local  

Asep Bertaruh Nyawa Selamatkan Ular Sanca Bandung

Warga Bandung Digigit Ular Sanca Saat Evakuasi, Kondisi Memprihatinkan

BANDUNG – Sebuah insiden menegangkan terjadi di Kelurahan Babakan Surabaya, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung, ketika seorang warga bernama Asep (60) terpaksa harus menjalani perawatan medis intensif di rumah sakit akibat gigitan seekor ular Sanca berukuran besar. Kejadian nahas ini bermula pada hari Minggu, 31 Mei 2026, saat Asep dengan gagah berani mencoba mengevakuasi ular yang muncul di aliran sungai.

Momen dramatis upaya evakuasi tersebut berhasil terekam dalam sebuah video yang kemudian beredar luas. Dalam rekaman tersebut, terlihat Asep berjuang seorang diri untuk menjinakkan ular yang tengah mengalir di aliran sungai. Sangat disayangkan, Asep tidak dibekali dengan peralatan keselamatan khusus saat melakukan tugas berbahaya ini. Berulang kali, ular Sanca itu menunjukkan perlawanan sengit, bahkan menyerang Asep, yang sontak menimbulkan kepanikan di antara warga yang menyaksikan kejadian tersebut.

Kapolsek Kiaracondong, Kompol Sumartono, mengonfirmasi bahwa pergelangan tangan kanan Asep mengalami luka yang cukup parah akibat gigitan ular tersebut. Hingga berita ini diturunkan, Asep telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis yang memadai.

“Pada saat akan menangkap ular Sanca yang melintas di Sungai Cidurian, saat ditangkap ular tersebut menggigit pergelangan tangan kanan,” ujar Kompol Sumartono saat dikonfirmasi pada hari Selasa, 2 Juni 2026. Ia menambahkan bahwa kondisi Asep memerlukan perawatan serius pasca insiden tersebut.

Nasib Ular Sanca dan Harapan Pengobatan

Sementara itu, ular Sanca yang berhasil dievakuasi tidak disia-siakan oleh warga. Ada rencana untuk menjual ular berukuran besar tersebut. Hasil penjualan ular ini diharapkan dapat membantu meringankan beban biaya pengobatan Asep.

“Ular tersebut dibawa oleh warga untuk dijual ke daerah Cibadak. Rencananya, kalau laku, uangnya akan diserahkan kepada korban untuk biaya pengobatannya,” jelas Kompol Sumartono. Harapan besar disematkan pada penjualan ular ini agar Asep dapat segera pulih dan kembali beraktivitas seperti sedia kala.

Dampak Gigitan Ular Sanca dan Pencegahan

Gigitan ular Sanca, terutama yang berukuran besar, dapat menimbulkan dampak serius bagi kesehatan manusia. Ular Sanca umumnya tidak memiliki bisa atau racun seperti ular berbisa lainnya. Namun, kekuatan gigitan dan ukuran taringnya dapat menyebabkan luka fisik yang signifikan.

  • Luka Fisik: Gigitan ular Sanca dapat menyebabkan luka robek, memar, dan pendarahan. Tergantung pada kekuatan gigitan dan seberapa dalam taring menembus kulit, luka bisa bervariasi tingkat keparahannya.
  • Infeksi: Luka terbuka akibat gigitan ular rentan terhadap infeksi bakteri jika tidak segera dibersihkan dan diobati dengan benar.
  • Trauma Psikologis: Pengalaman digigit ular, apalagi ular berukuran besar, dapat menimbulkan trauma psikologis yang mendalam bagi korban.

Oleh karena itu, penanganan medis segera sangat krusial setelah mengalami gigitan ular. Perawatan biasanya meliputi pembersihan luka, pemberian antibiotik untuk mencegah infeksi, dan penjahitan jika diperlukan. Dalam kasus Asep, luka yang parah pada pergelangan tangan kanannya menunjukkan betapa berbahayanya insiden ini.

Kejadian ini juga menjadi pengingat pentingnya kehati-hatian saat berhadapan dengan satwa liar, terutama di area yang berpotensi menjadi habitat mereka.

Pentingnya Keamanan Saat Evakuasi Hewan Liar

Insiden yang menimpa Asep menyoroti beberapa aspek penting terkait evakuasi hewan liar:

  • Peralatan Keamanan: Selalu gunakan peralatan pelindung diri yang memadai saat mencoba menangkap atau mengevakuasi hewan liar. Ini termasuk sarung tangan tebal, sepatu bot, dan alat bantu seperti tongkat atau penjepit khusus.
  • Pengetahuan dan Pelatihan: Evakuasi hewan liar sebaiknya dilakukan oleh pihak yang terlatih dan berpengalaman, seperti petugas pemadam kebakaran, badan penanggulangan bencana, atau pawang hewan profesional.
  • Informasi dan Koordinasi: Sebelum melakukan evakuasi, penting untuk mengidentifikasi jenis hewan dan potensi bahayanya. Jika memungkinkan, segera hubungi pihak berwenang atau ahli yang dapat memberikan panduan atau bantuan.
  • Keselamatan Diri Utama: Jangan pernah mengambil risiko yang tidak perlu. Keselamatan diri harus selalu menjadi prioritas utama.

Semoga Asep segera pulih dan insiden ini menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dan bijak dalam menghadapi situasi serupa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page