengkonfirmasi penangkapan pelaku dan menegaskan bahwa R beraksi seorang diri. Saat ini, pihak kepolisian masih menunggu laporan tambahan dari korban-korban lain yang mungkin belum teridentifikasi.

Modus Penipuan yang Terencana

Dalam aksinya, R diduga menggunakan bukti transfer bank yang telah dimanipulasi agar terlihat seolah-olah pembayaran telah berhasil dilakukan. Pelaku akan menunjukkan bukti transfer palsu ini kepada petugas SPBU untuk meyakinkan mereka bahwa transaksi telah selesai. Setelah mendapatkan bahan bakar atau melakukan penarikan tunai, pelaku akan segera meninggalkan lokasi sebelum petugas menyadari adanya penipuan.

Untuk melancarkan aksinya, R dilaporkan menggunakan kendaraan mewah seperti mobil Mercedes-Benz dan Toyota Fortuner. Namun, penyelidikan lebih lanjut mengungkap bahwa kedua kendaraan tersebut merupakan barang pinjaman dari teman-temannya. Ironisnya, pemilik kendaraan yang merasa dirugikan akibat tindakan R kini juga telah melaporkan pelaku.

Kapolsek Cileungsi, Kompol Edison, menjelaskan bahwa teman R yang meminjamkan mobil tidak mengetahui sama sekali mengenai niat jahat pelaku. “Mobil dipinjam ke temannya, temannya tidak tahu. Bahkan temannya sekarang melaporkan dia karena merasa dirugikan. Baik pemilik mobil Mercy maupun Fortuner, keduanya datang ke sini untuk buat laporan,” ujar Kompol Edison.

Dua Kali Beraksi Menggunakan Mobil Mewah

Kasus ini pertama kali terungkap pada tanggal 19 Mei 2026, ketika seorang operator SPBU di Jalan Raya Narogong, Desa Limusnunggal, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, melaporkan dugaan penipuan yang baru saja dialaminya. Pada kejadian tersebut, pelaku datang menggunakan mobil Mercedes-Benz dan melakukan transaksi pembelian bahan bakar sekaligus penarikan tunai.

Menurut keterangan Kompol Edison, pelaku ternyata sempat berhasil lolos dari dua aksi penipuan sebelumnya. “Pertama di tanggal 19 menggunakan mobil Mercy malam hari dan sudah dua kali lolos, modusnya tarik tunai, kalau di pom bensin bisa sekalian isi bensin dan tarik tunai. Dia sudah berulang kali melakukan transaksi seperti itu,” jelasnya.

Petugas SPBU yang tidak segera memeriksa mutasi rekening secara detail, baru menyadari adanya penipuan setelah pelaku berhasil meninggalkan lokasi.

Tertangkap Saat Menggunakan Mobil dengan Pelat Nomor Palsu

Dalam upaya penipuan selanjutnya, R kembali beraksi dengan menggunakan mobil Toyota Fortuner. Namun, pada kali ini, pelaku menggunakan pelat nomor polisi yang ternyata palsu. Operator SPBU yang sudah lebih waspada dan mengetahui modus operandi pelaku sebelumnya, segera menghubungi pihak kepolisian.

“Operator (SPBU) telepon ke kita, kita langsung ke lokasi, intai, begitu transaksi, kita sergap. Kita tanya pelat nomor, ternyata palsu, dan mobilnya mobil pinjam,” kata Kompol Edison.

Saat penangkapan dilakukan, pihak kepolisian berhasil mengamankan pelaku beserta kendaraan yang digunakannya, termasuk pelat nomor palsu yang terpasang pada mobil tersebut. “Ya, pelaku diamankan berikut mobil. Mobilnya kita amankan, berikut pelaku, berikut plat palsu itu,” tegas Kompol Edison.

Jejak Penipuan Meluas di Bogor dan Depok

Hasil pemeriksaan awal terhadap R mengungkapkan bahwa aksinya tidak hanya terbatas pada satu atau dua SPBU. Pelaku mengaku telah menjalankan aksinya di sekitar 10 lokasi SPBU yang tersebar di beberapa wilayah. Rinciannya, lima lokasi berada di wilayah Cileungsi, dua di Jonggol, serta masing-masing satu di Bogor Kota, Depok, dan Leuwiliang.

Kompol Edison kembali menegaskan bahwa R beraksi secara mandiri dan tidak terlibat dalam jaringan sindikat penipuan. Fakta menarik lainnya adalah R bahkan pernah menyamar dengan mengenakan seragam sekolah saat melakukan aksinya di salah satu SPBU di Bogor Kota. “Bahkan dia nyamar pakai pakaian seragam sekolah waktu yang di Bogor Kota,” ungkap Kompol Edison.

Kerugian yang berhasil tercatat dalam laporan polisi saat ini mencapai Rp 2 juta dari kasus penipuan yang terjadi di SPBU Jalan Raya Narogong. Namun, pihak kepolisian memperkirakan jumlah korban serta total nilai kerugian akan terus bertambah. Diperkirakan banyak pengelola SPBU lain yang juga menjadi korban dan sedang dalam proses untuk membuat laporan resmi.

Pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh pengelola SPBU di wilayah Bogor dan Depok untuk lebih berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan terhadap modus penipuan semacam ini. Pemeriksaan mutasi rekening secara langsung dan teliti setelah setiap transaksi, terutama yang melibatkan jumlah besar atau penarikan tunai, sangat disarankan untuk mencegah kerugian lebih lanjut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page