local  

Waspada Gelombang Tinggi 1,8 Meter di Pesisir Kendawangan

Waspada Pasang Laut Maksimum di Ketapang: Imbauan dan Persiapan untuk Masyarakat Pesisir

Pemerintah Kabupaten Ketapang, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), telah mengeluarkan imbauan penting bagi seluruh masyarakat yang bermukim di wilayah pesisir, khususnya di Kecamatan Kendawangan. Imbauan ini terkait dengan prediksi terjadinya pasang laut maksimum yang diperkirakan akan berlangsung pada periode 1 hingga 7 Juni 2026. Kesiapsiagaan dini menjadi kunci utama untuk mengantisipasi potensi dampak negatif yang mungkin timbul akibat fenomena alam ini.

Berdasarkan data prakiraan yang dirilis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Pontianak, ketinggian pasang tertinggi di perairan Kendawangan, Kabupaten Ketapang, diprediksi dapat mencapai angka 1,8 meter. Puncak intensitas pasang maksimum ini diperkirakan akan terjadi dalam rentang waktu 1 hingga 4 Juni 2026, dengan waktu paling signifikan pada kisaran pukul 22.00 hingga 24.00 WIB atau tengah malam.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ketapang, Yunifar Purwantoro, menekankan pentingnya kewaspadaan bagi masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir. “Masyarakat yang berada di kawasan pesisir perlu mengantisipasi potensi dampak dari kenaikan muka air laut tersebut,” ujar Yunifar. Ia secara tegas meminta warga untuk tidak lengah dan terus memantau perkembangan kondisi pasang surut air laut. Peningkatan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya genangan di wilayah pesisir menjadi prioritas utama.

“Masyarakat diharapkan meningkatkan kewaspadaan terhadap pergerakan dan kenaikan muka air laut,” tegas Yunifar dalam keterangannya pada Selasa, 2 Juni 2026.

Imbauan Bertingkat untuk Mitigasi Bencana

Menghadapi potensi pasang laut maksimum, BPBD Kabupaten Ketapang telah merumuskan serangkaian imbauan spesifik yang ditujukan kepada masyarakat guna meminimalkan risiko dan kerugian.

  • Pemantauan Informasi: Masyarakat diimbau untuk senantiasa memantau informasi terkini mengenai pasang surut air laut dan prakiraan cuaca yang dikeluarkan oleh sumber-sumber resmi, seperti BMKG dan BPBD. Informasi yang akurat dan tepat waktu sangat krusial dalam pengambilan keputusan.

  • Pengamanan Barang Berharga: Warga diminta untuk segera mengamankan dokumen-dokumen penting, seperti surat-surat berharga, akta, dan barang-barang bernilai lainnya ke tempat yang lebih tinggi dan aman. Pastikan lokasi penyimpanan terhindar dari jangkauan air laut yang berpotensi naik.

  • Penghindaran Aktivitas Berisiko: Selama periode puncak pasang maksimum berlangsung, masyarakat sangat disarankan untuk menghindari segala bentuk aktivitas di kawasan pesisir pantai. Hal ini demi mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan akibat ketinggian air laut yang meningkat drastis.

  • Peningkatan Kewaspadaan Lokal: Selain imbauan umum, masyarakat juga perlu secara aktif meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi genangan air di lingkungan sekitar wilayah pesisir mereka. Perhatikan setiap perubahan kondisi dan bersiap untuk mengambil langkah antisipasi.

Peringatan Khusus untuk Nelayan dan Pengguna Transportasi Laut

Sektor perikanan dan transportasi laut merupakan salah satu segmen masyarakat yang paling rentan terdampak oleh perubahan kondisi pasang surut dan cuaca. Oleh karena itu, Yunifar Purwantoro secara khusus memberikan peringatan kepada para nelayan dan pengguna jasa transportasi laut.

“Khusus bagi nelayan dan pengguna transportasi laut, wajib memperhatikan kondisi cuaca terkini serta pola pasang surut sebelum memutuskan beraktivitas,” ujar Yunifar. Penting bagi mereka untuk tidak mengambil risiko dengan melaut atau berlayar tanpa memastikan bahwa kondisi perairan aman dan cuaca mendukung. Informasi cuaca yang akurat dari sumber terpercaya adalah kunci keselamatan bagi seluruh pelaut.

Menangkal Hoaks dan Laporan Darurat

Di era digital ini, penyebaran informasi yang tidak benar atau hoaks bisa sangat cepat dan meresahkan. Oleh karena itu, BPBD Kabupaten Ketapang menekankan pentingnya masyarakat untuk hanya mengakses informasi resmi.

“Masyarakat diminta hanya mengakses informasi resmi yang dikeluarkan oleh BMKG, BPBD maupun pemerintah daerah guna menghindari informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” jelas Yunifar.

Lebih lanjut, Yunifar menginstruksikan masyarakat untuk segera melaporkan setiap kondisi darurat atau genangan air yang berpotensi membahayakan keselamatan kepada aparat atau petugas setempat. Respons cepat dari masyarakat dan petugas sangat penting dalam penanganan situasi darurat. “Warga diharapkan segera melapor kepada aparat atau petugas setempat jika terjadi kondisi darurat atau genangan air yang mulai membahayakan keselamatan,” tegasnya.

Kontak Darurat BPBD Ketapang

Untuk memudahkan koordinasi dan respons cepat dalam situasi darurat, BPBD Kabupaten Ketapang telah menyediakan beberapa jalur komunikasi yang dapat dihubungi oleh masyarakat:

  • Mako BPBD/TRC Damkar Kabupaten Ketapang: (0534) 31815
  • WhatsApp BPBD Ketapang: 0852-4744-1113
  • Pusdalops BPBD Ketapang: 0852-5215-3025

Peringatan Dini Cuaca Signifikan di Wilayah Lain

Selain peringatan pasang laut di Ketapang, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini cuaca signifikan untuk beberapa wilayah lain di Indonesia. Pada Selasa, 2 Mei 2026, empat wilayah perlu meningkatkan kewaspadaan.

  • Jawa Barat: Berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat, sehingga perlu ditingkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi cuaca ekstrem.
  • Kota Bandung, Tanjung Selor, dan Palu: Diprakirakan akan diguyur hujan disertai petir.

Menurut Prakirawan BMKG Sastia, beberapa dinamika atmosfer masih aktif di berbagai wilayah Indonesia dan mendukung pertumbuhan awan hujan. Kondisi ini mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar daerah tekanan rendah dan di sepanjang daerah konvergensi atau konfluensi.

Selain keempat wilayah tersebut, BMKG juga memprakirakan potensi hujan dengan intensitas ringan di sejumlah kota lain, termasuk Medan, Tanjung Pinang, Pangkalpinang, Serang, Banjarmasin, Palangkaraya, Samarinda, Manado, Mamuju, Kendari, Ambon, Sorong, Nabire, dan Jayawijaya.

Sementara itu, cuaca berawan hingga berawan tebal diprakirakan terjadi di Banda Aceh, Pekanbaru, Padang, Jambi, Palembang, Bandar Lampung, Jakarta, Yogyakarta, Semarang, Pontianak, Denpasar, Kupang, Makassar, Gorontalo, Ternate, Manokwari, Jayapura, dan Merauke.

BMKG juga memprakirakan potensi udara kabur di Bengkulu dan Surabaya, serta peluang kabut atau asap di Mataram. Masyarakat di seluruh wilayah yang disebutkan di atas diimbau untuk selalu memantau informasi cuaca terkini dari BMKG.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page