Mengungkap Makna di Balik Lirik “Jujur Ka Parlente” dari Doddie Latuharhary
Lagu-lagu dari Timur Indonesia, khususnya Maluku, kerap kali menyajikan melodi yang merdu dan lirik yang mendalam, mencerminkan budaya dan perasaan masyarakatnya. Salah satu karya yang berhasil menyentuh hati pendengarnya adalah “Jujur Ka Parlente”, yang dibawakan oleh Doddie Latuharhary. Lagu ini bukan sekadar rangkaian kata, melainkan sebuah ungkapan perasaan tulus dari hati yang ingin disampaikan kepada sang pujaan.
Lirik yang Menggambarkan Ketulusan Cinta
Inti dari lagu “Jujur Ka Parlente” terletak pada permintaan untuk kejujuran dan penolakan terhadap kepalsuan atau “parlente”. Liriknya secara gamblang menyampaikan pesan bahwa sang penyanyi (beta) tidak sedang bermain-main atau bersandiwara. Ia ingin sang kekasih (nona) percaya pada ketulusan hatinya.
Berikut adalah penggalan lirik yang menjadi inti dari lagu ini:
- “Jujur nona, beta seng parlente”
Ini adalah pernyataan pembuka yang tegas, menegaskan bahwa dirinya berbicara dari hati yang paling dalam dan tidak memiliki niat buruk atau kepalsuan. - “Nona, jujur dar hati”
Penekanan kembali pada sumber kejujuran, yaitu hati. Ini menunjukkan bahwa perasaan yang disampaikan bukanlah sekadar ucapan di bibir, melainkan sesuatu yang benar-benar dirasakan. - “Jujur salah, parlente jua lebe salah”
Kalimat ini menyiratkan bahwa jika ada kesalahan dalam kejujuran, itu lebih baik daripada bersikap palsu atau “parlente”. Kesalahan yang jujur masih bisa diperbaiki, namun kepalsuan akan membawa masalah yang lebih besar.
Perjuangan Meyakinkan Sang Kekasih
Lagu ini juga menggambarkan perjuangan sang penyanyi untuk meyakinkan kekasihnya akan keseriusan cintanya. Ada keraguan di pihak sang kekasih yang membuat sang penyanyi harus berjuang lebih keras.
- “Harus bagaimana sampe ale mau percaya”
Sebuah pertanyaan yang menunjukkan kebingungan dan keinginan untuk mencari cara agar sang kekasih mau percaya sepenuhnya. - “(Beta seng paksa ale) Mo dengar ka seng Seng dengar jua seng apa-apa (Seng apa-apa)”
Meskipun ada keinginan kuat untuk meyakinkan, sang penyanyi juga menunjukkan sikap legawa. Ia tidak akan memaksa, dan jika sang kekasih memilih untuk tidak mendengar atau percaya, ia akan menerimanya, meskipun itu tentu menyakitkan. Namun, nada ini lebih kepada penegasan bahwa ia telah melakukan bagiannya dalam menyampaikan kebenaran.
Penegasan Cinta yang Tak Tergantikan
Bagian selanjutnya dari lirik lagu ini adalah penegasan bahwa cinta yang ia miliki hanya untuk sang kekasih. Tidak ada orang lain yang bisa menggantikan posisi sang kekasih di hatinya.
- “Ini jujur dar hati Beta cuman mau bilang Seng ada yang laeng Yang bisa ganti ale disini Yang bisa biking beta mo pigi Dari ale pung hati Seng ada yang laeng Cuma ada ale sandiri”
Pesan ini sangat jelas dan kuat. Sang penyanyi menyatakan bahwa hatinya hanya tertuju pada sang kekasih. Tidak ada yang lain yang mampu membuatnya berpaling atau mencari yang lain. Kehadiran sang kekasih begitu berarti, bahkan ia tidak bisa membayangkan hidup tanpa dirinya.
Pesan untuk Tidak Menyakiti Diri Sendiri
Lirik “Jang biking saki diri sandiri Pikirang beta mo lari” memberikan sebuah peringatan halus kepada sang kekasih. Sang penyanyi seolah mengatakan agar sang kekasih tidak menyakiti dirinya sendiri dengan pikiran-pikiran negatif atau kecurigaan yang tidak beralasan, seperti pikiran bahwa ia akan lari. Ini adalah upaya untuk menenangkan dan membangun kembali rasa percaya.
Janji Setia Hingga Akhir
Lagu ini ditutup dengan penegasan kembali akan kesetiaan dan komitmen sang penyanyi.
- “Nona se musti tau Beta, disini cuma par ale Nona se musti tau Kal Beta seng parlente (Seng parlente)”
Pesan terakhir ini adalah janji yang tulus. Sang penyanyi ingin sang kekasih tahu bahwa ia ada di sana hanya untuknya, dan ia menegaskan kembali bahwa dirinya tidak “parlente” atau palsu. Kesungguhan ini diharapkan dapat sepenuhnya meruntuhkan keraguan yang mungkin ada di hati sang kekasih.
“Jujur Ka Parlente” oleh Doddie Latuharhary lebih dari sekadar lagu cinta; ia adalah sebuah cerminan dari bagaimana komunikasi yang tulus dan kejujuran menjadi fondasi penting dalam sebuah hubungan. Lagu ini berhasil menyampaikan pesan universal tentang pentingnya kepercayaan dan kesetiaan, dibalut dengan nuansa budaya Timur yang khas.













