Pembukaan Jalan Lenteng Agung Arah Selatan Menuju Depok Tertunda, Dishub DKI Minta Maaf dan Imbau Pengguna Jalan
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, melalui Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat atas penundaan pembukaan kembali Jalan Raya Lenteng Agung yang mengarah ke selatan menuju Depok. Pembukaan jalan yang semula dijadwalkan pada pukul 05.00 WIB, Selasa (2/6/2026), terpaksa harus ditunda demi memastikan proses perbaikan saluran bawah tanah dapat diselesaikan dengan aman dan optimal.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Budi Awaludin, menjelaskan bahwa keterlambatan ini merupakan konsekuensi dari progres pekerjaan perbaikan saluran bawah tanah yang masih berlangsung. “Berdasarkan perkembangan pekerjaan perbaikan saluran bawah tanah, pembukaan jalan akan dilakukan secara bertahap,” ujar Budi Awaludin dalam keterangan tertulisnya. Ia merinci bahwa lajur di sisi rel kereta ditargetkan dapat dibuka lebih dahulu pada pukul 08.00 WIB. Sementara itu, lajur di sisi lainnya baru akan dibuka pada pukul 11.00 WIB.
Budi Awaludin menegaskan bahwa perpanjangan waktu pekerjaan sangat krusial untuk menjamin bahwa seluruh proses perbaikan dapat diselesaikan dengan standar keamanan tertinggi sebelum jalan kembali dibuka untuk umum. “Kami memahami betul bahwa kondisi ini tentu saja berdampak pada mobilitas warga yang setiap harinya melintasi kawasan Lenteng Agung. Oleh karena itu, kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas keterlambatan pembukaan jalan ini,” tuturnya. Lebih lanjut, ia mengimbau masyarakat untuk dapat menyesuaikan jadwal perjalanan mereka dan memanfaatkan jalur alternatif yang telah disiapkan oleh pemerintah.
Kronologi Keterlambatan: Sterilisasi Area Dimulai Sore Hari
Menurut informasi yang dihimpun dari Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, salah satu faktor utama keterlambatan penyelesaian pekerjaan adalah proses penutupan dan sterilisasi area yang baru dapat dimulai pada pukul 14.00 WIB. Setelah lokasi dinyatakan aman dan bebas dari potensi bahaya, barulah pekerjaan perbaikan saluran bawah tanah dapat dilaksanakan secara penuh. Proses perbaikan ini baru dimulai secara intensif pada pukul 16.00 WIB.
“Keselamatan para pekerja di lapangan dan juga seluruh pengguna jalan merupakan prioritas utama kami. Untuk itu, setiap tahapan pekerjaan haruslah dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan agar hasil perbaikan benar-benar aman dan dapat digunakan kembali oleh masyarakat dalam jangka panjang,” jelas Budi Awaludin.

Dishub DKI Siagakan Petugas dan Imbau Masyarakat Ikuti Arahan
Dinas Perhubungan DKI Jakarta terus menjalin koordinasi intensif dengan Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta. Tujuannya adalah untuk mempercepat proses penyelesaian pekerjaan perbaikan. Selain itu, petugas Dishub juga telah disiagakan di sekitar lokasi penutupan jalan. Keberadaan petugas ini penting untuk melakukan pengaturan lalu lintas secara langsung dan memberikan bantuan kepada pengguna jalan yang membutuhkan panduan menuju rute alternatif.
“Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengimbau seluruh masyarakat untuk selalu mengikuti arahan dari petugas yang berjaga di lapangan. Kami juga menyarankan agar masyarakat senantiasa memantau informasi terkini melalui kanal-kanal resmi pemerintah,” ujar Budi Awaludin. Ia menambahkan bahwa perkembangan terbaru terkait status pembukaan jalan akan terus disampaikan kepada publik secara berkala untuk memberikan informasi yang transparan.

Penundaan ini terjadi seiring dengan upaya perbaikan pada area Jalan Raya Lenteng Agung yang sebelumnya mengalami amblesan. Kejadian ini diduga kuat dipicu oleh kondisi saluran air di bawah tanah yang sudah tua dan tidak lagi berfungsi optimal. Pihak Dinas SDA menargetkan perbaikan ini dapat rampung dalam kurun waktu tiga hari. Untuk sementara waktu, kendaraan truk diimbau untuk menggunakan jalan tol sebagai jalur alternatif guna mengurangi beban lalu lintas di area perbaikan.













