Jejak Nanik S Deyang: Jurnalis hingga Pimpinan Gizi Nasional

Perombakan Kepemimpinan Badan Gizi Nasional: Nanik Sudaryati Deyang Ditunjuk sebagai Kepala Baru

Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini mengumumkan perombakan signifikan di jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN). Nanik Sudaryati Deyang telah resmi ditunjuk untuk memimpin lembaga vital ini, menggantikan posisi yang sebelumnya diisi oleh Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya yang masa tugasnya sebagai Wakil Kepala BGN telah berakhir. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, dari Istana Negara pada Selasa malam, Juni 2026.

Dalam restrukturisasi ini, Presiden juga menunjuk dua figur baru untuk mendampingi Nanik S. Deyang sebagai Wakil Kepala BGN. Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono akan bergabung untuk mendukung kepemimpinan Nanik dalam menjalankan berbagai program strategis lembaga tersebut. Perubahan ini diharapkan dapat membawa angin segar dan efektivitas baru dalam upaya peningkatan gizi masyarakat Indonesia.

Profil Nanik Sudaryati Deyang: Dari Jurnalis hingga Pimpinan Lembaga Gizi

Nanik Sudaryati Deyang, yang lahir di Madiun pada 3 Januari 1968, memiliki rekam jejak karier yang kaya dan beragam. Ia memulai perjalanan profesionalnya di dunia jurnalistik setelah menempuh pendidikan di Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) angkatan 1983. Kariernya di industri media terbilang cemerlang. Berdasarkan catatan Data Pers tahun 2014, Nanik pernah mengemban berbagai posisi penting, termasuk sebagai Pemimpin Umum Majalah Femme, Direktur Utama Tabloid Info Kecantikan, serta menjadi komisaris di sejumlah perusahaan media ternama seperti Info Kuliner, Peluang Usaha, dan The Politic.

Transformasi besar dalam kariernya terjadi ketika ia memutuskan untuk merambah dunia politik. Nanik dikenal sebagai salah satu figur yang memiliki kedekatan dan kepercayaan penuh dari Presiden Prabowo Subianto. Pengabdiannya dalam tim pemenangan terlihat jelas saat Pilpres 2019, di mana ia menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) untuk pasangan Prabowo-Sandiaga Uno.

Setelah kemenangan Presiden Prabowo pada Pilpres 2024, karier Nanik di ranah pemerintahan terus menanjak. Berikut adalah beberapa posisi strategis yang pernah dijabatnya:

  • 2024–2025: Wakil Kepala I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan.
  • Juni 2025: Komisaris Independen PT Pertamina (Persero).
  • September 2025: Wakil Kepala Badan Gizi Nasional.
  • Juni 2026: Dilantik sebagai Kepala Badan Gizi Nasional.

Perjalanan kariernya yang dinamis ini menunjukkan kemampuan adaptasi dan kepemimpinan yang kuat dalam berbagai sektor.

Catatan Kontroversi dan Perhatian Publik

Di tengah perjalanan karier politiknya yang pesat, Nanik Sudaryati Deyang tidak luput dari sorotan publik. Salah satu momen yang sempat menjadi perbincangan hangat adalah pada tahun 2018, terkait dengan kasus kebohongan yang melibatkan Ratna Sarumpaet. Saat itu, Nanik berperan sebagai pihak yang menyampaikan informasi mengenai dugaan penganiayaan Ratna kepada Presiden Prabowo Subianto. Kabar tersebut kemudian terbukti sebagai berita bohong atau hoaks. Akibat keterlibatannya dalam penyampaian informasi tersebut, Nanik sempat dipanggil oleh penyidik Polda Metro Jaya untuk dimintai keterangan sebagai saksi. Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya verifikasi informasi, terutama dalam ranah publik.

Tantangan Besar di Badan Gizi Nasional

Pengangkatan Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional datang di saat lembaga tersebut menghadapi tekanan publik yang cukup besar. Program prioritas utama pemerintahan Presiden Prabowo, yaitu Program Makan Bergizi Gratis (MBG), saat ini tengah dilanda berbagai kendala serius. Laporan kasus keracunan makanan yang menimpa siswa di beberapa wilayah, termasuk insiden yang terjadi di Kadungora, Garut, telah menimbulkan kekhawatiran mendalam di masyarakat.

Kondisi ini menempatkan Nanik pada posisi yang krusial. Publik kini menanti langkah-langkah konkret dan terobosan dari kepemimpinan barunya untuk segera membenahi tata kelola program gizi nasional, terutama dalam hal keamanan pangan bagi jutaan anak Indonesia. Ujian nyata bagi mantan jurnalis senior ini akan terletak pada kemampuannya untuk melakukan konsolidasi internal di BGN, serta memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga terkait. Keberhasilan dalam mengatasi tantangan ini akan menjadi tolok ukur penting bagi efektivitas kepemimpinannya di puncak Badan Gizi Nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page